Kisah Ku Yang Kelabu

Kisah Ku Yang Kelabu
KKB/// sesion 2


__ADS_3

Rose sadar kriss masih berada dalam ruangan yang sama dengan nya, rose segera duduk di pinggir tempat tidur ," kamu silahkan keluar dari ruangan ini. ", kata rose dengan nada kesal.


" kenapa aku harus keluar? kalau besok aku akan menjadi suami kamu nanti nya. ", kata kriss dengan santainya sambil tidur di sebelah ranjang milik rose.


" kau... dasar tak tau malu, aku menyetujui menikah dengan mu hanya sekedar untuk kesehatan amora, jadi jangan berfikir menyentuh ku atau berharap kalau aku akan menjadi istri sesungguhnya untuk mu. ", kata rose dengan nada tinggi.


" ya...ya...ya... terserah kamu mau bilang apa, yang jelas besok aku adalah suami kamu. ", kata kriss dengan nada mengejek.


Rose sangat kesal melihat tingkah kriss saat ini, " ok... kalau kamu tetep kekeh gak ingin keluar dari kamar ini, maka aku yang akan keluar dari sini. ", ancam rose.


" baiklah... silahkan keluar nyonya perseon.", kriss menjawab dengan suara meledek.


Rose benar-benar kesal di buat kriss saat ini, tapi dia jugak tak ingin mengalah dengan kriss semudah itu.


" ok... kalau gitu aku akan tidur di sofa. ", kata rose dengan kesal sambil mengambil selimut dan bantal yang ada dan berjalan menuju sofa.


" welll... selamat malam ", kata kriss dengan santainya dan tak memperdulikan rose yang tidur di sofa.


Rose sangat terkejut mendengar perkataan kriss, pria yang dia lihat sekarang jauh berbeda dengan pria yang pernah dia temui dulu.


"kriss sudah jauh berubah.. ", kata rose di dalam hatinya.


Rose mulai tertidur dengan lelap, sedangkan kriss yang masih terjaga melihat rose yang tertidur dengan lelap di sana merasa hatinya sakit.


Kriss berjalan mendekati rose dan mengangkat tubuhnya, kriss meletakkan tubuh rose di atas ranjang dengan perlahan.


" kamu masih sama seperti dulu..", kata kriss sambil mencubit hidung rose.


Kini matahari sudah terbit dan malam yang panjang telah berlalu, rose bangun dari tidurnya akan tetapi tidak melihat keberadaan kriss di dalam kamar ini.


Rose yang terbangun dan melihat dirinya berada di atas ranjang merasa yakin bahwa kriss yang memindahkan dirinya tadi malam.


Rose mengambil telpon genggam nya dan mencoba menghubungi kazuya.


Tut...tut...tut....tut... suara telpon berdering,


" hallo ada apa rose? ", tanya kazuya dari seberang telpon.


" kazuya hari ini kriss mengajak ku untuk menikah. ", kata rose dengan tenang.


" apa...", teriak kazuya yang terkejut dan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan.


" lalu kamu mau menikah dengan nya, bagaimana dengan balas dendam kamu ke keluarga perseon? ", tanya kazuya.


" ntah lah aku bingung...aku melakukan ini semua bukan karena ke inginan ku, akan tetapi demi anak ku amora. ", jawab rose.


" ini semua bukan ke inginan kamu jadi untuk apa memaksakan bersama dengannya. ", kata kazuya yang sudah mulai emosi.


" aku tau gak seharusnya aku melunak seperti ini, tapi saat aku melihat putri ku dalam bahaya... aku gak bisa diam saja. ", kata rose yang merasa frustasi.


" please aku mohon jangan menikah dengan nya. ", kata kazuya dengan nada merendah.

__ADS_1


" aku bingung kazuya...apa yang harus aku lakukan? ", kata rose.


" begini saja kalian lebih baik jangan menikah, berpura-pura saja kalian seperti sepasang suami istri di hadapan putri kalian. ", kata kazuya yang memberi saran kepada rose.


" kazuya amora bukan lah gadis kecil berumur 5 tahun pada umumnya, dia jauh lebih dewasa dan lebih peka. ", kata rose.


Kazuya hanya bisa diam mendengar perkataan rose, kazuya menarik nafas yang panjang sebelum berbicara dengan rose.


" rose aku sudah memberikan saran yang terbaik menurut ku,sekarang semua keputusan berada di tangan mu. "


" terimakasih atas saran dan masukan kamu, aku akan memikirkan nya. ", kata rose sambil menutup panggilan dengan kazuya.


Rose masih berdiam diri di kamarnya hingga suara pintu terbuka,rose melihat ke arah pintu.


" kak kenzo. ", kata rose yang melihat kedatangan nya.


" segera bersiap kita akan segera berangkat. ", kata Kenzo dengan dingin.


" kak... aku gak mau menikah. ", kata rose.


" kenapa? bukan kah menikah adalah hal yang kalian berdua inginkan. sekarang sudah terwujud kenapa tidak mau? ", tanya kenzo sambil menatap ke arah rose.


" kak... aku gak yakin dengan perasaan ku saat ini, di satu sisi aku tidak ingin menikah dengan nya tapi di satu sisi lain aku harus menikah dengan nya demi amora. ", kata rose sambil tertunduk.


" aku tau kau sangat sulit memutuskan semua ini, lebih baik ikuti kata hati mu. ", kata kenzo.


" kak... apakah kriss bisa di percaya, apa kriss bisa menjamin kebahagiaan ku dengan amora?


" aku tau keputusan kriss saat itu salah. ", kata kenzo yang berjalan mendekati rose dan duduk di sampingnya.


" kakak tau jika dia salah... tapi kenapa kak.. hiks...hiks... kenapa kalian gak memikirkan perasaan ku sebelum mengambil keputusan. ", kata rose sambil menarik kerah baju kak kenzo dan menangis di hadapan nya.


" maaf aku tau semua itu berat untuk mu...tapi aku bisa jamin dengan nyawa ku, kalau sekarang kriss sudah jauh lebih kuat untuk melindungi kalian. ", kata kenzo sambil memegang tangan rose.


Rose hanya diam dalam tangisnya, hingga dia sudah tau apa yang dia inginkan.


" ayo... kak kita pergi. ", kata rose sambil menyeka air matanya.


Rose keluar dari kamar nya menuju ruang makan, terlihat kriss yang sedang duduk sambil membaca koran dan secangkir kopi di tangan kanan nya.


" kriss... ", panggil rose.


Kriss yang mendengar rose memanggilnya segera meletakkan koran yang ada di hadapannya, " iya. ", jawab kriss.


" bagaimana keadaan amora? ", tanya rose sambil menarik kursi.


" sudah lebih baik, bagaimana keputusan mu? ", tanya kriss.


" aku...hemmm...aku mau menikah dengan mu tapi dengan beberapa syarat aku harap kau bisa menepati nya. ", kata rose.


" baiklah... aku akan menepatinya. ", kata kriss dengan senyuman yang mengembang di wajah nya.

__ADS_1


" aku gak mau hanya sekedar lisan tapi yang aku inginkan adalah janji yang tertulis di atas kertas hitam dan putih. ", kata rose sambil meminum susu yang ada di tangannya.


" baiklah. " , kata kriss yang kemudian memerintahkan kenzo untuk menyiapkan semuanya.


Kriss memakan sarapannya dan kemudian pergi dari ruangan itu menuju ruang kerjanya, rose hanya melihat tanpa bergeming.


Rose menghabiskan sarapannya lalu segera menyusul kriss ke ruang kerjanya.


Tok...tok...tok...tok... suara pintu di ketuk dari luar.


" kriss apa aku bisa masuk? ", tanya rose.


" silahkan masuk ", kata kriss dari dalam ruangan.


Rose masuk ke dalam ruangan terlihat kenzo dan kriss sudah menantinya, rose duduk di sofa yang tak jauh dari kriss.


" rose apa syarat yang kamu inginkan? ", tanya kenzo.


" aku punya 3 syarat untuk pernikahan ini,


syarat pertama : kriss tidak boleh memiliki hubungan lain selain diriku, tetapi dia bisa bebas memiliki wanita di luar sana dan begitu juga dengan ku.


syarat ke dua : kriss mau pun aku tidak boleh mencampuri hubungan pribadi masing-masing.


dan syarat yang ke tiga : pernikahan ini hanya bertahan selama 3 tahun tidak boleh ada kontak fisik dan aku ingin kompensasi setelah bercerai serta hak asuh anak.


oh... ya aku hampir lupa pernikahan ini tidak yang boleh tau selain keluarga inti dari kedua belah pihak. ", tegas rose.


" apa... maksud kamu, kamu gak mau publik tau tentang pernikahan kalian? ", tanya kenzo yang semakin terkejut mendengar perkataan rose.


Kriss yang mendengar semua persyaratan rose mengerut kan alis nya, " ada beberapa poin yang aku tidak setuju. ", kata kriss.


" apa itu? ", tanya rose sambil melihat kriss dengan tajam.


" aku mau hapus syarat yang ketiga, dimana kontak fisik tidak boleh di lakukan.", kata kriss.


" aku gak setuju. ", tegas rose.


" kalau kamu gak setuju maka pernikahan lebih baik di batalkan, karena menurut ku wajar berhubungan intim dengan istri sendiri itu salah satu kewajiban ku sebagai suami. ", kata kriss sambil tersenyum menggoda rose.


Rose sangat kesal mendengar perkataan kriss, " bisa-bisa nya di mengancam ku seperti ini. ", kata rose dalam hatinya.


Kriss masih melihat ke arah rose, sedang kan kenzo masih menunggu persetujuan dari rose untuk melanjutkan mengetik berkas nya.


" bagaimana jadinya? ", tanya kenzo yang memecahkan suasana.


" terserah...", kata rose yang sudah kesal di buat kriss.


Kenzo melanjutkan mengetik dan kemudian nge-printer berkas yang sudah selesai di ketik olehnya, kriss dan rose saling menandatangani surat perjanjian itu.


Kriss menyimpan berkas itu di dalam lemari besi miliknya dan rose keluar dari ruangan itu tanpa sepatah kata pun.

__ADS_1


(^_^)\(^_^)


__ADS_2