
tiga hari telah berlalu dan kazuya terus tanpa henti membujuk rose menerima dirinya
"ayolah rose menikah lah dengan ku,apa kamu merasa jika menikah dengan ku hidup mu akan susah"
"ya seperti itu lah"
"itu tidak akan mungkin, lihat aku" menarik wajah rose untuk menatap nya
"kenapa tidak mungkin?, kamu tahu kan aku sangat menyukai uang. kamu tidak punya uang" menujuk kazuya
"hahaha...wanita yang aku suka memang berbeda,kami lah orang pertama yang takut jika hidup susah dengan ku." merasa tidak percaya
sejujurnya rose hanya asal bicara tidak di sangka reaksi kazuya berbeda dari apa yang di harap kan rose
"jika kamu menikah dengan ku,sepuluh bahkan ribuan anak dan cucu harta ku tidak akan habis" menyombongkan diri
"hemm sultan mah bebas ya" cuek
"rose aku bersedia menikah dengan mu karena aku tidak ingin melihat kamu susah ataupun sedih,jadi menikah lah dengan ku" terus berusaha membujuk
"baiklah aku setuju tapi aku ada syarat"
"syarat apa?" penasaran
"pertama aku tidak ingin pernikahan tersebar di media dan tidak ingin melakukan resepsi hingga aku melahirkan"
"lalu apa lagi" tidak sabar
"kedua kita harus memiliki ruang pribadi masing-masing dan untuk syarat ke tiga aku mau selama kita berhubungan tidak ada boleh wanita lain di hidup mu selain aku dan pernikahan ini akan berakhir jika aku meminta kita berpisah. apa kamu bisa menyetujui nya?" menatap wajah kazuya
"tentu aku akan setuju,aku akan menyuruh Nakagawa untuk menyiapkan berkas untuk kita tanda tangani" memeluk tubuh rose
"terimakasih" membalas pelukan
__ADS_1
"betapa bodoh nya aku dulu tidak bisa melihat pria yang ada di depan ku ini,mulai sekarang aku akan menghargai kamu" berkata di dalam hati
"rose kamu jangan menyesal ya jika sudah menikah dengan ku." memberi ruang di antara mereka
"aku tahu tapi kamu harus berjanji, walaupun kita akan menikah kamu jangan coba-coba melakukan hal yang tidak senonoh dengan ku." bersikap tegas
"aku berjanji dengan nyawa ku, aku tidak akan sembarangan menyentuh mu jika aku melanggar janji ku aku rela kehilangan nyawaku"
"hahaha tidak perlu sampai seperti itu,kita masih punya waktu yang panjang."
"hemm jika aku mencium kening,pipi atau bibir kamu boleh kan?"menanti jawaban
"tentu saja boleh tapi kamu jangan melewati batasan ya" tatapan membunuh
kazuya sangat terkejut saat melihat ekspresi rose yang seakan kembali seperti dirinya yang dulu,wanita tegas tidak berperasaan saat membunuh seseorang tanpa berkedip dan bersikap sangat dingin terhadap orang lain.
"kazuya masalah kita sudah di bahas sekarang apa kamu bisa keluar?" tersenyum manis
"iya..ya aku akan menyuruh Nakagawa untuk memanggil mu jika berkas sudah siap" berjalan keluar
setelah lima belas menit Nakagawa datang dan menyuruh rose ke ruang kerja,terlihat kazuya yang sudah duduk manis dan tersenyum bahagia menanti kedatangan rose
"kamu baca dulu berkas ini" menyerahkan ke rose
rose membaca setiap lembaran yang ada dan dahi nya mengernyit
"kenapa isi nya seperti ini?" merasa tidak puas
"aku hanya menbahkan beberapa syarat saja apa kamu tidak terima?" merasa kecewa
"kamu pikir saya tempat reproduksi,masa kamu akan menyetujui permintaan perceraian Ku jika aku memberikan anak sebagai kompensasi" merasa tidak masuk akal
"rose aku tahu kamu sudah lupa peraturan di keluarga ku, tapi aku melakukan hal seperti ini demi kebaikan kamu dan aku. jika kamu meminta perceraian saat kamu belum memberikan penerus keluarga ini nyawa kamu dan anak itu akan dalam bahaya. di tambah lagi aku akan di paksa menikah oleh wanita lain." wajah bersedih
__ADS_1
"aku tidak setuju" tetap keras kepala
"apa kamu tega melihat aku menikah dengan wanita lain dan di paksa melakukan hubungan itu" menghela napas panjang
"aku tahu kamu tidak perduli,tapi aku perduli aku tidak mau wanita lain melahirkan anak ku selain kamu dan saat kamu meminta untuk bercerai aku juga tidak akan menikah dengan wanita lain karena cukup hanya kamu yang ada di hidup ku" bersikap tegas
rose tidak bisa berkata apa-apa lagi saat melihat ketulusan kazuya,dengan terpaksa rose menandatangani berkas dan berjalan keluar ruangan
"rose jangan pergi!" menarik tangan rose
"aku ingin berjalan di pantai" menepis tangan kazuya
kazuya mengikuti rose sepanjang pantai, hingga rose merasa kesal
"kenapa kau terus mengikuti ku" kesal
"aku hanya ingin berjalan bersama dengan mu,aku tahu kamu marah dan kecewa tapi aku ingin menghibur mu. aku tidak tahu bagaimana cara membujuk seorang wanita aku harap kamu bisa mengerti"
rose yang mendengar perkataan kazuya merasa sedikit lucu
"hahahaha.... kemari lah zuya can"tersenyum manis
"kamu memanggil aku apa barusan?" merasa tidak percaya
"zuya can" berjalan mendekati kazuya
"kkkamu" wajah memerah
rose berjalan semakin dekat dan mencium pipi kazuya "aku tidak marah lain kali jika aku marah atau sedang tidak mood kamu bisa mencium ku seperti ini" mencium pipi kazuya dan memeluk nya
"terimakasi zuya can" berbisik di telinga kazuya
kazuya mendorong tubuh rose secara refleks
__ADS_1
"hemm aku masih ada urusan aku pergi dulu" berjalan dengan cepat
kazuya sering menggoda rose tapi rose selalu menolaknya dan perubahan sikap rose sangat membuat kazuya bingung sekaligus terkejut