
setelah selesai membersihkan badan dan menganti pakaian kriss mengajak rose keluar dari hotel dan kembali ke mension mereka
dari kejauhan alex melihat kepergian rose dengan kriss tatapan nya penuh dengan kebencian dan tidak keikhlasan melihat kebersamaan mereka
"kenapa harus bersama dengan nya" gerutu alex sambil memukul dinding yang ada di sebelahnya
sepanjang perjalanan rose menatap ke arah luar jendela melihat ke setiap orang yang berlalu-lalang di jalanan
"kapan kita akan sampai?"
"sebentar lagi" fokus menyetir
"barang-barang di hotel belum aku beresin kenapa tiba-tiba kamu bilang kita pindah ke mension?" merasa kesal
kriss memberhentikan laju mobilnya dan menatap heran ke arah rose
"bukan kah semalam sebelum tidur aku sudah bilang kita akan ke mension dan kamu juga sudah setuju"
rose terdiam dan mulai mengingat kejadian yang di maksudkan kriss
"hah maaf sayang aku lupa kalau gitu gimana dengan barang-barang kita laptop aku tertinggal di sana"
"jangan khawatir aku sudah menyuruh kenzo membereskan barang-barang kita setelah kita keluar dari hotel" mengelus rambut rose dengan lembut
"apa amora juga ada di sini?" sangat antusias mendengar kedatangan kenzo
"amora sudah menunggu di mension"
"kalau gitu percepat laju nya kita harus segera sampai, tapi sebelum itu kita harus beli sesuatu untuk amora"
"gak usah beli apa-apa amora tidak k kekurangan apapun" mulai menginjak pedal gas mobil
rose terdiam dan sejujurnya dia merasa kesal mendengar perkataan kriss tapi rose hanya diam dan tidak ingin berdebat dengan kriss saat ini
setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang akhirnya mereka sampai di mension bagian barat
rose turun lebih awal dan meninggalkan kriss yang masih di dalam mobil,rose segera masuk dan mencari-cari keberadaan putri kecilnya
terlihat amora yang sedang bermain dengan pelayan rumah mereka
"amora" suara bergetar memanggil putrinya
amora berbalik ke arah suara yang memanggilnya setelah melihat rose,amora segera meninggalkan pelayan dan menghampiri rose
"bundha" berteriak dan berlari ke arah rose
amora memeluk pinggang rose dengan erat seakan tidak ingin lepas dari rose,rose melepaskan pelukan mereka dan sedikit berjongkok untuk membalas pelukan amora
__ADS_1
kriss yang memandang ke arah dua wanita yang dia sayangi merasa sangat bahagia, kriss mendekati rose dan amora lalu memeluk tubuh mereka berdua
pelayan yang ada di sana sangat bahagia melihat kriss dan amora bisa tersenyum bahagia dengan kedatangan rose
setelah puas dengan pelukan dari kedua orangtuanya amora mengajak kriss dan rose menuju kamar nya
kriss mengikuti langkah kecil amora begitu juga dengan rose hingga akhirnya sampai di kamar rose
rose dan kriss merasa terkejut melihat beberapa tumpukan goni yang ada di kamar amora
"apa-apaan ini" kriss terkejut
"ayah amora ingin punya adik kata paman kalau amora ingin memiliki adik maka amora harus membeli banyak tepung untuk kalian" sangat antusias menunjukkan tumpukan goni berisi tepung kepada rose dan kriss
kriss terkejut mendengar perkataan putrinya sekaligus merasa sangat lucu dengan kepolosan amora, walau putrinya termasuk anak yang cerdas
serta memiliki IQ yang melebihi anak di seusianya tapi amora tetaplah anak-anak yang masih lugu dan juga polos
"baiklah ayah akan menyuruh pelayan untuk memindahkan semua tepung ini ke kamar kami" mengelus kepala amora dengan lembut
"ayah amora ingin memiliki adik perempuan ya,amora ingin mengajak nya main boneka bersama dan bermain ke taman bersama"
"baiklah tapi sebelum itu kamu harus bertanya kepada bunda kamu" melirik ke arah rose
rose mengalih kan pandangan nya dan amora pun melangkah ke arah rose
"iya iya bunda akan buat kan tapi tidak sekarang ya sayang"
amora hanya bisa berdecak kesal mendengar perkataan rose dan meninggalkan kedua orangtuanya yang masih berada di kamarnya
rose ingin mengejar amora tapi langkahnya harus terhenti oleh kriss
"lepas"
"aku gak mau"menggenggam semakin kuat
"aku mau mengejarnya" mencoba melepaskan genggaman tangan kriss
"untuk apa mengejarnya kamu mau berbohong dengannya dan memberikan janji palsu, sebaiknya urungkan niat kamu jika hanya memberi sebuah harapan yang tak pasti untuknya"
rose terdiam mendengar perkataan kriss dan dia hanya bisa duduk di ranjang kamar amora sambil menatap wajah manis amora yang tersenyum dengan tatapan polos nya
kriss meninggalkan rose yang masih berada di kamar amora, kriss berjalan menuruni anak tangga dan mencari keberadaan amora
duuaarr..suara tembakan terdengar di lorong mension dengan cepat kriss berjalan ke arah suara itu
melihat amora yang berlumuran darah kriss semakin panik dan mengecek tubuh amora
__ADS_1
"apa kamu baik-baik saja?" melihat seluruh bagian tubuh amora
amora hanya diam dan tatapan kedua matanya menjadi kosong wajahnya datar tanpa ekspresi,kriss yang melihat amora menggenggam pistol milik nya segera merebutnya dari tangan amora
kriss menggendong tubuh amora menuju ruang bawah mension dan menyuruh pelayan untuk membersihkan tempat agar rose tidak menyadari nya
setelah sampai di ruang bawah tanah kriss melepaskan pakaian yang amora kenakan dan memandikannya
setelah selesai merapikan diri amora kriss mengajak amora duduk di sofa panjang sambil memberikan susu hangat kepada amora
"sayang minum susunya"
"ayah..apa ayah marah amora sudah membunuh anjing husky milik ayah"
"untuk apa ayah marah jika sudah terjadi maka biarkan saja, tapi sayang apa kamu tidak khawatir jika bunda kamu tahu kalau kamu seperti ini" mencoba memberikan arahan kepada amora
"amora tahu ayah tapi amora sangat kesal dan rasanya amora ingin meluapkan emosi yang amora tidak ingin lakukan, seperti ada sesuatu yang berbisik di kepala amora hiks..hiks" menangis di dekapan kriss
kriss sadar apa yang terjadi dengan amora bukan lah sebuah penyakit mental biasa gen dari kriss yang menyebabkan amora memiliki kelainan seperti kriss
kelainan ginetik yang tidak ingin di turun kan kriss kepada amora tapi apalah daya kriss hanya manusia biasa
"sekarang kamu harus tenang terlebih dahulu jangan biarkan emosi mengontrol kamu ya, kamu harus belajar mengatur suasana hati kamu"
"hiks...hiks amora sudah berusaha ayah tapi amora gak bisa hiks"
kriss yang melihat putrinya seakan melihat dirinya sendiri ketika gangguan mentalnya terguncang
kriss melepaskan pelukannya dan mengambil beberapa butir obat kepada amora
"minumlah"
amora hanya menatap lalu tanpa berpikir amora mengambil obat yang di berikan ayahnya kepada nya
lalu perlahan-lahan amora mulai tenang dan tertidur di pelukan kriss, kriss yang melihat amora tertidur menggendong tubuh amora
rose yang sudah mencari kemana-mana akhirnya bertemu kriss yang berjalan keluar dari labirin sambil menggendong amora
"apa dia tidur?"
kriss hanya mengangguk dan melewati rose menuju kamar amora
setelah meletakkan amora kriss menyuruh beberapa pelayan untuk membuang semua tepung yang ada di kamar amora
(^_^)//(^_^)
waduh apa amora akan menjadi pisiko seperti kriss??
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak kalian