Kisah Ku Yang Kelabu

Kisah Ku Yang Kelabu
KKB//sesion 2


__ADS_3

rose mudur dan memberikan sedikit ruang di antara mereka


"cepat beritahu atau aku akan menghabisi kamu"


"well pria tua yang sudah kamu singgung yang membantai keluarga kamu dan aku hanya memudah kan urusan nya saja" menatap sinis kearah rose


rose meremas rok mini yang dia kenakan dengan cepat rose menekan leher wanita itu dan memasukkan pil kedalam mulutnya


"apa yang kamu berikan ke aku?" teriak wanita itu


" aku hanya membuat kamu merasakan hidup segan mati pun enggan, dalam waktu tiga hari kamu akan merasa tersiksa seperti ribuan serangga menggigit seluruh organ dan tubuh mu" melangkah keluar pintu


"dasar wanita jal*ng aku akan membunuh mu" berteriak dan berlari ke arah rose


Dengan sigap rose menendang wanita itu hingga tersungkur ke lantai membuatnya tidak bisa bergerak


"kamu hanya lah serangga yang tidak layak bertarung langsung dengan ku" berbalik dan pergi


rose melangkah keluar dari rumah sakit, hatinya sangat gusar saat ini rose mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi Kriss untuk membagi sedikit masalah yang dihadapi nya


panggilan yang di alihkan ke kotak suara membuat rose sangat kesal rose masuk kedalam mobil dan kembali kerumah


rose menatap rumah yang pernah di tempati oleh nenek dan dirinya membuat rose meneteskan air mata


"hiks hiks nenek ini semua salahku tidak seharusnya aku melibatkan nenek hanya karena keegoisan ku hiks hiks nenek maaf kan aku" rose terduduk lemas di teras rumah


hingga sebuah rangkulan hangat yang memeluk tubuhnya memberikan kekuatan untuk rose


"tenang ada aku disini"


rose mendongak kan kepalanya dan melihat pria yang mencintai nya sedang memeluk dirinya


"kazuya hiks hiks" menangis dengan histeris


Kazuya menggendong tubuh rose ala bridal menuju kamar yang berada di lantai atas, pelayan yang melihat kedatangan kazuya tidak berani memandang mereka terlalu lama


Kazuya meletakkan rose dengan perlahan ke atas tempat tidur


"kazuya jangan tinggalkan aku" menarik tangan Kazuya yang ingin meninggalkan kamarnya


"aku akan di sini menemani kamu jadi kamu istirahat ya" membelai kepala rose dengan lembut


"kazuya bagaimana dengan pemakaman nenek aku tidak ingin melibatkan polisi aku mau kasus ini di tutup dan nenek di makam kan dengan layak"


"baik lah aku akan menyuruh orang ku untuk melakukan apa yang kamu mau jadi besok kita bisa memakam kan nenek dengan layak"


"hiks hiks terimakasih" menangis dalam dekapan Kazuya hingga tertidur pulas


rose terbangun dari tidur dan melihat Kazuya yang duduk di sebelah ranjang sambil memegang tangan rose


"hmmm jam berapa ini?"


"sekitar jam tujuh pagi kamu mau sarapan?"


"aku tidak lapar di mana ponselku?"


"oh aku menyimpan nya di laci sebentar ya aku ambilkan untuk mu" mengambil ponsel rose yang ada di laci sebelah tempat tidur


rose mengecek layar ponselnya tapi tidak ada satupun panggilan dari Kriss dan hanya sebuah pesan dari orangtuanya yang akan datang ke acara pemakaman nenek


"ada apa?" melihat rose yang cemberut


"tidak apa-apa hanya saja aku bingung kenapa Kriss tidak bisa di hubungi bahkan orang-orang ku juga tidak bisa menemukan keberadaan nya"


"mungkin dia sedang dalam kesulitan maka nya tidak bisa di hubungi,sudah lah jangan di pikir kan lagi sebentar lagi jenazah nenek akan segera sampai ayo kamu siap-siap aku akan tunggu di bawah" mengelus kepala rose dan berjalan keluar kamar

__ADS_1


***flashback on


satu bulan yang lalu***


Kazuya sedang duduk termenung memikirkan rose yang akan segera menikah dengan Kriss hatinya tidak setegar batu karang yang kuat menerima terjangan ombak


Kazuya tidak rela melepaskan rose begitu saja dia terus berpikir bagaimana caranya membatalkan pernikahan mereka


tok tok tok suara pintu di ketuk dari luar


"tuan apa saya bisa masuk?" suara pelayan wanita


"masuk lah Haruka"


Haruka adalah seorang wanita bangsawan yang menjadi tahanan Kazuya lebih dari lima tahun dan dia juga memiliki perasaan terhadap kazuya


"tuan ini makanan yang saya siapkan sendiri untuk tuan" meletakkan makanan di atas meja


"kalau begitu keluar lah aku masih banyak urusan yang harus di selesaikan"


"tuan apa kamu sedang gelisah karena bertengkar lagi dengan nona rose?" mencoba mendekati Kazuya


"hemm "menghela nafas panjang


"bagaimana kalau tuan cerita dengan saya ,saya akan bantu tuan untuk berpikir lebih baik dua orang menyelesaikan masalah bersama daripada hanya seorang diri"


"kamu benar" menatap wanita yang ada di depannya saat ini


Kazuya menceritakan semuanya kepada haruka berharap dia bisa memberikan solusi atas permasalah nya


Haruka yang mendengar perkataan Kazuya merasa kesal dan ingin segera menghabisi rose agar dirinya bisa menjadi istri Kazuya


"tuan sebaiknya anda bekerjasama dengan kakek buyut kriss untuk membuat kekacauan,musuh dari musuh kita adalah teman asalkan dia bisa membuat nona rose dan kriss berpisah bukan kah itu suatu yang setimpal"


Kazuya terdiam sejenak dirinya pernah berpikir seperti itu tapi dia takut jika rose akan membenci dirinya dan memutuskan hubungan mereka


"ayolah tuan hanya ini satu-satunya solusi dari masalah tuan dan nona rose"


"tidak lebih baik aku merelakan dia bersama dengan pria itu daripada aku harus kehilangan rose untuk selamanya, sebaiknya kamu keluar sekarang" semakin merusak suasana hati


"tapi tapi tuan"enggan untuk keluar dari ruangan


"aku tidak suka mengulang kata-kata ku lagi" melotot kearah Haruka yang membuat Haruka bergidik merinding dan keluar dari ruangan Kazuya


tanpa sepengetahuan Kazuya, Haruka mencari keberadaan kakek buyut Kriss dan membuat rencana untuk bertemu dengan pria tua itu


Kazuya tahu apa yang akan di lakukan Haruka tapi dirinya tidak perduli dengan teran-saksi di antara mereka selama rose baik-baik saja Kazuya akan tetap diam dan seolah-olah tidak tahu apa-apa


flashback off


suara sirene ambulance terdengar jelas kearah rumah rose,rose berjalan keluar dari kamar dan menuruni setiap anak tangga


rose melihat setiap sudut ruangan yang tadinya berlumuran darah kini sudah bersih dan seakan tidak terjadi apa-apa batas polisi yang berada di


halaman rumah pun sudah tidak ada


rose melihat mobil ambulance yang masuk kedalam halaman rumahnya dan menurunkan jenazah nenek nya


kedua kaki rose lemas dan tidak mampu untuk berdiri tegak,Kazuya yang melihat segera memapah tubuh rose untuk masuk kedalam rumah


rose terus menatap ponsel milik nya tapi tidak ada telpon ataupun pesan dari orangtuanya,rose mencoba menelpon mamanya tapi tidak ada yang menjawab begitu juga dengan papa tirinya yang tidak mengangkat telpon dari rose


"rose apa masih mau menunggu orangtua kamu?" tanya Kazuya yang melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi


"tidak usah menunggu lagi sebaiknya kita segera ke pemakaman"

__ADS_1


"baiklah" berjalan mencari orang-orang nya untuk membantu acara pemakaman


setelah beberapa jam akhirnya acara pemakan pun berjalan dengan lancar tapi tidak ada satupun kerabat atau saudara yang datang ke pemakaman ataupun ke rumah duka


hanya tetangga terdekat dan orang-orang Kazuya serta klan azumi yang menemani rose saat ini


"hari sudah mulai malam kamu istirahat lah" membujuk rose yang sedari tadi menunggu kedatangan orangtuanya


"aku merasa khawatir dengan orangtua"


Kazuya mengerti dengan perasaan rose dan mencoba untuk menenangkan nya


"aku akan menyuruh orang-orang ku untuk melacak keberadaan orangtua mu" melangkah pergi meninggalkan rose yang masih duduk di ruang tamu menunggu kedatangan orangtuanya


setelah beberapa menit akhirnya Kazuya kembali dengan kabar buruk


"bagaiman apa ada kabar?" merasa khawatir


"sudah ada kabar tapi ada yang janggal dan masih di selidiki"


"coba jelaskan" menarik tangan Kazuya


"begini mobil yang di kendarai orangtua kamu mengalami kecelakaan di tol tapi aneh nya tidak ada satupun orang yang berada di dalam mobil"


"berarti kalau sepeti itu mereka masih hidup aku yakin itu, mereka pasti baik-baik saja" mencoba menyemangati diri sendiri


"aku juga berharap seperti itu, sekarang kamu makan dulu ya kamu sudah tidak makan dari semalam dan sangat sibuk beberapa hari ini" membujuk rose


"tapi aku tidak nafsu untuk makan" memalingkan wajah


"ayolah apa kamu lupa kalau kamu sedang hamil kasihan anak kamu jika kamu terus begini" mencoba untuk membujuk rose sekali lagi


"baiklah tapi hanya sedikit saja" berjalan ke arah dapur


Kazuya yang melihat hanya mengikuti rose dari belakang sesampainya di dapur Kazuya mendahului rose untuk memasak


"apa yang kamu lakukan?" merasa heran


"tentu saja memasak untuk kamu"


"tidak usah memasak makan berat aku hanya ingin memakan roti lapis saja"


"baiklah aku akan membuat kan nya untuk kamu jadi kamu duduk yang tenang di sini ya" mulai menyibukkan diri


Kazuya yang sudah selesai membuat roti lapis sesuai permintaan rose segera memberikannya kepada wanita yang dia cintai


"bagaimana apa lezat?"


"sangat sangat lezat terimakasih" tersenyum manis ke arah Kazuya


"kalau begitu habiskan lah dan juga minum susu hangat ini ya" menyerah segelas susu ke rose


rose hanya tersenyum manis dan memakan roti nya dengan lahap hingga habis, tiba-tiba ponsel rose berdering rose segera mengangkat panggilan dari mama nya


"mama kamu dimana apa kalian baik-baik saja?" merasa khawatir


"hahaha sungguh sebuah lelucon kau berharap mama kamu menghubungi mu, sungguh sangat naif"


"siapa kamu dimana mama ku?"teriak rose yang mulai kesal


"datang lah ke pinggiran kota saat tengah malam,aku akan menunggumu di sana dan ingat jangan membawa orang-orang mu atau aku akan menghabisi keluarga mu ini" mematikan panggilan dengan rose


rose terkejut mendengar perkataan wanita yang tidak dia kenal menghubungi dirinya dengan ponsel mama


"masalah apalagi ini" gerutu rose kesal

__ADS_1


(^_^)//(^_^)


jangan lupa tinggalkan jejak ya


__ADS_2