Kisah Ku Yang Kelabu

Kisah Ku Yang Kelabu
sesion 3


__ADS_3

rose berjalan di pinggir pantai dan menikmati suasana yang tenang hingga matahari terbenam


"sunset yang sangat indah" tersenyum sambil menikmati cemilan


kazuya tiba-tiba datang dan duduk di sebelah rose


"kamu sedang melihat sunset tanpa mengajak ku!"


"kamu sedang sibuk aku tidak mau menganggu kamu"


"hanya sedikit sibuk bukan berarti kamu tidak boleh menganggu ku" mencubit pipi rose


"auu sakit kamu apaan sih...sakit tahu" kesal


"maaf" mencium pipi rose


"sudah tidak sakit lagi kan?" tersenyum manis


"hemm sedikit, kamu tolong foto kan aku di bawah sunset yang indah ini. ayo cepat" memaksa kazuya


"baiklah di mana ponsel kamu?" mencari ponsel rose


"aku tidak bawa ponsel" merasa kecewa


"maaf aku juga tidak bawa" merasa bersalah


"yah... sudah lah mataharinya juga sudah terbenam semua, masih ada hari esok kamu harus foto aku dengan bagus ya"


"baiklah aku janji" tersenyum manis


"ayo kita kembali ke dalam aku sudah menyiapkan pesta kecil-kecilan untuk merayakan hari pertama pernikahan kita"


"bukan kah aku tidak mau ada acara pesta" kesal


"hanya ada aku,kamu dan anggota kita tidak ada orang lain,lagian ayah dan ibuku ingin melihat menantu nya"


"mama dan papa kamu ada di sini?" merasa terkejut


"ya mereka baru saja sampai, ayo kita bergegas jangan biarkan mereka menunggu terlalu lama!"


"baiklah, tapi bagaimana jika mereka tahu aku hamil bukan anak kamu?" khawatir


"tidak usah takut dan lain kali jangan pernah bilang anak ini bukan anak ku,kamu sudah menikah dengan keluarga ku jadi kamu dan anak ini adalah keluarga ku! kelak siapapun yang bilang anak ini bukan anak aku. aku akan melenyapkan dia dari dunia ini" bersikap tegas


"baiklah" tetap khawatir

__ADS_1


"tidak usah khawatir semua serahkan saja padaku" menggenggam tangan rose


rose berjalan masuk kedalam ruangan setelah membersihkan diri dan memakai gaun yang indah,terlihat orang-orang yang sedang menatap dengan bahagia kedatangan rose dan kazuya. hanya ada satu orang yang berwajah masam


"bagaimana bisa wanita ini menikah dengan tuan kazuya"Haruka melihat rose dengan sinis


"akhirnya Himawari mau menikah dengan anak ku yang bodoh ini,aku berpikir anak ini tidak akan menikah selama sisa hidupnya" berwajah sedih


"ma tolong jangan membuat ku malu"


"sayang lihat menantu kita sangat cantik dan imut,besok kamu temani mama berbelanja ya!" sangat antusias


"sayang kamu jangan mengganggu hari baik mereka,besok biar aku saja yang menemani kamu ya" membujuk istri nya


"pa sebaiknya kamu urus istri kamu ini jangan menganggu hubungan yang lagi hangat ini!"


"dasar anak durhaka,kamu mulai bersikap kurang ajar dengan mama kamu ini" berjalan dan menjewer telinga kazuya


"ma tolong jangan seperti ini,lihat di sekeliling kita" merasa malu


"siapa yang berani mengomentari ibu suri!" Adam berjalan mendekat


"hahaha... Adam yang manis, kenapa dulu kamu tidak mau jadi anak angkat mama aja sih. tidak seperti anak itu yang tidak pernah menanyai kabar mamanya" mulai drama


"ma..." wajah kesal


"pa apa aku bukan anak kalian?" merasa curiga


"hahaha... anak bodoh apa yang kamu katakan! sudah-sudah jangan membuat kegaduhan lagi" memberikan kode ke Kazuya


kazuya yang mengerti segera membalas kode papanya


"mari semua nikmati pesta malam ini" mengangkat gelas anggur


semua orang meminum anggur mereka hanya rose yang dilarang oleh kazuya untuk meminum anggur nya


"kamu minum ini ya" memberikan jus


"terimakasih" menerima gelas


rose merasa lucu melihat kazuya dan keluarganya yang terlihat ceria seperti orang biasa,orang lain yang tidak mengetahui latar belakang keluarga kazuya tidak akan mudah percaya jika dia adalah mafia di Asia


"rose sini bergabung dengan kami" kazuya mengandeng tangan rose


rose tidak tahu harus melakukan apa saat di tengah-tengah orangtua dan teman-teman kazuya

__ADS_1


"nyonya dan tuan saya ingin mengucapkan selamat atas pernikahan tuan muda kazuya dan selamat buat tuan kazuya yang sebentar lagi akan menjadi seorang ayah" Haruka mengangkat gelas dan meminum anggur


kedua orangtua kazuya sangat terkejut saat mendengar perkataan Haruka


"kazuya apa kamu bisa menjelaskan nya" wajah serius


"sayang tenang lah menantu memberikan cucu untuk kita bukan kah sebuah kabar gembira" memeluk suaminya


"ma pa bisa kita bicara di ruang baca" menunjuk keluar ruangan


"tuan dan nyonya maaf jika saya lancang tapi anak itu bukan anak tuan kazuya, aku mohon pertimbangkan kembali demi kebaikan keluarga" Haruka membungkuk kan badan nya


tangan kazuya menggepal menahan emosi dan rose merasa takut hal yang dia takuti akhirnya pun terjadi juga


"kazuya apa yang sedang di katakan Haruka?" mama merasa tidak percaya


"Nakagawa dan hakagawa suruh mereka semua keluar dan pesta berakhir"


dua bawahan menuruti perkataan kazuya dan semua orang bubar di acara itu hanya ada,orang tua kazuya,Adam,rose,Haruka dan juga kazuya


"apa yang sebenarnya terjadi?" menatap wajah kazuya dengan tajam


kazuya menjelaskan semuanya tanpa terkecuali sedikit pun kedua orang tua kazuya sangat terkejut sekaligus kasihan melihat rose,selama ini kazuya tidak pernah bercerita tentang apa yang di alami rose


begitu juga dengan rose selama dia belum lupa ingatannya dia tidak pernah memberitahukan keadaan nya pada orang lain


"anak yang malang... karena kamu sudah menikah dengan keluarga ini maka anak itu juga cucu kami,hanya saja kamu tahu kan peraturan di keluarga ini." mama memeluk tubuh rose


"saya tahu" mengangguk


"kalau begitu kelak berikan kami cucu yang banyak ya menantu ku sayang" mencium pipi rose


"kazuya ikut ke ruangan bawah,kamu tahukan apa yang kamu lakukan!" menatap tajam


kazuya mengangguk dan pergi mengikuti papanya hati rose merasa sangat kacaw dan dia merasa bersalah melihat kazuya saat ini


"malam ini kami tidur dengan mama ya sayang,mama ingin menghabiskan sepanjang malam ini dengan kamu." mengandeng tangan rose


"tapi ma.. bagaimana dengan kazuya?" khawatir


"tidak usah perdulikan anak itu,dia sudah besar mama dan papa hanya bisa beberapa hari di sini setelah itu kami akan pergi lagi. apa kamu ingin membuat mama kecewa sayang" tatapan wajah sendu


"titidak ma.." menggeleng kepala


"anak baik, Adam kamu pergi temani kazuya bermain dengan papanya" memberikan isyarat

__ADS_1


"baik mama" pergi menyusul kazuya


Haruka merasa tidak percaya dengan apa yang dilakukan kedua orang tua kazuya,"kenapa tidak sesuai dengan rencana ku" merasa kecewa


__ADS_2