
setelah selesai makan rose merapikan piring kotor dan ingin mencucinya hanya saja langkah kakinya harus terhenti saat kriss memeluk tubuhnya dari belakang
"hey apa hobi kamu sudah ganti menjadi pria mesum"
"hemm iya aku hanya menjadi pria mesum saat bersama kamu"
"oh... jadi kalau misalkan kamu diluar kamu bakalan mesum juga sama wanita lain gitu" melepaskan tangan kriss dari pinggang nya
"tentu saja" tersenyum manis menatap wajah rose
"huh" pergi begitu saja
kriss mengikuti rose menuju wastafel dan melakukan nya lagi yang membuat rose semakin kesal
"bisa gak sih gak usah dekat-dekat kayak perangko suka banget nempel terus"
"aku cuman mau bilang gak usah di cuci manual masukkan aja kemesin pencuci piring yang ada di sini" menunjuk pintu laci berbentuk persegi
"kalau mau bilang kayak begituan kenapa musti pakai pelukan segala sih"
"kan biar romantis apa kamu tahu seberapa ingin nya aku memeluk kamu setiap kali kita berjumpa"
"oh" acuh tak acuh sambil menyusun piring kedalam mesin
"kok kamu jawab nya gitu" menarik tubuh rose
pppraanggg suara piring pecah ke lantai kriss yang melihat segera mengangkat tubuh rose ala bridal menuju kursi
"kamu duduk di sini biar aku yang bersihin" pergi meninggalkan rose
"hemm" menatap datar kepergian kriss
rose yang sadar sudah berapa lama dia tidak memberi kabar kepada klan nya atau pun kazuya menjadi sedikit panik
rose berjalan ke dapur dan menatap dingin ke arah kriss yang mesaih membersihkan pecahan beling yang ada di lantai
"kriss"
"iya" menoleh ke arah rose
"bisa gak kamu suruh kak kenzo ke sini membawa kan ponsel ku" wajah memelas
"gak bisa" raut wajah berubah
"kenapa?"
"aku gak mau di ganggu dengan kehadiran kenzo di sini,sayang kamu tahu kan kita lagi honeymoon jadi jangan menyibukkan diri dengan kegiatan lain tolong fokus dengan liburan kita" berjalan mendekati rose
"tapi aku harus mengirim pesan ke seseorang"
"apa seseorang itu kazuya" raut wajah mulai memerah
"bisa di bilang ya juga sih" mengalih pandangan dari tatapan kriss
"putus kan hubungan dengan nya" berkata dengan wajah serius
"aku gak bisa" menatap tajam ke arah kriss
"kenapa?"
"aku gak bisa karena dia sudah seperti saudara bagiku"
"kalau aku memohon demi diriku apa kamu mau melepaskan nya?"
__ADS_1
"gak mau"
"apa aku gak begitu penting jika di bandingkan dengan nya"
"kalian berdua sama-sama penting bagiku kamu adalah suami ku dan dia adalah saudara ku jadi jangan meminta ku untuk memilih salah satu dari kalian"
"apa kamu akan berkata seperti ini juga jika kazuya menyuruh mu memutuskan hubungan dengan ku"
"dasar bodoh" menyentil kening kriss
"apa saja sih selama ini kegunaan pikiran kamu, tentu saja aku akan berkata sama dengan nya karena kalian sama-sama berharga untuk ku"
"baiklah aku akan mengizinkan kamu menghubungi nya melalui email"
"tapi aku gak punya laptop"
"aku akan menyuruh orang membelinya untuk kamu"
"kenapa harus menyuruh orang jika kita bisa pergi bersama membelinya" tersenyum manis
kriss hanya tersenyum saat mendengar rose ingin keluar bersamanya sesuai rencana kriss mengajak rose ke sebuah toko elektronik sore hari
setelah melihat-lihat rose memilih satu laptop dan bergegas membayarnya di kasir setelah selesai berbelanja kriss mengajak rose ke sebuah restoran untuk makan malam
"tutup mata kamu ya" memakaikan kain penutup ke mata rose
"kita mau kemana sih?" mulai penasaran
"sudah ikut saja"
kriss membawa rose ke sebuah restoran yang sudah di boking olehnya jauh-jauh hari dan mendekorasi dengan nuansa romantis
rose mendengar alunan musik biola yang merdu dengan perlahan kriss membuka kain penutup mata
"surprise apa kamu suka"memeluk tubuh rose dari belakang
"apa kamu suka?"
"iya terimaksih sayang" mencium pipi kriss
kriss memehang tangan rose dan berjalan menuju meja makan
"aku masih ada kejutan yang lain untuk kamu"
"kejutan apa lagi?" sangat penasaran
"habiskan dulu makanan nya lalu kita akan pergi ke tempat selanjutnya"
rose sangat menantikan kejutan yang di katakan kriss setelah selesai makan kriss mengajak rose naik ke mobil dan tidak lupa untuk menutup kedua mata rose
setelah perjalan yang cukup lama bagi rose akhirnya mereka sampai di tempat yang kriss janjikan
kriss membuka penutup mata dan alangkah terkejutnya rose saat melihat lampion yang berterbangan di langit
"sangat indah"
"apa kamu suka?" menanti jawaban dari rose
"sangat suka terimakasih kriss"
kriss hanya tersenyum dan menikmati malam yang singkat bersama dengan wanita yang dia cintai
__ADS_1
setelah selesai menikmati pemandangan kriss mengajak rose kembali ke hotel untuk istirahat sepanjang perjalan kembali ke hotel
jantung rose semakin berdebar tak karuan memikirkan pria yang ada di sampingnya
sesampainya di hotel rose bergegas menuju kamar dan alangkah terkejutnya rose saat melihat keadaan kamar nya saat ini
"kriss" teriak rose
"apa kamu suka?" memeluk tubuh rose dari belakang
"aku suka dekorasi ini tapi jangan berfikir kalau kamu bisa menyentuh ku" berjalan menuju toilet
kriss mematung di pintu kamar melihat kepergian rose begitu saja
"aku akan mendapatkan kamu malam ini" gerutu kriss dengan penuh gairah
di dalam kamar mandi rose semakin terkejut saat melihat dekorasi yang familiar baginya
"apa harus seperti ini, bahkan toilet juga di hias" gerutu rose di dalam hatinya
walau rose sangat bahagia menerima kejutan yang romantis dari kriss tapi hatinya masih bimbang jika harus menjalani hubungan yang sebenarnya dengan kriss
rose berendam di bathtub untuk menghilangkan kegundahan di hatinya akal dan hati rose saat ini sedang beradu konflik yang sulit untuk di atasi
tanpa rose sadari kriss sudah masuk kedalam bathtub dan ikut berendam di samping rose
"mau aku bantu bershin" berbisik di telinga rose
"akhh sejak kapan kamu di sini" sontak terkejut mendengar suara kriss
"sudah dari tadi aku di sini memperhatikan kamu yang sedang galau" dengan nada meledek
"kriss sepertinya aku gak bisa mengontrol perasaan ku ke kamu" menundukkan kepalanya
"apa yang harus kamu kontrol jika kamu masih memiliki perasaan dengan ku untuk apa kamu membohongi diri kamu"
rose terdiam sejenak mendengar perkataan kriss yang memang benar adanya saat ini
rose menarik tubuh kriss dan mencium bibir nya dengan lembut dan penuh dengan gaira, kriss melepaskan ciuman panas itu dan membuat jarak di antara mereka
kedua bola mata rose terbelalak saat ini merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat
"apa aku di tolak" kata rose di dalam hatinya
"i love you" kata kriss sambil menatap wajah rose dengan serius
kata-kata manis yang keluar dari bibir kriss membuat rose semakin yakin dengan apa yang di katakan kak kenzo padanya
"i love you too" jawab rose
kriss yang mendengar jawaban dari rose sontak memeluk tubuh rose dengan rasa kegirangan
"terimakasih sudah mau memberikan aku satu kesempatan lagi dear aku janji gak akan mengecewakan kamu"
"aku juga berharap kamu tidak akan mengecewakan aku lagi"
tatapan kriss penuh dengan gairah yang membara memberi isyarat kepada rose yang ingin meminta lebih dari sekedar ciuman yang panas ini
__ADS_1
(^_^)//(^_^)
tinggalkan jejak dan dukung novel ini terimakasih