Kisah Ku Yang Kelabu

Kisah Ku Yang Kelabu
KKB//sesion 2


__ADS_3

rose masih curiga dengan tingkah laku kriss barusan, rose mencoba menghubungi anak buahnya


dengan cepat orang kepercayaan rose sudah berada di dalam ruangannya


"aku mau kamu memeriksa berkas apa yang di bawa kriss"


wanita itu hanya mengangguk mengerti lalu pergi meninggalkan rose sendirian di bangsal nya


kriss yang sudah selesai dengan urusan nya melihat hasil laporan sambil berjalan kembali kebangsal rose


kriss merasa bingung bagaimana obat yang di berikan kepada rose bisa aman untuk di konsumsi oleh nya kriss merasa ada seseorang yang memata-matai nya


kriss mengambil ponselnya dan segera menghubungi kenzo,kenzo yang mendapat kan pesan dari kriss segera melacak siapa yang mengamati gerak-gerik mereka


sesampainya di bangsal kriss melihat rose yang tengah santai menonton televisi


"apa urusan kamu sudah selesai?"


"sudah ini aku kembalikan obat kamu"


"taruh saja di situ"


rose terlihat cuek menghadapi kriss saat ini,kriss yang sadar dengan apa yang terjadi mencoba untuk mencairkan suasana di antara mereka


"hemm apa kamu ingin menghubungi amora?"


"no" menjawab dengan singkat


"apa kamu ingin makan buah, biar aku kupas dan suapin untuk kamu ya"


"no"


"ayolah jangan seperti ini" mengacak-acak rambut nya


"aku ingin kamu jujur apa yang kamu sembunyikan dari aku?" menatap serius ke arah kriss


"tidak ada yang aku sembunyikan"


"aku berikan kesempatan terakhir untuk kamu, jawab jujur atau keluar"


kriss hanya diam dan berjalan keluar bangsal rose yang melihat sangat geram, lalu dia mengambil kertas hasil uji kesehatan miliknya dan melemparkannya kepada kriss


kriss mengambil kertas yang berserakan di lantai dan melihat bahwa ini salinan dari hasil uji kesehatan rose


"sayang aku bisa jelasin" mulai panik dan berjalan mendekati rose


"gak ada yang perlu di jelasin aku udah kasih kamu kesempatan dan kamu tetap gak mau jujur dan malah ingin pergi, kalau begitu sekarang kamu pergi" menunjuk ke arah pintu


kriss tidak ingin memprovokasi suasana hati rose segera pergi meninggalkan rose di dalam ruangannya


kriss duduk di kursi ruang tunggu tepat di luar ruangan rose, kriss melihat ponsel miliknya dan melihat pesan dari kenzo

__ADS_1


"klan ini lagi" gerutu kriss dengan kesal


kriss menyuruh kenzo untuk mencari tahu siapa ketua dari klan azumi dan ada hubungan apa dengan rose


"kenapa mereka selalu berada di sekitar rose, apa dia salah satu dari mereka apa rose anggota dari klan itu" kata kriss di dalam hatinya


rose menatap datar ke arah perutnya yang masih rata dan merasa kesal dengan kriss, rose menekan tombol untuk memanggil perawat


perawat masuk kedalam ruangan kriss yang melihat merasa khawatir dan ingin masuk kedalam tapi langkahnya harus terhenti saat rose menatap nya dengan tatapan ingin membunuh kriss saat ini


"apa ada yang tidak nyaman bu?" tanya perawat dengan senyum manisnya


"tidak ada hanya saja saya ingin melakukan aborsi"


perawat yang mendengar perkataan rose sangat terkejut


"sebaiknya ibu konsul dulu dengan dokter jika dokter mengizinkan maka saya akan menyiapkan semua berkas-berkas nya dan meminta tanda tangan dari suami ibu"


"sus tidak perlu libatkan suami saya, karena anak ini bukan anak nya" tegas rose


"maaf bu saya tidak bisa melakukan nya karena ini semua sudah prosedur rumah sakit"


rose hanya diam dan membiarkan suster pergi meninggalkan nya, kriss yang melihat perawat keluar dari bangsal segera menghadang nya


"suster apa yang di katakan istri saya?"


"maaf pak jika kalian memiliki masalah sebaiknya selesai kan dengan baik-baik tidak baik membuat seorang wanita hamil merasa tertekan hingga ingin melakukan abortus"


"kenapa bisa begini"


kriss berjalan masuk kedalam bangsal dan menutup pintu lalu menguncinya, kriss berjalan dengan emosi ke arah rose


rose yang melihat kedatangan kriss tahu apa yang ingin dia pertanyakan padanya


"aku mohon jangan lakukan" duduk di sebelah rose dan memegang tangan rose


"kamu egois kriss"


"aku tahu aku egois tapi aku mohon jangan lajukan"


"apa kamu tidak memiliki hati nurani kamu tahu jelas kondisi kesehatan ku seperti apa dan bagaimana dengan masalah kita saat ini"


"aku tahu tolong tenang jangan rusak suasana hati kamu"


"mood aku udah jelek melihat kamu dengan semua ego yang kamu miliki"


plllaaakkk..tamparan mendarat di pipi kanan dan kiri kriss


kriss hanya diam dan menerima dengan senang hati tamparan yang di berikan rose padanya


"aku ingin kembali ke negara z"

__ADS_1


"lalu bagaimana dengan aku dan amora?"


"aku akan membawa amora"


"jika kamu ingin membawa amora maka kamu harus membawa ku ikut bersama mu"


"jangan bermimpi"


"please kamu tenang bukan kah anak ini sebuah anugerah bahkan dia hadir walau aku sudah pakai pengaman"


rose terdiam dan memikirkan apa yang di katakan kriss ada benarnya bahkan saat kriss tidak memakai pengaman rose meminum obat pencegahan untuk nya


"kriss apa yang harus aku lakukan" meneteskan air matanya


"kita akan merawat dan menjaga nya bersama"


"bagimana dengan kakek buyut kamu yang beberapa hari lagi akan kembali"


"aku akan mengatasinya"


rose hanya diam dan hanya bisa bergantung dengan kriss untuk saat ini, setelah beberapa hari di rawat rose keluar dari rumah sakit dan segera menemui amora yang ada di asrama


sesampainya di asrama rose dan kriss menemui guru dan meminta izin untuk menemui amora


amora segera menghampiri kedua orangtuanya yang sedang menunggu dirinya di taman, amora memeluk tubuh rose karena merasa sangat rindu hingga melupakan kriss yang ada di sebelah rose


"bunda amora sangat khawatir apa bunda baik-baik saja sekarang?"memeluk rose


"bunda baik-baik saja" balas memeluk amora


"amora ada yang ingin kami sampaikan" kriss menatap serius ke arah amora


amora terlihat bingung dan panik dengan apa yang ingin di sampaikan kepadanya


"ayah apa ada hal yang serius?" suara bergetar


"sangat serius sayang kamu harus bersiap-siap secara mental karena bunda"


"bunda kenapa ayah?" air mata mulai berlinang


"bunda sekarang sedang hamil dan kamu akan menjadi kakak selamat amora akan menjadi kakak" memeluk amora


" bunda apa yang di katakan ayah beneran?"


"benar sayang"


"hore amora akan jadi kakak" berteriak dan melompat girang


(^_^)//(^_^)


akhirnya amora akan menjadi kakak...

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya


__ADS_2