Kisah Ku Yang Kelabu

Kisah Ku Yang Kelabu
KKB//sesion 2


__ADS_3

Kazuya mengendong tubuh rose ala bridal keluar dari gedung walau dirinya harus mengalami luka yang cukup serius tapi bagi dirinya ini suatu hal yang sepadan asal wanita yang dia cintai selamat dari maut


Kazuya dan rose di larikan ke rumah sakit dan jenazah keluarga rose di bawa ke markas Kazuya yang berada di kota i


Kazuya tersadar dari tidur dan melihat tangan kirinya di pasang gips akibat benturan yang keras membuat tangan kirinya mengalami patah tulang


"dimana rose?"


"tuan nona rose berada di ruang icu saat ini"


"apa luka-luka dia cukup parah?" merasa khawatir


"dokter menyarankan operasi besar karena benturan di kepala nona tapi kami semua tidak berani mengambil ke putusan" jelas Haruka


Kazuya mencoba untuk bangkit dari tempat tidur


"tuan anda mau kemana, anda harus istirahat untuk sementara waktu jangan banyak gerak" menghadang Kazuya yang ingin turun dari tempat tidur


"bantu aku ke luar,aku ingin melihat keadaan rose"


Haruka tidak bisa berkata apa-apa saat ini dia hanya bisa menuruti permintaan Kazuya


sesampainya di ruangan rose dirawat Kazuya berdecak kesal


"apa seperti ini perawatan di rumah sakit?"


"maaf tuan hanya ini rumah sakit terdekat dari tempat kejadian itu"


"suruh orang-orang ku untuk membawa rose kembali ke mension"


langkah Haruka harus terhenti saat seorang dokter masuk kedalam ruangan untuk memeriksa kondisi rose


"tuan anda juga seorang pasien kenapa anda berjalan keluar dari ruangan anda?" menasehati kazuya


"apa kamu dokter terbaik di sini?"


"saya tidak berani berkata kalau saya dokter terbaik tapi saya bisa menjamin keselamatan nona ini"


"kalau begitu kenapa dia belum sadar?"


"membutuhkan perawatan khusus dan sedikit kesabaran untuk mengobati pasien, hanya saja untuk saat ini kondisi pasien cukup serius"


"lakukan apa saja untuk menyelamatkan nyawa nya tapi saya tidak ingin dia mengalami operasi di bagian kepalanya"


"begini tuan tempurung kepala terkena peluru yang saya rasa sudah cukup lama bersarang di sana dan lagi ada benturan benda keras yang menyebabkan pendarahan di otak yang di sebabkan oleh peluru itu,jika tidak segera ditangani akan membahayakan nyawa pasien"

__ADS_1


Kazuya teringat akan perkataan rose padanya,tapi saat ini Kazuya benar-benar harus mengambil keputusan yang besar untuk menyelamatkan orang yang dia cintai


antara masa lalu atau masa depan yang harus di hadapi rose kelak,dengan berat hati Kazuya menyetujui perkataan dokter dan menandatangani beberapa dokumen


"sebelum melakukan operasi saya punya persyaratan" menatap dokter dengan tajam


"tuan saya tidak kenal dengan anda dan saya juga tidak tahu identitas anda, tapi di sini adalah rumah sakit umum jadi anda tidak bisa seenaknya saja di sini"


Kazuya mendengar perkataan dokter mengertak kan gigi nya


"Haruka suruh Nakagawa untuk mengakuisisi rumah sakit ini dan hubungi dokter Adam" perintah Kazuya yang membuat dokter terdiam


"berapa lama waktu yang tersisa untuk melakukan operasi?"


"paling lama sekitar dua hari" jelas dokter


"kalau begitu tunda sampai dokter spesialis saya datang" perintah Kazuya


dokter yang mendengar merasa terhina dan sebuah nyawa yang sedang di pertaruhkan oleh waktu


"saya tidak setuju karena bisa membahayakan nyawa pasien saya"


langkah kaki Kazuya terhenti saat mendengar perkataan dokter yang ada di hadapannya


"saya tidak perduli dengan apa yang kamu katakan jadi jangan coba-coba menguji kesabaran saya, karena bagi saya nyawa mu tidak berarti" menodongkan pistol ke wajah dokter


tidak perlu waktu lama rumah sakit sudah di akuisisi oleh Kazuya, Nakagawa adalah tangan kanan sekaligus orang kepercayaan Kazuya sedang kan dokter Adam salah satu teman Kazuya semasa kanak-kanak


kedua orangtua Adam menetap di Qatar mereka salah satu mafia yang bekerjasama dengan orangtua Kazuya


Adam yang mendapat telpon dari Nakagawa segera berangkat ke kota i untuk melihat kondisi temannya itu


setelah lebih dari satu hari Adam sampai di rumah sakit dan bergegas menuju ruangan tempat Kazuya di rawat


"hey bocah berdarah dingin apa kah ini saat nya aku melakukan bedah untuk mu" masuk tanpa mengetuk pintu


Kazuya hanya tersenyum dingin menatap Adam yang berdiri di hadapannya


"sepertinya kau baik-baik saja lalu untuk apa memanggil ku di saat jadwal ku yang padat"


"apa kamu merasa kesal karena aku baik-baik saja!"


"ayolah kawan kau tahu kan aku sangat ingin membedah mu dan melihat isi di kepala mu yang bodoh ini"


"sekarang serius lah sedikit, aku mau kau melakukan operasi untuk wanita ku karena aku hanya percaya dengan mu"

__ADS_1


"kenapa aku harus melakukan nya?" merasa enggan


"karena dia adalah wanita ku, aku mau kamu menanamkan GPS di kepalanya apa tidak bahaya?"


"coba aku lihat alat yang ingin di tanam?"


Kazuya memberikan alat GPS kepada Adam dan Adam menyetujui apa yang Kazuya ingin kan


"lalu bisakah kamu membantu agar di operasi ini dia tidak kehilangan ingatannya?"


"banyak sekali permintaan mu ya, aku bukan tuhan ok tapi aku akan usahakan apa yang kamu bilang tapi semua kembali ke atas"


Kazuya bergidik mendengar perkataan religi dari temannya


Adam melangkah ke ruangan operasi untuk melihat situasi rose saat ini dokter bedah yang di ancam oleh Kazuya juga berada di situ untuk membantu dan menjelaskan kondisi rose


Kazuya menunggu kabar di ruangan nya dengan hati yang gelisah dan banyak pertanyaan di kepalanya tentang rose


sudah empat jam operasi berjalan dan akhirnya selesai Kazuya yang mendapat kabar dari bawahannya merasa sangat senang


tempat tidur yang di dorong masuk kedalam ruangan Kazuya di rawat saat ini, terlihat wajah rose yang pucat bagai kan kapas terbaring di atas tempat tidur nya


"apa ini wanita mu?" tanya Adam


sontak Kazuya mengangguk kan kepalanya yang membuat Adam ingin memukul Kazuya agar sadar dari mimpinya


"kamu ini ya kenapa pertama kali jatuh cinta harus seperti ini! aku sudah tahu siapa wanita ini, lebih baik kamu berharap kalau dia amnesia jadi kamu bisa memiliki nya"


"hah...aku berharap seperti itu tapi aku gak mau membohonginya,jika suatu saat dia mengingat masa lalunya bagaimana aku menjelaskan ke dia" berhati-hati dengan perasaan rose


"dasar bodoh aku ini seorang dokter aku akan membuat resep untuk nya tapi sedikit bersiko!" tegas Adam


"apa resikonya?" penasaran


"resiko terkecil jika dia kelak mengandung anak kalian bisa berisiko cacat fisik dan masalah besarnya bisa menyebabkan kelumpuhan otak"


"semua yang kamu katakan berisiko besar untuk ku, sudahlah aku akan jujur dengannya jika dia ingin mengingat masa lalu maka akan aku bantu jika dia ingin melupakan maka lupakan saja. yang penting dia tidak meninggalkan ku" menatap rose dengan sendu


"terserah kamu...sebab ini aku enggan jatuh cinta,jatuh cinta bisa menyebabkan kebodohan di otak!" berjalan keluar


(^_^)//(^_^)


apa rose akan melupakan masa lalunya atau memilih mengingat kembali untuk membalas dendam kepada king perseon dan Xiaoling


nantikan cerita selanjutnya di sesion 3

__ADS_1


please berikan like yang banyak dan keritik serta saran untuk novel ini terimakasih


__ADS_2