
tidak terasa sudah 16 tahun berlalu kini rose sudah terbiasa kehilangan figur seorang papa bahkan rose sudah lupa bagaimana wajah papa dimas karena setelah perceraian tidak ada satupun foto yang tersisa di rumah
mama membakar dan membuang semua barang milik papa dimas, kini rose yang sudah beranjak dewasa menemui cinta pertamanya
yang terjadi saat rose sedang berjalan di dekat jalan raya dan ingin menyeberang untuk sampai ke sekolah sejak rose masuk sekolah SMP rose tidak mau lagi di antar atau di jemput oleh mama alasannya karena rose ingin mandiri dan lebih dewasa lagi.
tapi naas entah apa yang sedang rose pikir kan rose menyebrang begitu saja tanpa melihat kiri dan kanan, saat itu alex tepat di belakang rose dan menarik tangan nya untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
"apa kau sudah bosan hidup gadis bodoh, menyeberang gak nengok kanan dan kiri di mana mata mu"
"apa sih gak usah berisik gitu santai aja kalau gak ikhlas nolongin nya ya gak usah nolongin orang gitu aja kok repot dasar saraf"
"apa kamu bilang aku saraf,enak kali kamu ya ngomongnya udah di tolongin bukan nya bilang makasih malah balik marah-marah dasar gak jelas"
"serah kau lah"
rose pun pergi begitu saja meninggalkan nya tapi entah kenapa jantung rose berdetak dengan kencang seakan habis lari maraton tapi rose mencoba mengacuh kan perasaan nya dan mencoba fokus untuk menghadapi ujian semester pertama untuk dua bulan kedepan.
di saat berjalan masuk ke dalam kelas rose melihat orang yang tadi menolong nya berada di kelas yang sama dengan nya
"kenapa dia bisa satu kelas sama aku sih" rose menggerutu di dalam hatinya
rose pun duduk di bangku nya tanpa memperdulikan manusia aneh itu rose mengeluarkan ponsel di saku rok dan mulai bermain gems di ponsel dengan fokus saat bermain tanpa sadar tangan rose seperti bersentuhan dengan sesuatu
rose melihat ke samping nya dan alangkah terkejutnya rose saat melihat pria yang bertengkar dengannya kini duduk tepat di sebelah nya
" woy dasar penguntit ngapain kamu duduk di sini" sambil berteriak
"wtf dasar cewek bar-bar ini bangku sekolah bukan bangku rumah kamu lain kali kalau gak mau orang duduk di sini bawa bangku dari rumah kamu sendiri"balik berteriak
"terserah aku lah lagian kamu siapa ngapain duduk di sini pindah sana cari bangku yang lain karena aku gak sukak punya teman sebangku apa lagi orang seperti kamu"dengan nada menyindir
"dasar cewek bar-bar kalau sifat kamu seperti ini gak akan ada orang yang mau berteman denganmu"
"aku kasih tahu sama kamu ya aku punya banyak penggemar dan yang pasti aku tidak perlu teman yang memuliki gangguan saraf kayak kamu ini"
"terserah kamu mau bilang apa yangg jelas cuman disinilah yang ada bangku kosong"
rose terdiam melihat pria yang ada di hadapannya saat ini bisa-bisanya berdebat dengan perempuan
pertengkaran rose dan murid baru itu terhenti saat guru memasuki ruangan dan rose sebagai ketua kelas menyuruh semua murid untuk memberi salam kepada guru dan menyuruh mereka untuk berdoa sebelum belajar
guru pun mulai memberitahukan kalau kami kedatangan murid baru yang pindahan dari luar kota guru menyuruh murid baru itu untuk memperkenalkan diri ke depan
"haii semuanya nama ku alex aji wijayanto kalian bisa panggil aku alex dan umur ku 15 tahun hobi ku bermain bola dan berenang semoga kita semua bisa berteman dengan baik terimakasih" tersenyum manis ke setiap siswa yang ada di dalam ruangan
"ok alex kamu bisa kembali duduk di bangku kamu sekarang kita mulai pelajaran nya bukak buku bahasa inggris halaman 17 bab 3"
rose memulai membuka buku pelajaran yang disuruh oleh guru awal nya rose diam saja saat alex memanggilnya rose tidak mau menghirawkan hingga dia mulai berteriak yang membuat semua orang melihat ke arah mereka
"bu tolong lihat teman saya ini dia tidak mau meminjamkan bukunya untuk saya"
"Rosella Anastasia"
" iya bu"
"pinjamkan buku kamu ke alex dia murid baru dan belum mendapatkan buku pelajaran, kamu sebagai ketua kelas seharusnya memberikan contoh yang baik buat teman-teman kamu"
__ADS_1
"baik bu"
"bu boleh kah saya minta tolong kepada ketua kelas untuk membantu saya keliling sekolah dan membantu saya untuk mengambil buku pelajaran serta memberitahu loster pelajaran untuk saya" tanya alex
"itu ide yang bagu, ketua kelas pasti mau membantu dengan senang hati"
rose terdiam sambil melihat laki-laki di hadapan nya rose melotot melihat ke arah nya dan ingin rasanya rose *******-***** wajahnya dan menginjak-injaknya
rose tidak suka menolong laki-laki entah sejak kapan rose membenci saat melihat laki-laki tapi rose tidak bisa berbuat apa-apa karena itu perintah dari guru,rose hanya bisa mengikuti permainan yang di buat oleh Alex
rose mulai mengajak alex berkeliling sekolah setiap mata yang melihat seakan berbicara kalau rose harus menjauhi alex.
rose membenci tatapan mata ini rose benci menjadi pusat perhatian apa lagi di hadapan wanita-wanita ular itu sangat menjengkelkan buat rose
setelah selesai berkeliling rose memberikan loster pelajaran serta membantunya mengambil buku di bagian bimbingan konseling setelah semuanya selesai rose pergi meninggalkan alex begitu saja
tapi langkah rose terhenti saat alex menarik tangan rose dan mencoba mencium kening rose dengan singgap rose melintir tangan alex dan menendang barang berharganya.
"auuu sakit dasar cewek bar-bar"
"aku gak perduli sama kamu dan asal kamu tahu aku tidak sukak di pegang-pegang sama laki-laki apalagi di cium itu menjijikan kamu rasakan itu mangkanya jangan suka melecehkan seorang gadis" melangkah meninggalkan alex
"eeeguuhhh "merasa kesakitan sambil memegang batang berharga miliknya
rose tidak tahu apakah rose berlebihan atau tidak tapi yang jelas rose tidak perduli apalagi harus kasihan dengan manusia cabul seperti alex
rose berjalan tergesa-gesa menuju kelas tapi di hadang oleh segerombolan cewek yang mencoba menyudutkan rose
"apa yang mau kalian lakukan lebih baik menyikir dari sini kalian menghalangi jalanku"
"dasar cewek-cewek sinting minggir kalian"
salah satu dari Mera menarik tangan rose dan menyeret rose ke sebuah gudang yang tak terpakai mereka memegangi tangan rose dan salah satu dari mereka menutup mulut rose dengan dasi mereka.
mereka bertiga menjambak menunjang perut rose dan menamparnya, serta mendorong rose hingga membentur benda tumpul yg membuat kepala nya berdarah
mereka terus memukul rose tanpa ampun rose mencoba melindungi kakinya karena kakinya gak boleh terluka saat ini karena kaki nya akan di gunakan untuk melarikan diri saat ada kesempatan.
mereka terus memukuli rose yang tersungkur di lantai hingga rose merasa pandangan nya mulai gelap dan rose pun tak sadarkan diri
rose gak tau berapa lama rose tak sadarkan diri kini rose terbangun dan masih berada di dalam gudang yang gelap dan penggap ini
rose mencoba berjalan menuju pintu tapi pintu ini seperti di kunci dari luar rose mencoba melihat dari jendela ternyata cuman di ganjel dengan kursi yang biasa di taruh di depan kelas
rose mengumpulkan tenaga yang tersisa mencoba mendobrak pintu tapi usaha nya sia-sia ini lah alasannya kenapa rose gak mau mendekati orang-orang populer di sekolah karena rose takut di bully apalagi di kurung di dalam ruangan seperti ini.
rose mengeluarkan ponseln yang ada di saku rok mencoba menghubingi salah satu dari teman sekelas nya untuk meminta bantuan
tapi tiba-tiba ada nomor yang tidak diketahui menelpon rose tanpa pikir panjang rose langsung menggakat telpon nya dan meminta tolong pada orang yang menelepon rose
taklam setelah mengakhiri panggilan orang itu pun datang menolong rose
"alex" terkejut melihat kedatangan pria ini
"apa yang terjadi padamu kenapa kamu tidak kembali ke kelas saat pelajaran"
"ini semua salahmu"
__ADS_1
alex memeluk rose dengan erat dan membisikan kata-kata yang tidak rose perdulikan pandangan rose mulai berkabur lagi karna rose merasa darah dari kepala terus mengalir rose pingsan di pelukan alex.
setelah rose sadar dari pingsan ternyata rose berada di rumah sakit tangan kanan rose di pasang infus dan hidungnya di pasang alat bantu oksigen untuk rose bernafas.
semakin terkejutnya rose saat melihat orang yang disampingnya adalah alex yanh menyelamatkan nya di gudang tadi dengan cepat rose melepaskan pegangan tangan alex dan mencoba mencari ponsel nya
"kamu sudah sadar rose sejak kapan?"
"baru saja oh ya apa kamu tau dimana ponsel ku
"oh ponsel kamu aku simpan di laci meja"
"bukan apa-apa bisa kah kamu membantu aku mengambil ponsel ku,aku ingin menghubungi mama dan nenek ku mereka pasti khawatir sekarang ini sama ku"
"tunggu sebentar ya" membantu rose mengambil ponselnya
alex memberikan ponsel yang di ambil nya kepada rose, rose yang sudah mendapatkan ponselnya segera menghubungi telpon rumah
"hallo nek ini rose"
"rose dimana kamu kenapa jam segini kamu belum pulang"
"maafkan rose nek rose sekarang di rumah sakit jadi rose gak bisa pulang"
"rumah sakit mana sama siapa kamu di sana dan bagaimana bisa sampai masuk rumah sakit"
"rumah sakit z di jalan xxx rose di sini sama teman dan rose kurang berhati-hati saat menuruni tangga dan akhirnya jatuh"
"kalau gitu berikan ponsel kamu ke teman kamu nenek mau bicara padanya"
rose terdiam dan menatap ke arah alex dengan tatapan ancaman
"nenek aku mau ngomong please jangan bilang yang sebenarnya ke nenek ku" bisik rose di telinga alex
alex mengambil ponsel yang rose berikan alex berbicara dengan sopan ke nenek dan rose terus menatap tajam ke alex takut jika alex berbicara yang aneh-aneh
setelah pembicaraan selesai alex mengembalikan ponsel ke rose
"nih udah kelar" tersenyum menis ke rose
"terimakasih sudah menolong ku"
"iya santai aja tapi kenapa kamu bisa terluka parah seperti ini"
rose menjelaskan semuanya kepada alex, alex mendengarkan apa yang rose jelaskan dan dia terlihat tatapan sendu saat mendengar perkataan rose
"maafkan aku ini semua salah ku"
" ini bukan sepenuhnya salah kamu kok" tersenyum manis
"tapi ini terjadi karna aku"
"sudah lah alex aku gak menyalahkan kamu kok karena yang harus di salah kan itu adalah mereka mangkanya kamu jangan terlalu ganteng hingga membuat orang tergila-gila di hari pertama sekolah" mencubit pipi kiri alex
alex tertawa mendengar apa yang rose katakan rose menjadi akrab dengan alex setelah kejadian ini hingga nenek datang bersama rasell ke rumah sakit
(^_^)//(^_^)
__ADS_1