Kisah Ku Yang Kelabu

Kisah Ku Yang Kelabu
KKB// mungkin inilah takdirku


__ADS_3

setelah keluar dari labirin kriss menyuruh rose untuk mandi dan istirahat di kamar, sedang kan dia pergi ke rumah alex untuk mengembalikan barang yg di titipkan rose padanya, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar rose.


tok...tok...tok ... tok....


" siapa .... teriak rose pada orang yang ada di luar kamarnya.


" saya kepala pelayan perempuan nona rose, jawab orang yg berada di luar.


" oh... masuk lah bi pintu tidak saya kunci.


cekerek... suara pintu terbuka.


" non ini makan malam yg saya siapkan untuk nona, apa ada lagi yg ingin saya bantu non?


" tidak ada bik... makasih ya,kata rose dengan lembut.


" kalau begitu saya permisi dulu ya non, berjalan keluar kamar.


" bik... tunggu dulu, berjalan mendekati bibik itu, bik... saya mau bertanya boleh kan.


" boleh non... tanya saja apapun itu saya akan menjawabnya.


" kalau begitu ayok duduk di sofa ini bersama saya bik.


" tidak usah non tidak sopan jika saya duduk bersama dengan non di sofa biarkan saya berdiri di sini saja, kata kepala pelayan yg sudah berusia lanjut itu.


" tidak... tidak .. bibik saya melihat bibik seperti melihat nenek saya sendiri tidak sopan jika saya menyuruh bibik untuk berdiri di sana berlama-lama, karena saya punya banyak pertanyaan bik.


" baiklah kalau begitu bibik akan duduk bersama dengan nona di sini, pelayan itu sudah mulai mengalah dengan keras kepala nya rose.


" bik... dimana pelayan yg bersama dengan saya tadi siang saya ingin meminta penjelasan nya atas apa yg sudah dia lakukan sama saya.


" pelayan itu sudah tidak di sini lagi non...


" kemana pelayan itu? sambil mengambil nampan yg berisi makanan yg lezat.


" pelayan itu sudah di urus oleh tuan kriss.


rose yg mendengar perkataan kepala pelayan perempuan itu membuat dirinya ingin berfikir negatif tentang kriss.


"apa pelayan itu di bunuh olehnya atau dia memecat nya atau sudah lah aku tidak perduli dengan pelayan itu... jika kriss sudah melakukan sesuatu aku yakin dia akan membela ku, gumam rose dalam hati nya.


tiba-tiba pelayan itu yg melihat rose melamun mencoba menyadarkan nya dari lamunan.


" non... kata pelayan itu.


" hah... iya bik maaf saya sedikit melamun tadi.


" apa masih ada yg ingin di tanyakan lagi?


" masih bik... bibik sudah kerja di sini berapa lama?


" saya bekerja di sini sudah sekitar 30 tahun non.

__ADS_1


" dan mension ini sudah berapa lama di bangun bik?


" mension ini sudah di bangun saat tuan masih duduk di bangku sekolah SMP non.


" oh kalau begitu bik bisa tidak bibi jelaskan semuanya sama saya, tentang kehidupan kriss dan kenapa dia berkecimpung di dunia mafia bik?


" apa non sudah tahu kalau tuan kriss berkecimpung di dunia mafia?


" iya saya baru tahu tadi saat kriss menjemput saya di labirin bik, tolong bik jelaskan sama saya... saya ingin mengenal kriss lebih dalam bik.


" baik lah bibik akan jelas kan semuanya sama non.


kepala pelayan perempuan itu mulai menceritakan semuanya secara detail tentang kriss,rose yg mendengar semua itu merasa terkejut saat mendengar nya membuat hati rose merasa sakit mendengar semua penderitaan kriss selama ini. begitu besar beban yg harus di pikul olehnya yg rose fikir selama ini kenapa dia selalu sibuk dengan pekerjaan nya dan jarang sekali mendengar dia tertawa adalah karena luka-luka yg mengores hatinya membuat dirinya menjadi pria yg dingin dan tak berperikemanusiaan saat berada di dalam bahaya.


rose kehilangan nafsu makannya saat mendengar cerita dari kepala pelayan perempuan itu yg sudah ikut dengan kriss selama 30 tahun ini. pembantu yg sangat setia kepada majikannya rose merasa bangga terhadap kriss dari pada alex, dia bisa memperjuangkan apa yg dia sayang dan berani mengambil resiko agar dia bisa mengikuti kata hatinya sendiri.


setelah selesai bercerita bibik itu pamit undur diri agar rose bisa istirahat dengan nyaman malam ini,jam sudah menunjukkan pukul 22:00 WIB tapi kriss belum terlihat sama sekali di mension ini hati rose sedikit gelisah dia mencoba mengambil hp miliknya dan menelpon kriss.


tu...tut...tut...tut..... suara sambungan telpon.


" hallo, kata kriss di seberang sana.


" kamu dimana kriss? merasa khawatir dengan kriss.


" aku lagi di jalan mau pulang ada apa?


" tidak ada aku hanya sedikit khawatir, kriss... apa kamu baik-baik saja aku merasa suara kamu sedikit berat kayak nya.


" aku baik-baik saja kamu tidur lah tidak usah menungguku pulang.


" baiklah kamu mimpi yg indah ya.


panggilan telpon pun di akhiri rose mencoba tidur mencari-cari posisi yg nyaman agar bisa tidur tapi tidak bisa jam sudah menunjukkan pukul 02:30 WIB tapi kriss belum kembali juga, rose yg merasa khawatir dengan kriss akhirnya memilih untuk berjalan ke arah balkon kamarnya dengan membawa sebuah buku dan secangkir teh hangat untuk menemani nya membaca buku sambil menunggu kepulangan kriss.


Setelah 15 menit rose menunggu di balkon terdengar suara pintu pagar mension ini terbuka dan benar saja itu adalah mobil milik kriss rose dengan cepat berlari medatangi kriss menuruni anak tangga demi anak tangga untuk bertemu dengan kriss, tapi langkah kaki rose terhenti saat mendengar suara permpuan yg sedang di telpon kriss dengan suara lembutnya yg sama saat sedang bicara dengan rose.


hati rose sakit tapi dia tetap tidak ingin berfikir negatif tentang kriss, dia terus berjalan dengan pelan mendekati kriss hingga melihat rose dengan gaun tidur sexy berwarna biru yg dia kenakan membuat kriss mematikan panggilan di ponselnya.


" kenapa kamu belum tidur ? dan kenapa kamu berlari ke sini dengan pakaian seperti ini rose?, merasa marah melihat keadaan rose kriss membuka jas nya dan menutupi ke tubuh rose tanpa sadar.


" aku hanya menunggu mu pulang malam ini dan kebetulan aku tidak bisa tidur, mencoba tersenyum dengan paksa.


" ya sudah kalau gitu sekarang kamu tidur ya aku antar ke kamar kamu ya, berjalan merangkul tubuh rose.


" tidak usah aku akan kembali ke kamarku sendiri, menpis tangan kriss dan mengembalikan jas miliknya.


" ada apa dengan mu rose? tanya kriss yg merasa aneh dengan sikap rose.


" kriss apa kamu akan jujur jika aku bertanya kemana kamu malam ini? terus berjalan tanpa melihat ke belakang.


" aku mengantar barang yg kamu titipkan untuk alex, mencoba menjelaskan ke rose.


" lalu setelah itu...??

__ADS_1


" aku pergi ke black Devils bersama teman-teman ada apa?


" oh... ternyata aku salah sudah menghawatirkan kau, kalau begitu selamat malam kriss... tersenyum ke arah kriss dan berjalan masuk kedalam kamar nya.


" rose tunggu.... menarik tangan rose sebelum dia masuk kedalam kamarnya.


" apa lagi?


" apa kamu marah ?


" tidak... dengan singkat menjawab pertanyaan kriss.


" bagus lah... kalau begitu besok pagi kita akan berangkat ke bandara dan barang-barang kamu yg sudah kita rapikan bersama jugak sudah saya kirim ke apartemen milik mu di negara L.


" terimakasih banyak kriss dan selamat malam,bergegas menutup pintu kamarnya.


dalam diam dan sunyi di dalam kamarnya rose menangis sendiri saat mengingat kriss menelpon seseorang dengan suara yg lembut seperti sedang berbicara dengan rose dan wangi segala parfum wanita yg melekat di jas dan kemeja milik kriss membuat hati rose semakin sakit,dia terus menangis hingga tertidur dengan lelapnya malam ini.


pagi ini rose terbangun dan mulai membersihkan diri di kamar mandi, memakai jumpsuit berwarna krem dan mengikat rambutnya. dia berjalan ke bawah untuk sarapan bersama dengan kriss walau satu meja makan dengan kriss rose hanya diam dan berbicara saat kriss menanyakan sesuatu lalu setelah itu dia diam lagi.


" rose apa aku ada salah kalau ada beritahu aku kenapa kamu diam saja?


" sudah lah kriss tidak perlu dibahas lagi aku sudah selesai sarapan kamu lanjutkan saja sarapan mu, aku mau berjalan ke taman mencari udara segar,kata rose yg berjalan menjauhi kriss.


" baiklah.... berhati-hati, kata kriss dengan senyum manisnya.


di sepanjang taman rose hanya duduk melamun " apakah ini takdirku harus merasa tersakiti lagi dengan orang yang ku sayang, fikir rose dalam lamunan nya.


tiba-tiba ada seorang pelayan yg mendekati rose dan meminta rose untuk mengenakan kain penutup mata dan mengikuti pembantu itu, rose mendengar perkataan pelayan itu dia menutup matanya dan berjalan mengikuti arahan pelayan tersebut.


setelah sampai pelayan itu membuka penutup mata rose, alangkah terkejutnya rose saat melihat semua para pelayan serta beberapa mafioso, bodyguard dan pembunuh bayaran milik kriss sedang mengelilinginya.


rose melihat dekorasi ruangan itu di penuhi dengan mawar biru dan putih serta kelopak mawar biru berserakan di lantai itu.


Kriss berdiri dengan setelan jas yg rapi di depan sana pelayan itu menyuruh rose berjalan mendekati kriss di iringi suara piano yg menambah nuansa romantis di ruangan itu, rose berjalan mendekati kriss yg sudah mengulurkan tangannya ke arah rose,


tanpa sadar rose meraih tangan kriss dengan percaya dirinya.


" rose mau kah kau menjadi tunanganku? kata kriss yg setengah berjongkok memberikan cincin kepada rose.


semua yg ada di dalam ruangan itu melihat ke arah rose dan kriss.


" iya aku mau menjadi tunangan mu kriss, jawab rose dengan air mata bahagia yg keluar membasahi pipinya.


kriss memasangkan cincin di jari manis milik rose dan rose memasang kan cincin di jari manis milik kriss, semua orang yg ada di dalam ruangan itu memberikan tepuk tangan kepada mereka.


rasa kecewa dan sakit hati yg di fikirkan rose hilang seketika saat kriss melamarnya untuk bertunangan di depan semua orang yg ada di mension ini.


(^_^)////(^_^)


hello semuanya ayo dong beri jempolnya buat author... setelah dapat 500 like author akan update gila-gilaan lagi loh...


di tunggu ya like nya hehehe (^_^)

__ADS_1


lllllllluuuuuuvvvvvvvvvvvv ❤️❤️❤️❤️


__ADS_2