Kisah Ku Yang Kelabu

Kisah Ku Yang Kelabu
KKB//sesion 2


__ADS_3

pagi ini rose terbangun dan melihat sayup-sayup ke arah pria yang tidur di sebelahnya saat ini


otot kekar yang memeluk tubuh rose di dalam dekapannya membuat sesuatu bergejolak di hatinya saat ini


hidung yang mancung serta bibir yang berwarna merah muda alami dan bulu mata yang panjang,sungguh sempurna ciptaan Tuhan yang ada di hadapannya


tanpa rose sadari tangannya bergerak mengelus pipi kanan kriss, cupp...kriss mencium bibir rose dengan lembut


kedua bola mata rose terbelalak melihat aksi kriss di pagi hari " selamat pagi sayang" bangkit dari tidur tanpa rasa bersalah


"apa yang kamu lakukan kriss,apa kamu shio anj*ng" decak rose kesal sambil mengosok bibirnya dengan kasar


"oh aku lupa bilang kalau aku bukan shio anji*g tapi aku shio harimau yang siap menerkam kamu kalau kamu belum bangun dari tempat tidur sekarang juga"


rose yang mendengar segera bangkit dan berlari menuju kamar mandi


"hufff apa-apaan ini kenapa aku harus lari darinya uh..dasar bodoh" mengacak-acak rambutnya


kriss yang melihat tingkah rose saat ini membuat dirinya bernostalgia kembali ke zaman di mana semuanya masih sangat harmonis


tok...tok...tok...suara pintu kamar di ketuk


"ayah...boleh amora masuk?"


dengan cepat kriss berlari menuju pintu dan menghampiri amora, "kenapa kamu kesini?"


"amora rindu kalian berdua dan amora hanya ingin mastiin kalau ayah sama bundha benar-benar sudah menikah"


"coba kamu lihat ini cicin yang kamu pilih waktu itu dengan ayah sekarang sudah ayah kenakan jadi ayah sudah mendapatkan bundha sekarang tapi belum seutuhnya" berkata dengan wajah yang lesu


"gak apa yah ini sudah kemajuan yang hebat untuk sekarang, hem..lebih hebat lagi kalau amora akan segera punya adik kecil" mengeluarkan senyum jahilnya


"sudah-sudah ayo kembali ke kamar kamu, ingat kita masih harus berakting" tegas kriss


"iya iya tapi amora bosen ayah di kamar terus kapan amora bisa keluar bermain sama bundha dan ayah?" rengek amora


"secepatnya"


sesampainya di kamar kriss menyuruh perawat memasang semua alat ke badan amora serta menyuruh mua untuk mendandani amora


di rasa sudah cukup kriss kembali ke kamarnya dan melihat rose sedang mengaitkan be*a untuk menutupi gundukan sintal miliknya


kriss menelan saliva nya saat melihat lekuk tubuh rose yang bening seperti batu giok


"dasar penggoda" gerutu kriss


"akhhhhhh..." teriak rose kaget saat tangan kriss melilit di pingang rose

__ADS_1


"untuk apa terkejut seperti itu" merapikan rambut rose dan menenggelamkan wajah kedalam curuk milik rose


"tolong menyingkir lah jika kamu seperti ini aku akan bersikap kasar, karena kamu melanggar peraturan yang kita setujui" gertak rose


"baik baik lah aku akan menahan diri untuk saat ini, tapi aku gak bisa menjamin untuk tidak memangsa mu karena kamu sangat menggoda"


"dasar ca*ul pergi sana" melempar botol yang ada di meja rias


"hahaha" tawa kriss sambil meninggalkan rose menuju toilet


rose melihat pantulan wajahnya di cermin kedua pipinya bersemu merah saat kriss menjahilinya


plak plak plak...menampar kedua pipinya"stop rose kamu jangan terbawa perasaan dengan nya" cicit rose sambil melihat pantulan dirinya di cermin


flash back on


pagi ini amora menangis dan merengek untuk menemui rose tetapi kriss tidak bisa segampang itu membawa rose ke sanadia tahu jika dia memaksa rose dia tidak akan mau dan melawan terlebih-lebih rose sudah tidak percaya padanya.


"ayah amora mau bundha hiks..hiks.." rajuk amora


"sayang ayah akan bawa kamu ke bundha tapi sebelum itu kamu makan dulu dan minum obatnya" bujuk kriss dengan lembut


"gak mau" teriak amora sambil menutup mulut dengan kedua tangannya


kenzo yang melihat dua orang uang sedang bergulat dengan kata-kata segera menghampiri mereka


"stop kalian sudah sama dengan kucing dan anj*ng tau gak, aku punya cara bagaimana rose datang ke vila ini tanpa kita paksa" kemzo berdiri di tengah mereka berdua untuk melerai kriss dan amora


"tapi sebelum paman kasih tahu paman mau nanyak ke amora boleh!"


"boleh paman bisa nanyak apa aka ke amora, amora pasti akan jawab semuanya"


"apa amora tahu kalau berbohong itu dosa?" tanya Kenzo


"tahu paman terus hubungan nya apa dengan bunda?"


plakkk..kk..suara pukulan di pundak kenzo tatapan mata yang tajam mengisyaratkan bahwa kriss menolak untuk mengajak amora berbohong


"au.. apa-apan kamu kriss?" memegang pundaknya


"aku tahu apa tujuan kamu tapi aku gak setuju kamu mengajarkan hal yang salah ke amora"


"ayolah melanggar sesuatu sesekali itu tidak masalah, lagian cuman ini satu-satunya cara agar kalian bisa bersama percaya lah"


kriss hanya diam mendengar perkataan kenzo sedangkan amora masih penasaran dan terus bertanya dengan kenzo


"paman jangan dengarkan ayah, paman katakan saja apa pun akan amora lakukan asal bundha bisa bersama dengan amora"wajah mulai bersedi

__ADS_1


"baiklah terserah kalian jika ingin melakukan sesuatu segera lah, selagi dia tidak ada di sini"kriss mengangkat tubuh Amora dan menaruhnya di atas pangkuannya


kenzo mulai memberitahu rencana yang akan di lakukan setelah amora dan kriss paham rencana segera mereka lakukan


flashback off


rose yang sudah selesai merias diri segera keluar dari kamar dan menuju kamar amora, "bagaimana keadaan anak saya dok?"


"kondisinya sudah jauh membaik mungkin dalam waktu dekat dia sudah bisa beraktivitas seperti biasa lagi" melihat rekam medis amora


"syukurlah" bejalan mendekati amora


amora membuka kedua matanya dan melihat ke arah rose, "bundha" panggil amora


"Iya sayang" menggenggam tangan amora


"bundha benar-benar sudah nikah sama ayah?" tanya amora penasaran karena tidak bisa hadir di acara kriss dan rose


"iya sayang" menunjukkan cicin yang melingkar di jari manisnya


"wow syukur lah amora sangat senang bundha, bundha bisakah amora minta sesuatu sekali lagi!"raut wajah memelas


"boleh sayang,amora mau minta apa sama bundha?" mulai merasakan firasat yang tidak enak


"amora menginginkan adik kecil yang lucu dan imut, bisakah bunda buatkan untuk Amora karena amora sudah meminta paman Kenzo menyiapkan bahan-bahan nya" wajah polos dan tak berdosa


"hah.." menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"maksud amora giman bundha kurang paham" tanya rose


"kata paman kenzo jika amora ingin memiliki adik amora harus membuat bundha dah ayah bersama lagi lalu setelah itu amora harus menyiap kan tepung yang banyak untuk ayah dan bundha" sangat bersemangat saat bercerita


rose hanya tertawa mendengar perkataan amora dengan wajah yang polos dan tak berdosa


rose bingung harus berkata apa dengan amora hingha suara amora membuat rose sadar dari lamunannya


"bundha" panggil amora sambil menggoyangkan tangan rose


"iya sayang" sahut rose


"bagaimana bundha bisa kan?" dengan penuh harapan


"bisa sayang tapi amora harus sembuh terlebih dahulu ok"


"ok bundha amora akan segera sembuh" tersenyum manis


setelah selesai melihat keadaan amora rose keluar dari ruangan dan berjalan mencari keberadaan kenzo

__ADS_1


(^_^)///(^_^)


tinggal kan jejak nya ya gyus...


__ADS_2