
Rose terbangun dari tidurnya dan melihat ke arah langit-langit kamarnya, " kenapa aku bisa di sini? ", tanya rose di dalam hatinya.
Rose bangkit dari tempat tidur nya dengan segera, lalu duduk di pinggir tempat tidur.
" apa mungkin dia di sini,". kata rose dengan suara pelan.
Rose mengacak - acak rambutnya, " bodoh...bodoh.... sudah jelas dia pasti ada di sini, bagaimana aku harus menghadapi dia. ", kata rose dengan hati yang gusar.
Rose berjalan menuju meja riasnya, memperbaiki dandanan nya lalu berjalan keluar dari kamarnya.
Rose melangkah kan kakinya menuju kamar amora, akan tetapi langkahnya harus terhenti untuk saat ini.
" kenapa kalian menghadang saya? ", tanya rose kepada dua orang yang sedang berdiri tepat di depan pintu kamar amora.
Pria bertubuh kekar itu hanya diam tidak ingin menjawab pertanyaan rose, rose terus menunggu di depan pintu kamar hingga seseorang keluar dari dalam kamar amora.
" kriss ", cicit rose.
Kriss hanya menatap sinis ke arah rose dan pergi begitu saja meninggalkannya tanpa sepatah katapun, kedua pria yang berdiri di depan pintu pun berjalan mengikuti kriss yang sudah pergi lebih dulu.
Rose jalan masuk kedalam ruangan terlihat amora yang sedang menangis.
Rose mempercepat langkahnya dan segera memeluk tubuh amora yang terbaring lemah.
" ada apa sayang? ", tanya rose.
" bundha...hiks...hiks... ", tangis amora.
" ada sayang... cerita sama bundha jangan nangis lagi ya, ada apa sayang? ", tanya rose dengan lembut.
" bundha apa amora salah jika amora ingin melihat bundha dan ayah rujuk. ", kata amora sambil menangis.
Rose terkejut dan tidak bisa berkata apa-apa saat ini, rose masih memeluk amora untuk menenangkan nya.
" bundha... hiks...hiks... kenapa bundha diam sama seperti ayah. ", kata amora dengan nada tinggi.
" sayang... maafin bundha ya, apa tidak ada yang lain yang kamu inginkan selain itu. ", kata rose membujuk amora.
" amora hanya ingin kita kumpul seperti keluarga bundha. ", kata amora sambil merengek.
Rose sangat paham dengan apa yang di inginkan amora dan rose paham perasaan amora dengan jelas saat ini.
Akan tetapi rose tidak bisa memenuhi keinginan amora saat ini.
Amora mendorong tubuh rose dengan sekuat tenaga, " pergi... keluar dari kamarku sekarang juga... aku gak mau melihat kamu. ", teriak amora kepada rose.
__ADS_1
Rose sangat terkejut mendengar perkataan amora, dadanya terasa sesak seakan kehilangan oksigen dan tubuhnya terdiam mematung tidak bergerak saat ini.
Hingga seseorang menarik rose keluar dari dalam ruangan dan ada beberapa dokter yang masuk kedalam ruangan.
Rose berdiri di luar kamar amora dengan pikiran kosong, seakan nyawanya sudah tidak ada dalam dirinya lagi .
" kamu kenapa kok diam aja? ", kata kenzo yang berdiri tepat di depan rose saat ini.
" kak...", cicit rose.
" kamu belum makan malam kan, ayo aku antar ke meja makan sekarang. ", kata kenzo sambil menarik tangan rose.
" tapi...bagaimana dengan amora?", tanya rose.
" kamu tenang saja dia gak akan apa-apa karena dia memang kuat dari lahir. ", kata kenzo mencoba menghibur rose.
Rose berjalan mengikuti kenzo menuju ruang makan, terlihat hidangan kesukaan rose serta pria yang tidak ingin di temui nya.
Kriss duduk di kursi dengan elegan dan tatapan yang dingin melihat ke arah rose dan kenzo yang sedang berjalan bersama.
Kenzo mempersilahkan rose untuk duduk di kursi tepat di sebelah nya,kriss masih memandang tajam ke arah kenzo dan juga rose yang sedang duduk bersebelahan.
Kriss tidak memperdulikan mereka dia menyantap makanan dengan santainya, sedang kan rose sama sekali tidak berselera.
" kriss bisakah kita bicara sebentar..! ", kata rose.
Rose berjalan di belakang kriss mengikuti langkah kaki nya menuju ruang kerja, kriss membuka pintu ruangan nya dan mempersilahkan rose untuk masuk.
" silahkan duduk... mau minum?", tanya kriss sambil menunjuk kan sebotol wine.
" tentu.. ", kata rose dengan santai.
Kriss menuangkan dua gelas wine untuk mereka berdua, " apa yang ingin kamu bicarakan?", tanya kriss.
Rose menarik nafas dalam-dalam sebelum mencoba untuk bicara dengan kriss.
" hheemm... kriss apa amora ada bilang sesuatu ke kamu? ", tanya rose.
" ada..", jawab kriss singkat.
" kalau begitu bagaimana menurut kamu? ", tanya rose lagi sambil meminum wine yang ada di tangannya.
Kriss berjalan mendekati rose dan menunduk tepat di hadapannya saat ini, " aku selalu menginginkan kamu.. aku selalu menunggu kamu, aku selalu ingin kita berkumpul, tapi semua keputusan itu ada di tangan kamu. ", kata kriss sambil menatap bola mata rose.
Rose terdiam dengan apa yang di katakan kriss, " aku...masih bingung, hanya saja untuk sekarang lebih baik kita berkeja sama untuk ke sembuhan amora. ", kata rose.
__ADS_1
" tapi gak mau membohongi putri ku. ", kata kriss.
Rose terdiam sesaat memikirkan perkataan kriss, " aku gak bisa menikah dengan nya, karena aku tau dia bukan milikku. ", kata rose di dalam hatinya.
" apa kamu meragukan kepercayaan ku, kesetiaan ku, atau kamu takut dengan kekuatan kakek buyut ku? ", kata kriss yang kini duduk di samping rose.
Rose masih saja diam dalam fikiran nya, tidak bisa mengambil keputusan dengan gegabah akan tetapi kondisi amora adalah prioritas utama untuk rose saat ini.
" bisakah aku percaya dengan mu untuk terakhir kalinya? ", tanya rose.
" tentu aku bisa berjanji, jika kamu menyetujui nya kita akan langsung mendaftar kan nama kita ke kua. ",jawab kriss dengan penuh keyakinan dan semangat.
" baiklah... semua ini hanya demi amora, tapi jika suatu saat nanti kamu mengulangi kesalahan yang sama aku gak akan pernah mau memaafkan kamu lagi. ", kata rose dengan nada mengancam.
Kriss tersenyum dengan bahagia, kriss mengeluarkan ponselnya dan segera menyuruh kenzo untuk melakukan pendaftaran dan yang lainnya untuk segera menikah dengan rose.
Setelah pembicaraan yang singkat itu rose segera keluar dari ruangan dan berjalan menuju ruangan amora.
Kriss tidak mencegah rose keluar dari ruangan nya, karena saat ini dia sedang bahagia mendengar perkataan rose yang telah menyetujui pernikahan mereka.
Rose sedang berbicara dengan dokter anak yang senantiasa berjaga di ruangan amora,
" bagaimana kondisi amora dok? ", tanya rose.
" dia sudah melewati masa kritis hanya saja...dia tidak boleh terlalu emosional. ", jawab dokter.
" kalau begitu bisakah saya mendekati amora? ", tanya rose lagi.
" sebaiknya jangan dulu... biarkan pasien istirahat dulu untuk saat ini, lebih baik kamu datang besok saja. ", jawab dokter.
Rose keluar dari ruangan amora dan berjalan menuju kamarnya, alangkah terkejutnya rose saat melihat dekorasi yang ada di dalam kamarnya.
" apa-apaan ini..! ", kata rose yang merasa terkejut.
" apa kau suka dekorasi ini sayang? ", kata kriss yang tiba-tiba memeluk tubuh rose dari belakang.
Rose melepaskan pelukannya, " jangan bercanda ini gak lucu... aku hanya ingin mengingatkan kalau kita menikah hanya demi ke sembuhan amora. ", kata rose dengan nada suara yang kesal.
" aku tidak perduli... yang terpenting kamu sekarang sudah sah menjadi istri ku, besok pagi kita akan mengadakan ijab Kabul di hotel xxx yang akan di hadiri papa dan mama kamu, serta mama dan papa aku. ", kata kriss.
" lalu bagaimana dengan kakek buyut kamu apa dia juga akan hadir? ", tanya rose.
" dia tidak perlu hadir karena dia bukan lah siapa-siapa bagiku. ", kata kriss yang meyakin kan.
" terserah kamu. ", kata rose sambil berjalan ke atas ranjangnya dan membaringkan tubuhnya yang sudah terasa lelah.
__ADS_1
Kriss yang melihat rose tertidur di atas ranjang, dia pun segera menghampiri rose dan tidur di sampingnya.
(^_^)////(^_^)