Kisah Ku Yang Kelabu

Kisah Ku Yang Kelabu
KKB// Sesion 2


__ADS_3

Setelah mendapat laporan rose segera kembali ke kantornya, tanpa dia sadari di dalam ruangan nya sudah ada yang menggantikan posisi milik nya.


" Kamu ngapain di dalam ruangan ku? ", tanya rose kepada ratu.


" Aku hanya ingin menikmati suasana yang ada di dalam ruangan ini, apa kamu tauh.", kata ratu yang bangkit dari kursinya dan berjalan ke arah rose.


Ratu mendekati rose dan membisikkan sesuatu ke telinganya, rasa sakit hati yang tidak bisa di bendung lagi bagi dirinya. Seakan di sambar petir saat siang bolong, itulah yang di rasakan rose saat ini.


Rose segera berjalan meninggalkan ruangan itu tanpa sepatah kata pun, meninggal kan ratu yang masih berdiri sambil tersenyum manis dan puas melihat kepahitan yang di rasakan oleh rose saat ini.


Sejujurnya rose tidak ingin mempercayai perkataan wanita itu, dia segera melajukan mobilnya menuju rumah besar keluarganya.


Tanpa basa-basi rose segera menemui papa dimas yang duduk dengan santai di halaman belakang bersama dengan tante dewi ibu tirinya.


" pa...", panggil rose kepada papa dimas.


Papa dimas melihat ke belakang untuk melihat siapa yang memanggil dirinya.


papa dimas sangat terkejut melihat ke datangan rose, dengan rasa tidak percaya papa dimas berjalan mendekati anak perempuan nya itu.


" dari mana aja kamu? ", tanya papa dimas.


Rose hanya tersenyum sinis ke arah papa dimas dan tidak menjawab pertanyaan dari papanya.


" pa... apa maksudnya ini? ratu berada di ruangan saya dan mengganti kan posisi saya. ", tanya rose.

__ADS_1


" apa begini cara kamu bertanya kepada orangtua?, kami yang di tanya malah balik bertanya... dasar anak liar. ", kata tante dewi yang tiba-tiba berdiri di samping papa dimas.


" papa memberikan posisi kamu kepada ratu untuk sementara,dia bersedia menggantikan posisi kamu selama kamu tidak. ", jawab papa dimas tanpa memperdulikan perkataan tante dewi.


" ok... Sekarang aku sudah kembali, apa bisa memberikan kembali posisi yang seharusnya milik ku.!! ", kata rose.


" papa akan diskusikan dengan ratu sore ini. ", kata papa dimas.


" tidak-tidak... tidak bisa begitu dong sayang, masa setelah kerja keras ratu beberapa hari ini demi perusahan, kamu menendang putri mu sendiri setelah tidak di perlukan lagi. ", kata tante dewi yang menolak perkataan papa dimas.


" posisi itu memang milik rose, ratu hanya mengganti kan rose untuk sementara. ", tegas papa dimas.


" aku gak terima... kamu harus adil dengan anak-anak, jangan pilih kasih. ", tegas tante dewi yang tidak ingin mengalah.


" sudah lah... nanti kita bicarakan lagi, rose.. ikut keruang kerja papa sekarang. ", kata papa dimas sambil meninggalkan tante dewi yang masih menggerutu.


Sejujurnya rose tidak terlalu berharap kerja di perusahaan milik papa dimas.


Setelah sampai di ruang kerja milik papa dimas, papa dimas duduk sambil mengeluarkan beberapa dokumen dan menyerahkan kepada rose.


" dokumen apa ini pa? ", tanya rose.


" ini adalah dokumen yang di kerjakan ratu selama kamu tidak ada. ", jawab papa dimas.


" lalu untuk apa papa berikan dokumen ini kepada ku? ", tanya rose dengan sikap nya yang dingin.

__ADS_1


" papa hanya ingin kamu melihat bahwa adik mu memikirkan perusahan kita, papa tidak ingin kedua putri papa bertengkar demi posisi ceo. ", kata papa dimas sambil menatap wajah rose.


" jadi apa yang papa inginkan? ", tanya rose lagi.


" cukup sederhana... biarkan saja ragu kerja di perusahaan, kamu kan bisa cari kegiatan yang lain. ", kata papa dimas kepada rose.


Rose merasa tidak perlu terkejut dengan keputusan papa dimas, karena dalam hati papa nya tidak ada dirinya dalam hidupnya.


" baiklah terserah papa, aku tidak ingin bertengkar hanya karena posisi ini... hanya saja papa harus ingat aku adalah pemegang saham terbesar di perusahan. ", kata rose dengan tegas.


" papa tidak akan lupa... jadi kamu tidak masalah kan jika ratu mengganti kan kamu bekerja? ", tanya papa dimas lagi.


" aku tidak masalah pa.... biarkan saja ratu melakukan apa yang dia ingin kan. ", kata rose.


Papa terdiam dengan jawaban yang di berikan rose .


" oh.... ya pa, aku hampir melupakan satu hal... apa pun yang terjadi kelak kepada perusahaan itu bukan lagi urusan saya, karena saya bukan ceo di perusahaan itu lagi.", kata rose dengan santai sambil berjalan keluar dari ruangan papa dimas.


Papa dimas hanya diam dan menyetujui perkataan rose,tanpa rasa bersalah sedikitpun kepada rose saat ini.


Dengan langkah santai dan tanpa beban rose keluar dari rumah megah milik papa dimas.


"( sekarang sudah semakin terlihat jelas aku bukan lah siapa-siapa untuk papa, bagi ku sekarang dan masa depan papa ku sudah tiada. )", kata rose di dalam hatinya.


Rose berjalan menuju parkiran mobilnya, tanpa beban fikiran setelah beberapa tahun terakhir ini.

__ADS_1


Selama perjalanan kembali ke rumah rose terus berfikir apa yang akan dia lakukan selama tidak bekerja di perusahaan papa dimas.


(^_^)///(^_^)


__ADS_2