
Selama perjalanan rose tidak tau harus kemana, tidak ada tujuan, tidak ada teman yang bisa di ajak bertukar fikiran untuk saat ini.
Rose melajukan mobilnya tanpa arah dan tujuan,hingga dia berhenti di sebuah kebun teh yang cukup luas.
Rose hanya bisa duduk di dalam mobil dengan santai melihat pemandangan yang ada di depan matanya saat ini.
Tiba-tiba telpon berdering, membuat rose tersadar dari lamunannya.
Rose melihat ke layar hp yang ada di samping nya saat ini, nomor yang tidak di kenal menghubungi nya.
Rose tidak memperdulikan panggilan itu, hingga telpon berdering untuk ke 7 kali nya.
Dengan emosi rose segera mengangkat telepon itu, " ciiihhh.... siapa yang terus menghubungi ku tanpa henti. ", kata rose sambil melihat layar ponselnya.
" hallo siapa ini? ", tanya rose.
" bundha... ", kata suara dari seberang telpon.
Rose terdiam sesaat merasa terkejut,sedih,senang, dan haru menjadi satu di dalam lubuk hati dan pikirannya saat ini.
" a..aa...amora.. ", kata rose dengan suara bergetar merasa tidak percaya dengan apa yang di dengarnya saat ini.
" iya bundha ini amora, bagaimana kabar bundha? ", tanya amora.
" kabar bundha baik sayang, bagaimana kabar kamu? ", tanya rose balik.
" amora kurang baik bundha... sekarang amora sedang di rawat, penyakit amora kambuh lagi.. bisa kah bundha datang ke sini dan menjaga amora. "
" tentu sayang... kirim alamat nya agar bundha bisa datang untuk merawat amora. ", kata rose sambil terus mencubit paha nya sendiri untuk meyakinkan dirinya kalau semua ini bukan lah mimpi.
" baik bundha amora akan kirim alamat lengkapnya, bundha amora tunggu ya. ", kata amora yang langsung menutup telpon mereka.
Setelah panggilan berakhir rose terus menerus menatap ke layar ponsel miliknya, " kenapa belum dikirim juga ya? ", kata rose di dalam hatinya yang merasa sedikit kecewa.
Harapan yang tinggi serta rindu dan hasrat ingin memiliki amora membuat rose hampir gila memikirkan nya.
Setelah menunggu 15 menit rose menerima pesan bertuliskan alamat lengkap keberadaan amora saat ini.
Tanpa berpikir panjang rose segera melajukan mobil menuju alamat yang di berikan amora padanya.
" tunggu bundha ya sayang... bundha akan segera tiba. ", kata rose di dalam hatinya.
Rose mengemudi kan mobilnya dengan penuh semangat, hingga akhirnya sampai di tempat tujuannya saat ini.
__ADS_1
"hufff....Cukup memakan waktu yang panjang untuk menemukan alamat rumah ini.", kata rose sambil membuka pintu mobil nya.
Terlihat bangunan yang luas bergaya eropa klasik di sebuah pedesaan yang cukup terpencil dan jauh dari keramaian ibu kota.
Rose berjalan mendekati pintu rumah dan mengetuk nya.
tokk...tok...tok...tok... suara pintu di ketuk dari luar.
tiba-tiba pintu rumah terbuka ada seorang pelayan pria yang keluar dari rumah itu, " cari siapa ya ?", tanya pelayan itu.
" saya mencari amora... bisakah saya bertemu dengan nya? ", tanya rose dengan sopan.
Pelayan itu mentap dengan tajam ke arah rose dan terdiam sesaat sebelum dia memperbolehkan rose untuk masuk kedalam rumah.
Rose mengikuti langkah kaki pelayan itu menuju sebuah ruangan, semakin rose berjalan memasuki lorong semakin terasa bau disinfektan yang cukup menusuk hidung.
Pelayan berhenti di sebuah kamar dengan pintu berwarna pink serta tertulis huruf A di depan pintu itu.
Pelayan membukakan pintu kamar itu dan mempersilahkan rose untuk masuk ke dalam ruangan.
Rose berjalan masuk kedalam ruangan dengan hati yang kacau,sedih,senang, semua menjadi satu di dalam hati dan fikiran nya saat ini.
Terlihat amora yang tertidur dengan lelap di atas ranjang, begitu banyak selang yang menempel di tubuh kecilnya dan peralatan medis yang mengelilingi ranjang itu.
" Amora...", panggil rose sambil memegang tangan amora.
Amora dengan perlahan membuka matanya melihat ke arah rose yang memanggil namanya.
" bundha... apa bener ini bundha", tanya amora, sambil memegang tangan rose.
" iya sayang... ini bundha..bundha amora. ", jawab rose dengan nada bergetar menahan kesedihannya.
Amora tersenyum melihat ke hadiran rose,kini rose dan amora saling bertatapan tanpa sepatah katapun.
Banyak pertanyaan yang ingin di ucapkan rose saat ini, tapi bibir ini gak bisa bergerak seaakan terkunci rapat-rapat.
Dada terasa sesak dan susah bernafas melihat malaikat kecilnya terbaring dengan lemah.
" bundha... bisakah bundha di sini menjaga amora? ", tanya amora.
" tentu sayang... bundha akan di sini menjaga amora hingga amora sembuh. ", jawab rose.
Amora tersenyum mendengar perkataan rose, amora menekan bel dan tiba-tiba pelayan pria yang tadi membawa rose ke dalam ruangan ini.
__ADS_1
Kini masuk ke dalam ruangan, " ada apa nona? ", tanya pelayan itu tanpa ekspresi.
" tolong siap kan kamar untuk bundha dan saya ingin kamu melayani bundha seperti kamu melayani saya. ", kata amora singkat.
" baik nona. ", kata pelayan itu lalu pergi meninggalkan kamar.
Kini ruangan itu kembali bisu tanpa suara, amora melihat ke arah rose yang sedang menghapus air matanya.
" bundha menangis? ", tanya amora.
" iya bundha menangis karena bahagia bisa melihat dan merawat amora. ", jawab rose.
Amora tersenyum sesaat mendengar perkataan rose, " bundha amora gak mau melihat bundha menangis.. mau itu bahagia atau pun sedih, amora hanya ingin bundha tersenyum. " kata amora.
" tentu sayang...", kata rose sambil mencium kening amora.
suara pintu terbuka dan benar saja pelayan pria itu sudah siap membereskan kamar untuk rose, " nona bisakah ikut saya untuk melihat kamar yang sudah saya siapkan. ", kata pelayan itu.
Sejujurnya rose tidak ingin keluar dari ruangan amora saat ini, tapi rose sadar amora saat ini membutuhkan istirahat yang cukup.
" baiklah...", kata rose sambil berjalan dan berpaling ke arah amora. " sayang... bundha pergi dulu ya. ", kata rose kepada amora.
" iya bundha... sampai jumpa saat makan malam. ", kata amora sambil tersenyum.
Rose berjalan keluar ruangan mengikuti langkah kaki pelayan itu, hingga berhenti di sebuah pintu yang jaraknya tidak terlalu jauh dari ruangan amora.
Pelayan itu membukakan pintu kamar dan mempersilahkan rose untuk masuk.
Rose berjalan masuk ke dalam ruangan dan pelayan itu pun pergi meninggalkan rose.
Rose melihat sekeliling kamar dan berjalan menuju balkon, terlihat pemandangan yang cukup indah.
Rose terdiam sejenak untuk melihat pemandangan yang indah ini,lalu dia kembali masuk ke dalam kamar.
Rose berjalan menuju ruang wardrobe terlihat baju wanita yang sesuai dengan badan rose lengkap dengan sepatu,tas, aksesoris, dan mekaup sesuai dengan selera rose.Seakan sudah di siapkan sebelumnya khusus untuk dirinya.
Kini rose keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju toilet, rose menyalakan keran air mengisi bak mandi dengan sabun ke sukaan nya.
Rose mulai menanggalkan semua pakaian nya,mencoba suhu air dan mulai masuk ke dalam bak mandi untuk berendam.
Setelah selai berendam dan mengganti pakaian, rose duduk di balkon sambil bermain ponsel miliknya tanpa dia sadari kini dia tertidur di balkon kamarnya.
(^_^)///(^_^)
__ADS_1