Kisah Ku Yang Kelabu

Kisah Ku Yang Kelabu
KKB// penyesalan.


__ADS_3

malam ini aku berdiam diri dalam kamar aku malas keluar kamar ini karena aku masih merasa sakit perut ini belum hilang tetapi sudah sedikit mending daripada tadi siang tapi tetap saja aku masih malas ke luar kamar untuk melihat ratu dan alex berduaan membuat hati ini sakit, kriss datang kekamarku untuk membawa makan malam serta susu untuk ku.


" malam rose...


" malam kriss ngapain ke sini?


" aku membawa makanan untuk mu.


" makasih... di mana alex?


" alex pergi keluar bersama ratu barusan saja pergi.


" oh begitu ya...merasa sedikit kecewa.


" apa kamu baik-baik saja?


" ya aku baik-baik saja kok.


" oh... bagus lah kalau gitu nih makan terus minum susu, memberikan nampan berisi makanan dan susu untuk rose.


" baik lah mkasih dan kriss bisakah kamu keluar sekarang aku ingin sendiri.


" baiklah jngan lupa makan ya nanti aku akan kembali untuk mengambil nampan nya ya.


" iya kriss yg bawel...


" udah makan aku keluar dulu.


setelah kriss pergi meninggalkan aku, aku melihat makanan yg di bawa kriss terlihat sedap aku mulai memakannya dengan lahap dan meminum susunya hingga habis. 15 menit kemudian kriss kembali untuk mengambil nampan itu dan melihat ke adaan aku apa baik-baik saja atau tidak, setelah mengecek ke adaanku dia pun pergi ke kamarnya di lantai dua untuk mengerjakan berkas-berkas perusahan dan menyuruhku untuk beristirahat.


sudah jam 23:45 WIB aku mendengar suara alex dan ratu di sebelah kamarku aku mendengar suara ratu yg sedah mendesah hati ini hancur berkeping keping kenapa dia tega melakukan seperti itu dengan ratu padahal dia sendiri pernah bilang selama 4 tahun ini dia sama sekali tidak pernah menyentuh ratu tapi apa yg sedang aku dengar saat ini, aku menangis mendengar setiap desahan ratu di sebelah kamarku ini tiba-tiba aku merasa sangat sakit perut ini aku mencoba menelpon alex tapi tidak ada jawaban kaki ini tidak sanggup untuk berjalan keluar...


tapi demi baby ku aku harus kuat, aku berjalan menuju kamar alex dengan memegang tembok vila ini sebagai peganganku. aku mulai mengetok pintu kamar itu tapi tidak ada jawaban aku terpaksa membukanya dan alangkah terkejutnya aku melihat ratu tanpa busana serta alex sedang di atas tubuhnya.


" alex... teriak ku.


" lovley... melihat ke ratu, shiiittt...


" alex ayo lanjut biarkan saja kakak.


" cukup kita akan lanjutkan nanti aku akan mengurus kakak mu dulu.


" baiklah, menarik selimut.


bbblllamm suara pintu tertutup.


" maaf rose aku benar-benar tidak sengaja melakukan nya bersama ratu tapi aku bersumpah aku tidak melakukan apa-apa lihat celanaku masih lengkap.


" ppplllaaakk.... kamu keterlaluan.


" maaf ... memeluk tubuh rose, aku sepertinya di beri obat perangsang oleh ratu bisakah kita melakukan nya sekarang alex menggendong tubuh rose ke kamarnya.


" alex lepas uuhhh... memegang perutnya yang terus merasa sakit.


alex langsung mengunci pintu kamarku dia mulai mencium bibirku dengan lembut dia tidak perduli dengan apa yg aku katakan dia serti tidak bisa mengontrol dirinya lagi sekarang aku yakin kalau dia benar-benar di berikan obat perangsang oleh ratu,


dengan cepat dia melepaskan semua pakaiannya dan pakaian ku dia mulai memasuki rumah si butet kecil milikku.

__ADS_1


" alex... uuuhhh... stop sakit alex....


" sebentar sayang....


" alex hhhhuummm.. alex... sakit, memegang perutnya. alex stop aku gk tahan alex.... mendorong tubuh alex.


alex tidak perduli dengan perkataan ku tubuh ku terasa lemas pandangku mulai mengabur denga semua tenaga yg tersisa aku menapar pipi alex agar dia sadar dan bisa melihat kondisi ku.


" auuu... ada apa lovley kenapa menampar ku?


" alex aku uh... gk tahan sakit hiks...hiks...


" astaga maaf lovley maaf, mengacak rambut sendiri dan terus menampar pipinya agar sadar dari obat ini.


" alex...sudah kehabisan tenaga.


" sebentar sayang... berjalan menuju kamar mandi dan mencuci mukanya.


saat berjalan menuju tempat tidur alex sangat terkejut melihat rose sudah taksadarkan diri di tempat tidur.


" maaf kan aku sayang... ini semua salahku hiks..hiks..hiks...


dengan sigap mengambil dress di lemari pakaian dan memakai kan nya ke rose, dengan sigap aku mengendong tubuh rose ke bawah dan menelpon pak budi untuk menyiapkan mobil menuju rumah sakit terdekat.


sepanjang perjalanan aku terus melihat wajah rose yg meringis ke sakitan hati ini merasa sakit seperti di tusuk belati tumpul ke jantung ku," jangan terjadi sesuatu sama kamu nak... kalau kamu kenapa-kenapa pipi mu ini gk akan bisa memaafkan diriku sendiri.


kenapa mobil ini sedikit oleng berjalan nya.


" ada apa pak?


" sepertinya ban belakang kita bocor den,kata pak budi.


" baik den... melihat keadaan ban mobil, aden maaf ban mobil belakang keduanya bocor semua, merasa cemas.


" oh sialll.... cari angkot atau kendaraan apapun untuk membawa rose sekarang.


" baik den...


" uuuhhh... alex sakit sekali.


" lovley kamu dah sadar? bertahan lah sebentar lagi kita akan ke rumah sakit.


" alex sakit sekali hiks....hiks.... aku gk tahan lagi huby... hiks...hiks..


" peluk aku dan tenang lah... aku disini bersama mu.


tiba-tiba aku merasa kan hangat di tangan kanan ku bau anyir yg sangat ke cium aku melihat darah rose yg mengalir sangat banyak hingga mengenai tangan dan celana panjang milikku, aku mulai panik aku mencoba menelpon kriss untuk meminta bantuan tapi tidak ada jawaban darinya.


akhirnya aku memilih untuk berlari menuju rumah sakit terdekat di sini.


" aden mau kemana tunggu sebentar saya akan mencari bantuan den...


" sudah sangat terlambat pak saya akan berlari menuju rumah sakit di sini.


" tapi den di sini rumah sakit sangat jauh harus ke kota perjalan dua jam naik mobil.


" jadi saya harus melakukan apa pak... saya gk mau kehilangan anak dan kekasihku pak.

__ADS_1


" kalau begitu di sini apa ada klinik atau puskesmas pak?


" ada den 15km di depan sana.


" baiklah pak saya akan berlari kesana sekarang, mulai bergegas meninggalkan pak Budi sendirian.


" aden tunggu saya... berteriak ke alex.


" pak sebaiknya bapak kembali ke vila dan minta bantuan ke kriss... cepat.


" baik den, mengunci mobil dan berlari kembali ke vila.


aku terus menggendong rose dan mencoba berlari sekuat tenaga tanpa berhenti walau aku tahu nafas ini sudah sesak karena ke capekan tapi aku harus kuat demi anak dan calon istri ku, "kalian harus baik-baik saja demi aku rose, mencium kening rose.


setelah sampai ke klinik yg di bilang pak budi aku langsung memasuki ruangan dan meminta bantuan agar rose cepat di tanganin, mereka mulai memeriksa keadaan rose dan anak ku di dalam sana.


aku harus tetap tenang dan gk boleh panik fikiranku terus kacau saat melihat darah di tangan dan bajuku. aku terus menangis dan berdoa semoga tidak terjadi apa-apa dengan rose dan anak kami, tubuh ini terus gemetar menahan ke takutan... aku terus berjalan mondar-mandir di lorong klinik ini aku tidak bisa tenang melihat kondisi rose di dalam sana,setelah 20 menit dokter pun keluar ruangan.


" bagaimana keadaan anak saya dok?


" keadaan ibu dan bayi nya kritis pak kita harus membawa ke rumah sakit besar sekarang juga karena di sini kami kekurangan alat pak dan saya harus meminta tandangan bapak untuk menulis perjanjian di kertas karena saat kita membawa pasien ke rumah sakit itu bisa membahayakan kondisi bayi dan ibu nya.


" baiklah lakukan yg terbaik demi rose mana perjanjian nya biar saya tanda tangan, dan cepat lakukan persiapan.


" baiklah kalau gitu bapak ikut perawat ini saya akan kembali ke dalam ruangan untuk melihat kondisi pasien.


aku mengikuti perawat ke dalam ruangan untuk melakukan tanda tangan untuk mengambil tindakan lanjut untuk rose.


" pak... sebaiknya bapak mencuci tangan dulu sebelum membaca surat perjanjian ini, kata perawat itu.


" maaf saya lupa karena panik,berjalan ke wastafel untuk mencuci tangan.


aku mulai membaca dengan tenang sebelum menanda tangani perjanjian ini, setelah selesai membaca aku mulai menandatangani semuanya dan rose sudah di pindahkan ke mobil ambulance menuju rumah sakit.


didalam perjalanan aku terus memegang tangan rose aku bisa melihat wajah rose yg pucat dan merasa kesakitan, aku mulai membelai rambut nya yg sudah basah karena berkeringat aku terus memberi semangat untuk rose agar dia kuat.


perjalanan menuju rumah sakit memakan waktu 1 jam karena hari sudah malam tidak perlu memakan waktu yg lama untuk segera sampai aku terus mengikuti rose menuju ruangan UGD, aku melihat rose di tangani dengan cepat oleh dokter dan perawat di sana sedang kan aku terpaksa harus meninggalkan mereka untuk mengurus semua administrasi agar rose bisa mendapatkan pertolongan pertama dengan segera.


" bagaimana pak sudah selesai mengurus surat-surat nya sekarang harus membayar biaya perawatan sebesar 6 juta untuk 4 malam.


" baiklah tunggu sebentar.... memeriksa dompet di kantung celana, shitttt.... sus saya lupa membawa dompet saya bisakah selamat kan kekasih saya dulu lalu saya akan membayarnya nanti.


" maaf pak tidak bisa ini sudah prosedur rumah sakit maaf saya tidak bisa membantu.


" kalau gitu sus bisa saya mengadai hp saya sebagai jaminan.


" maaf pak tidak bisa, kata suster.


" shiittt... jika terjadi sesuatu dengan anak saya kalian semua akan saya pecat lihat saja.


" pak maaf jangan buat keributan di sini, dan kamu bukan pemilik rumah sakit ini. silahkan bapak segera keluar ruangan ini sekarang juga.


aku terus menelvon kriss tapi tidak ada jawaban akhirnya aku menelpon pak budi dan ternyata pak budi sedang berjalan ke rumah sakit bersama kriss dengan mengendarai mobil milik ratu, aku mencoba menelpon asisten pribadi ku untuk memeriksa siapa pemilik rumah sakit ini dan menyuruh nya untuk mebeli rumah sakit ini dan memecat perawat yg kurang ajar tadi.


(^_^)////(^_^)


jangan lupa like komen dan klik faforit nya ya.

__ADS_1


lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv ❤️❤️❤️❤️


__ADS_2