Kisah Ku Yang Kelabu

Kisah Ku Yang Kelabu
KKB//sesion 2


__ADS_3

setelah mencari kesana dan kemari akhirnya rose berjumpa dengan Kenzo yang sedang berbicara dengan beberapa anggotanya


"kak apa kamu ada waktu sebentar ada yang ingin aku bicarakan"


"baiklah" memberikan isyarat untuk bubar


kenzo mengikuti langkah kaki rose yang menuju ke kamarnya


"untuk apa kamu mengajak aku ke sini?" tanya kenzo heran


"kakak jangan berfikir yang enggak-enggak masuk saja sini dan tutup pintu kamarnya" perintah rose yang duduk di sofa


kenzo menuruti perkataan rose dan tetap berdiri menjaga jarak dari adik iparnya


"kak apa yang sudah kamu ajarkan kepada amora?" dengan wajah serius


"maksudnya gimana aku kurang mengerti" tidak berani menatap rose secara langsung


"seharusnya kakak pasti mengerti kan apa yang aku maksud"


kenzo masih memalingkan wajahnya "waduh mampus aku apa jangan-jangan dia sudah tahu dengan yang kami rencanakan" kata kenzo di dalam hatinya


"kak"teriak rose yang membuat kenzo tersadar dari lamunannya


"ah..maaf aku lagi tidak fokus karena terlalu banyak pekerjaan yang di berikan kriss kepada ku" alibi kenzo sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal


"ya sudah lah lagian itu bukan hal penting hanya saja kemana kakek buyut kriss?"


pertanyaan yang tidak ingin di jawab oleh kenzo malah di pertanyakan oleh rose, "bagaimana caranya agar terlepas dari pertanyaan ini" kata kenzo di dalam hatinya


"kak" teriak rose


"kak bisa kah serius sedikit" mulai kesal


"oh pria tua itu lagi di luar negeri"


"hmm pantas saja kalian bisa segampang ini menyetujui permintaan amora yang cukup konyol"


"bagi kamu itu hanya permintaan yang konyol tapi kami semua adalah sebuah harapan yang sudah lama ingin kami lakukan"

__ADS_1


rose tercengang dengan perkataan kenzo yang di luar ekspektasi rose selama ini


"kak bagaimana kalau suatu saat kakek kriss tahu dengan hubungan kami, aku gak bisa kak jika suatu saat harus terbangun dari mimpi yang indah ini" menunduk menahan perasaan yang bergejolak di dadanya


"untuk apa kamu mengkhawatirkan hal yang belum pasti terjadi, nikmati lah hal yang indah ini sebaik-baiknya" mengelus kepala rose dengan lembut


"kak aku masih belum terbiasa dengan semua ini apa aku berhak bahagia" air mata mulai berlinang di pelupuk mata


"shi* aku tidak pandai menghibur wanita dan sekarang adik ipar menangis di hadapan ku" gerutu kenzo


"kamu berhak bahagia rose kamu layak mendapatkan semua yang kamu inginkan sekalipun itu sulit pasti akan kami lakukan demi kamu, hemm apa kamu butuh pelukan biasanya jika wanita menangis memerlukan pelukan dari sahabat nya" dengan nada canggung


"hahaha sejak kapan kakak seperti ini" ketawa terbahak-bahak


"terserah" berjalan keluar dari kamar dengan wajah yang memerah menahan malu


kenzo yang keluar dari kamar berpapasan dengan kriss yang ingin masuk kedalam kamarnya


"apa yang kamu lakukan keluar dari kamar ku?" mengerut kan alis nya


"sebaiknya kamu menghibur rose dia lagi sedih di sekarang" berjalan melewati kriss


"wow seperti nya kamu sedang bahagia apa tidak mau menceritakan hal yang lucu,yang kalian bicarakan" mulai cemburu


"kriss" air mata yang sudah jatuh membasahi kedua pipinya


kriss berjalan mendekati rose dan memeluk tubuhnya


"ada apa cerita sama aku" bujuk kriss


"bagaimana aku bisa cerita sama kamu kalau kamu lah yang membuat masalah untuk ku" mendorong tubuh kriss


"maaf" dengan suara lirih


rose yang tidak percaya dengan perkataan kriss mencoba bertanya "kamu bilang apa aku gak dengar"


"aku bilang maaf, maaf kan aku atas apa yang selama ini aku lakukan ke kamu aku minta maaf ke kamu walaupun aku tahu aku gak pantas mendapatkan maaf dari mu"


"sudah lah aku sudah memaafkan mu" berjalan menjauhi kriss

__ADS_1


"aku tahu kamu sudah memaaf kan aku tapi kamu tidak bisa melupakan semua yang telah aku lakukan"


rose hanya diam dan menatap datar ke arah kriss yang terlihat dilema


"sudah lah aku gak mau membahas apapun sama kamu sebaiknya kamu keluar karena aku gak mood melihat wajah mu itu"


krisa berjalan mendekati rose dan berjongkok di hadapan rose kedua tangannya memegang tangan rose saat ini


"apa yang kamu lakukan?" merasa heran dan mencoba untuk melepaskan tangan kriss


"bisa kah kamu berikan aku satu kali lagi kesempatan untuk bersama dengan mu, aku hanya ingin kamu yang menjadi satu-satunya wanita dalam hidupku"


"gak bisa" bantah rose tanpa perasaan


"sekali aja"


"aku bilang gak bisa ya gak bisa" memalingkan wajah


"ayolah sekali aja, jika aku bisa membuat kamu jatuh cinta lagi dengan ku maka kita akan benar-benar menjadi sepasang suami-istri bagaimana?" tawar kriss dengan senyuman licik nya


"hei keong racun jangan kamu pikir aku mau terbujuk dengan janji manis mu, sudah cukup aku muak dengan janji aku mau bukti" tegas rose


"jadi kamu benar-benar mau berbaikan dengan ku makasih sayang" menarik tubuh rose kedalam pelukan nya


"hei lepas siapa yang ngizinin kamu peluk aku" menepis tangan kriss


"ayo kita liburan ke paris aku sudah mengatur jadwal untuk kita"


"aku gak mau pergi meninggalkan amora di sini dia masih sakit dan membutuhkan aku" tolak rose yang tidak ingin berduan dengan kriss


"lihat amora sudah mengizin kan kita pergi" memberikan vidio rekaman kepada rose


rose yang melihat rekaman hanya bisa diam tanpa kata, dengan cepat kriss menggendong tubuh rose dan berjalan keluar kamar


sontak rose menepuk dada bidang kriss sambil meronta-ronta " lepaskan aku, aku mau turun dengar gak" teriak rose yang membuat semua pelayan terkejut dengan aksi fulgar kriss


kenzo yang melihat hanya menggeleng kan kepalanya, " seperti nya biksu yang sudah lama berpuasa akan segera memakan daging" kata kenzo di dalam hatinya


(^_^)//(^_^)

__ADS_1


ayo tinggalkan jejak kalian


__ADS_2