
rose merasa pusing saat memikirkan kriss dan juga kegigihannya untuk menjalin hubungan kembali dengan nya
rose melepaskan ciuman panas dan memberikan jarak di antara mereka berdua
"kenapa" tatapan menyedihkan
"apa kamu lupa aku lagi datang tamu" tersenyum manis
"ciih" tersenyum kecut mendengar perkataan rose
"sabar ya" mencoba menghibur
"aku sih bisa sabar tapi bagaimana dengan junior seperti nya dia sudah tidak sabar"
"hahaha mau aku bantu tapi hanya menggunakan ini" mengulurkan tangannya
"tidak mau aku akan lebih bersabar untuk beberapa waktu lalu aku akan menerkam kamu" memeluk tubuh rose
"hahaha iya ya sungguh di sayangkan dekorasi yang sudah kamu siapkan di kamar"
"tidak perlu di sayangkan karena kamu akan menemani ku tidur jika kamu ingin kamar yang seperti ini maka aku akan buatkan untuk kamu setiap hari"
"hahaha tidak usah jika kamu setiap hari melakukan hal seperti ini bisa-bisa semua bunga di dunia ini akan habis karena ulah kamu yang konyol"
"menurut aku sepadan jika wanita ku bahagia" memeluk tubuh rose
rose hanya tersenyum manis mendengar perkataan kriss, setelah lebih dari satu jam akhirnya mereka selesai berendam
rose mengenakan pakaian tidur dan bergegas untuk tidur tapi sebelum itu rose mengirimkan email kepada kazuya dan klan nya tentang keadaan dirinya dan keberadaan nya saat ini
setelah selesai melakukan semuanya rose meletakkan laptop di atas meja dan mulai merebahkan dirinya
lengan kekar yang merangkul tubuh rose kedalam dekapan nya membuat rose sangat bahagia
"andai waktu bisa terus seperti ini" gerutu rose kepada dirinya sendiri
tanpa rose sadari kriss mendengar apa yang di katakan rose
"aku akan selalu ada buat kamu dan keluarga kecil kita" terus memeluk tubuh rose
"cih sebuah lelucon jika aku percaya dengan apa yang kamu katakan" melepaskan pelukan kriss dan berbalik menghadap ke arah kriss
"aku tahu kamu memerlukan bukti bukan janji tapi kamu tenang saja pria itu sudah tidak memiliki waktu yang lama untuk tetap duduk di singgasana nya lagi" tersenyum manis ke arah rose
"apa yang ingin kamu lakukan, lebih baik kamu berkata jujur daripada berbohong" menyeringai sinis ke arah kriss
"aku sudah melakukan kudeta dan sebentar lagi kakek buyut ku sudah tidak memiliki hak untuk tetap berada di posisinya karena hampir seluruh personel sudah mengakui ku sebagai penerus"
"kriss jika aku meminta kamu untuk meninggalkan semuanya demi aku apa kamu akan lakukan"
__ADS_1
"tentu akan ku lakukan hanya saja aku tidak punya pilihan selama pria itu masih hidup aku akan terus di paksa menjadi penerus bahkan jika aku bersembunyi di dalam inti bumi dia pasti akan tetap menemukan ku"
rose tahu jika kriss tidak bisa melakukan apa-apa selain menerima takdirnya jika dia menolak maka amora lah yang akan menerima kekejaman dari kakek buyutnya
demi melindungi amora dan rose,kriss merelakan segala hal dan membiarkan kehidupan serta tangannya berlumuran dengan darah
"kriss apa yang sudah kamu lakukan dengan kakek buyut kamu,aku tahu kudeta ini tidak sesederhana seperti yang kamu katakan"
"selama ini aku berubah menjadi penurut untuk memberikan racun yang sudah kenzo teliti selama lima tahun terakhir dan aku.." kata-kata kriss seakan tercekik yang membuat dirinya tidak bisa mengucapkan apa yang ingin dia katakan
rose memeluk tubuh kriss dan mencoba untuk menghibur pria nya
"sudah lah tidak usah di bicarakan lagi sekarang aku sudah tahu semuanya dan aku juga sudah menerima kamu jadi kita nikmati waktu terindah kita bersama dengan sebaik mungkin"
"kamu benar" kriss mencium kening rose dengan lembut dan memeluk tubuhnya sepanjang malam
kriss bangun lebih awal pagi ini untuk menyiapkan sarapan mereka berdua lalu membangunkan rose yang masih terlelap di atas ranjang
"bangun sayang sudah pagi" mencium kening rose
"hhmmm" merenggangkan tubuhnya
"ayo kita sarapan setelah kamu merapikan diri" berjalan meninggalkan rose di kamar
rose bergegas merapikan dirinya dan bersiap-siap untuk sarapan bersama dengan kriss
"pagi suami ku" mencium pipi kanan kriss
"apa kamu salah makan sesuatu atau ota* kamu kemasukan air sehingga memanggil ku suami" merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar saat ini
"aku memanggil seperti itu membuat kamu tidak senang kalau begitu aku tidak akan mengulanginya lagi di kemudian hari"
"bukan bukan seperti itu" mulai panik dan mendekati rose
"aku hanya merasa terkejut mendengar panggilan barusan tidak seperti kamu yang biasanya"
"hemm iya lah" melihat makanan yang ada di atas meja
"apa kamu suka dengan sarapan yang aku buat"
"aku suka hanya saja masih tidak percaya dengan pria yang ada di hadapan ku saat ini, bagaimana jika mafioso atau bawahan kamu tahu kalau kamu bisa masak seperti ini pasti sangat lucu" tersenyum jahil ke arah kriss
"sudah jangan berfikir yang tidak-tidak lebih baik kamu sarapan lalu setelah itu kita keluar"
"hmm..mau kemana?" menyuap satu sendok penuh kedalam mulutnya
"aku ingin foto berdua dengan mu"
rose hanya diam dan menghabiskan makanan yang di siapkan oleh kriss, setelah semuanya siap kriss mengajak rose keluar sesuai rencana mereka
__ADS_1
tidak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di sebuah studio foto kriss menyiapkan semuanya sedangkan rose masih duduk di sofa sambil melihat emil yang ada di laptop nya
"sudah lah jangan terus memandangi mesin ini" menutup laptop rose dan menarik tangan kanannya
rose hanya diam dan mengikuti kriss ke arah sorotan lampu yang menyilaukan mata, kamera men mulai mengambil beberapa foto mereka
setelah selesai kriss mengajak rose berjalan kaki menuju ke sebuah danau yang tak jauh dari studio pemotretan mereka
rose duduk di sebuah bangku sambil menyenderkan kepalanya di bahu kriss,menikmati suasana yang damai tanpa perdebatan atau perebutan kekuasaan sungguh kenikmatan yang menyenangkan bagi kedua insan yang sedang di mabuk cinta
"apa kamu menikmati suasana di sini?"
"aku senang sekali suana yang damai di kota romantis, aku berharap kita akan kembali lagi ke sini bersama dengan amora" menatap ke arah kriss
"aku juga" mencium kening rose dengan lembut
setelah merasa cukup menikmati suasana ini kriss mengajak rose ke sebuah tempat yang sudah dia siapkan
di pinggiran aliran sungai kriss mengajak rose menaiki sebuah gondola yang di hiasi bunga mawar yang sangat indah
"silahkan naik my queen" mengulurkan tangan kanannya
rose meraih tangan kriss dan naik ke atas gondola terlihat seorang pria yang mendayung kan gondola dengan santai serta seorang wanita yang sedang memainkan biola
kriss menuangkan segelas wine kedalam gelas dan memberikan nya kepada rose
"silahkan my lady" memberikan ke rose
"terimakasih" mengambil gelas yang di berikan kriss
menikmati suasana yang romantis hingga membuat diri terlena dengan apa yang ada di hadapannya saat ini
perasaan mabuk cinta yang membuat diri rose seakan melayang-layang ke langit ke tujuh
"aku baru tahu kalau kamu sangat romantis" tersenyum manis ke arah kriss
"aku akan selalu romantis hanya untuk kamu seorang" menatap kedua bola mata rose
"aku berharap kamu akan memegang kata-kata kamu karena aku tidak suka pria yang tidak bisa memegang kata-katanya" menatap tajam kedua bola mata kriss
waktu terus berjalan tanpa mereka sadari hari sudah mulai malam dan mereka harus kembali ke hotel
dua sejoli yang sedang di mabuk asmara tidak memperdulikan siapapun yang ada di sekitarnya itu lah yang di rasakan kriss dan rose saat ini
__ADS_1
(^_^)//(^_^)
jangan lupa like komen dan sherr novel ini terimakasih