Kisah Ku Yang Kelabu

Kisah Ku Yang Kelabu
KKB// sesion 2


__ADS_3

setelah pertemuan bahagia dengan amora,rose dan kriss kembali ke mension mereka selama perjalan kembali entah apa yang di pikiran rose saat ini


hati nya mulai merasakan sesuatu yang tidak asing dan membuat dirinya gelisah, ring ring..ring suara telpon berdering


kriss melihat sekilas ke layar ponselnya dan terlihat nama kenzo di layar ponsel


"sayang coba kamu angkat telpon kenzo" pinta kriss yang menyetir mobilnya


rose hanya diam dan bergegas mengangkat telpon dari kenzo


"halo kak ada apa?"


"dimana kriss?" kata kenzo dengan nada panik


"ada nih sedang nyetir"


" tolong berikan ponselnya kepada dia" pinta Kenzo


rose menyerahkan ponsel kepada kriss sambil memberikan isyarat pada nya


"ada apa?" tanya kriss singkat


"ada masalah genting aku menunggu kamu di bandara sekarang juga, kurang lebih ceritanya akan ku ceritakan saat kamu sudah di sini"


"baiklah" panggilan pun di akhiri oleh kriss


kriss menatap sekilas ke arah rose sebelum memulai percakapan mereka


"sayang"


"hemm.."


"aku harus ke bandara ada masalah yang mendesak dan aku belum tau dengan jelas masalah nya apa"


"terus"


"kamu bisa kembali ke mension sendiri kan setelah mengantar aku ke bandara?"


"iya bisa"


kriss mencium pipi kanan rose dengan lembut sambil melajukan mobilnya


sesampainya di bandara terlihat kenzo dan beberapa mafioso yang berdiri tepat di belakangnya


"rose aku harus membawa dia pergi aku harap kamu bisa menjaga diri kamu selama kami pergi"


"hemm iya kira-kira berapa lama kalian akan pergi"

__ADS_1


"mungkin sekitar seminggu atau lebih"


"jangan lupa terus kabarin aku ya dan jangan nakal di sana" memeluk pingang kriss dengan manja


"iya sayang aku pergi dulu kamu juga harus jaga kesehatan dan makan yang teratur" mencium kening rose dengan lembut


setelah berpamitan kriss berjalan menjauh dari rose dan tanpa di sadari oleh rose sudut matanya sudah membasah dan jatuh ke pipinya


air bening yang sudah dia tahan pecah dan jatuh membasahi kedua pipinya,ada rasa tidak ikhlas melepaskan kepergian kriss tapi dia harus tetap melepaskan nya


setelah rose yakin kriss sudah masuk kedalam pesawat rose kembali ke parkiran mobil dan bergegas kembali ke mension


tidak perlu waktu yang lama rose sudah sampai di mension dan bergegas menuju kamarnya yang ada di lantai dua


"huf akhirnya sampai juga" memandang langit-langit kamar


tanpa rose sadari dirinya terlelap di atas ranjang hingga suara ketukan membangunkan nya dari tidur yang lelap


"siapa?" teriak rose dengan suara serak khas bangun tidur


"nyonya makan malam sudah siap" kata pelayan yang berada di luar kamar rose


"baik saya akan segera turun" bangkit dari ranjang menuju toilet untuk membersihkan diri


setelah selesai mandi dan mengganti pakaian rose berjalan keluar dari kamar menuju meja makan


"nona silahkan duduk" menarik kursi untuk rose duduk


rose duduk tepat di hadapan kakek buyut kriss dengan wajah datar tanpa ekspresi membuat rose sulit untuk menebak apa yang sedang di pikirkan pria paruh baya yanga ada di depannya saat ini


rose menyantap makanannya dengan santai dan tidak memperdulikan pria yang ada di hadapannya


"saya sudah siap" berdiri dan ingin melangkah pergi


"berhenti di situ dan kembali ke tempat duduk kamu" menatap dengan tatapan dingin


rose kembali duduk di kursi nya sambil menatap dengan tegas tanpa rasa takut


"tinggalkan cucu ku sekarang juga"


"maaf saya tidak bisa meninggalkan nya karena sekarang saya adalah istrinya" menjawab dengan tegas


"saya tahu kamu adalah istrinya tapi kalian belum mendaftarkan pernikahan kalian jadi bisa di bilang jika pernikahan kalian tidak resmi secara hukum" melemparkan berkas ke hadapan rose


seakan di sayat-sayat hati rose saat ini mendengar perkataan kakek buyut kriss dengan tangan yang gemetar mencoba membuka map yang ada di hadapannya


sesuai tanggal dan bulan pernikahan mereka tidak ada satu pun kua yang mencatat dokumen tentang pernikahan mereka

__ADS_1


"apa sekarang kamu sudah percaya kalau cucu ku hanya ingin bermain dengan mu"


rose membeku dan terdiam pikiran nya kosong saat ini seakan di tipu mentah-mentah oleh kriss


"hahaha... pernikahan palsu dan semua nya palsu sungguh mirisnya" kata rose di dalam hatinya


"apa yang kamu inginkan dariku sekarang?" tanya rose dengan tegas


"permintaan ku tidak rumit tinggalkan kriss karena dia sudah memiliki janji pernikahan dengan wanita lain" mentap rendah rose


"maaf aku tidak bisa meninggalkan kriss"


"apa kamu yakin dan kamu sanggup menanggung konsekuensi dari penolakan kamu"


" aku tidak perduli dengan ancaman kamu yang perlu kamu ketahui aku Rosella Anastasia tidak akan membiarkan putri ku memanggil wanita lain mama nya"


"hahaha cukup menarik jika ini adalah pilihan mu maka aku tidak akan memaksa" bangkit dari kursi dan pergi menjauhi rose yang masih duduk di ruang makan


rose mematung memikirkan masalahnya yang tiada henti,rose berjalan dengan linglung kembali ke kamarnya


rose mengambil ponselnya dan mencoba untuk menghubungi kriss ataupun kenzo tapi hasilnya nihil


"kenapa gak bisa di hubungi sih"decak rose kesal


rose sangat kesal dengan kriss yang sudah membodohi dirinya


"aku percaya dengan mu tapi kenapa kamu harus merendahkan ku hingga seperti ini" rasa sakit yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata ini lah yang rose alami saat ini


rose menangis sepanjang malam hingga tertidur dengan lelap tanpa dia sadari matahari terbit dengan cemerlang menyinari setiap sudut ruangan kamar


rose terbangun dari tidurnya dan bergegas keluar kamar mencari-cari ke setiap sudut ruangan


"apa dia sudah pergi" kata rose dengan bahagia karena tidak perlu berpura-pura di hadapan kakek buyut kriss


hari yang panjang dan cukup melelahkan untuk rose saat ini, rose duduk di kursi balkon dengan laptop di hadapannya dan segelas coklat panas di tangan kanannya


tringg..tringg..tringg suara dering ponsel rose melihat layar ponselnya yang tertulis nama sekertaris dari perusahaan dengan cepat rose mengangkat telponnya


"hallo ada apa?" tanya rose dengan tenang


"apa kamu bilang" dengan tidak percaya mematikan telpon dan segera melihat berita di Internet


"apa tidak mungkin semua ini terjadi gak mungkin hiks...hiks...". tangis rose pecah membasahi pipinya


kedubrakk... rose jatuh pingsan di lantai pelayan yang berada di belakang rose segera mengangkat tubuh rose ke atas ranjang dan memanggil dokter untuk memeriksa ke adaan rose saat ini


(^_^)//(^_^)

__ADS_1


ada apa ya kira-kira jangan lupa tinggalkan jejak kalian terimakasih


__ADS_2