
Amora mengayunkan kakinya masuk kedalam Mension,terlihat jelas wajah Xiaoling yang kecewa melihat Kris kembali bersama dengan Amora
"sayang anak mama kamu kemana aja mama dan yang lainnya merasa khawatir." sedikit berjongkok untuk menyesuaikan tubuhnya dengan Amora
Amora mendorong Xiaoling dan memberikan tatapan sinis ke wanita berdarah Tionghoa itu
"kita tidak terlalu akrab dan lagi kamu bukan mama ku, bahkan kamu tidak pantas membawakan sepatu ku! jadi jangan melewati batasan mu" tatapan dingin dan mulut yang pedas membuat siapapun yang mendengar pasti merasa kesal
"hahaha" Xiaoling tertawa kecut
amora menatap ayahnya dan menarik kriss masuk kedalam tanpa menghiraukan wanita cantik yang sedang mematung dengan tatapan ingin membunuh
"ayah malam ini aku ingin kamu temani aku tidur" suara manja
"tentu sayang" mengangkat tubuh Amora dan menggendongnya kembali ke kamar
"dasar anak nakal aku akan menghabisi mu setelah kepergian Kriss dari Mension ini kita masih memiliki waktu yang panjang" berkata di dalam hati
kriss melangkah kan kakinya masuk kedalam kamar Amora membantu putri kecilnya untuk membersihkan diri dan bersiap untuk makan malam bersama
kriss membuka lemari pakaian dan mengambil piyama berwarna pink dan memakainya ke Amora" lihat putri kecil ayah sangat cantik" melihat wajah Amora yang mirip dengan rose
"ayah apa bundha akan kembali,Amora sangat merindukan bundha ayah!" wajah cemberut
"untuk saat ini ayah belum bisa memastikan di mana keberadaan bundha tapi ayah berjanji akan segera menemukan bundha di mana pun dia berada" tatapan serius
kriss menatap putri kecilnya yang terlihat sedih dan sesekali Amora menyeka air matanya yang luruh membasahi kedua pipinya yang chubby
" Amora ada hal lain yang ingin ayah kata kan,jadi dengarkan ayah baik-baik" wajah serius
"beberapa hari lagi ayah harus pergi perjalanan dinas luar kota dan ayah tidak tahu kapan bisa kembali ke sini, sebaiknya kamu kembali ke sekolah dan jangan pernah kembali kecuali ayah atau paman Kenzo yang menjemput kamu"
"Amora tidak ingin kembali ke sekolah,ayah bisakah ayah kirim email ke paman zuya kalau Amora ingin bertemu dengan bundha" bujuk kriss
"ayah akan usahakan,tapi ayah tidak janji apakah berhasil atau tidak."
"tapi setidaknya kita sudah mencoba ayah" memaksakan senyuman
kriss mengendong tubuh Amora dan keluar dari kamar menuju ruang makan,terlihat wajah Xiaoling dan Kenzo yang menunggu kedatangan mereka
__ADS_1
"kenapa kalian belum makan?" menatap kedua orang yang sedang duduk berhadapan
"sayang kami menunggu kalian untuk makan bersama" berjalan mendekati kriss
"jangan mendekat atau aku akan menyuruh ayah kembali ke kamar" menepis tangan Xiaoling yang ingin menyentuh kriss
"Amora kamu berkata apa? kita adalah satu keluarga dan wajar jika kita saling menunggu untuk makan bersama" memaksakan senyuman
"apa kamu salah minum obat, aku bilang jangan mendekat dengan ayah ku!" suara berteriak yang membuat Kenzo dan kriss terkejut
"Amora" Kenzo bangkit dari kursinya
"sayang kamu kenapa?" Kriss menatap heran wajah Amora
"sayang jangan salahkan Amora dia masih kecil ini semua salahku karena aku memaksa nya dan membuatnya berteriak ke aku!" wajah sedih
walau kelihatan nya Xiaoling seperti membela Amora pada kenyataannya di dalam kata-kata Xiaoling tersirat bahwa Amora anak yang tidak sopan
kriss menatap tajam wajah wanita yang ada di hadapannya saat ini
"siapa yang menyalah kan putri ku,dia adalah putriku dan memang seharusnya kamu yang di salahkan. sudah lah nafsu makan ku sudah hilang gara-gara kamu" berjalan meninggalkan meja makan
Kenzo yang melihat kepergian kriss segera menyuruh bawahannya untuk menyiapkan makanan untuk mereka bertiga di kamar Amora
"dasar anak wanita jalan* memang pantas kamu anak yang perlu di berikan pelajaran,aku akan menyiksa mu perlahan-lahan"berkata di dalam hati Xiaoling
sementara di kastil kazuya
kazuya masih memeluk erat tubuh rose di atas ranjang dan enggan untuk melepaskan pelukannya
kedua bola mata saling bertatapan membuat jantung rose berdegup dengan kencang
"kazuya aku ingin keluar mencari udara segar" segera bangkit dari tempat tidur dan berlari kecil menuju balkon
"rose ayo kita berangkat" menatap punggung rose
rose berbalik dan melihat wajah kazuya yang pucat pasi
"sebaiknya kita pergi setelah kamu sudah membaik"merasa khawatir
__ADS_1
"kamu tidak perlu khawatir ada Adam yang akan menemani kita,dia akan menjaga ku dengan baik"
"baiklah jika seperti yang kamu katakan aku akan merasa sedikit lega" membalikkan badan dan menatap lautan yang luas
kazuya memanggil kedua orang kepercayaan nya untuk menyiapkan kendaraan mereka yang ingin berangkat keluar dari pulau ini
di pulau di mana kastil ini berdiri hanya ada beberapa ponsel dan komputer yang bisa mengakses internet dan itupun hanya di waktu tertentu akan di aktifkan setelah itu akan kembali seperti semula
pengamanan yang ketat serta pembunuh profesional lahir dari kastil pribadi ini, pulau yang terlihat indah di luar memiliki segudang alat senjata yang mematikan dan puluhan ribu orang yang belajar menjadi prajurit tempur siap mati klan azumi
klan azumi dan kazuya sudah bersama sejak rose kembali ke pelukan kriss dan selama itu kazuya lah yang memimpin dan mengubah kedua nama kalan itu menjadi black angel
azumi terdiri dari prajurit wanita sedangkan kazuya terdiri dari prajurit pria,tapi kini semua sudah bersatu tidak ada perbedaan gender di organisasi yang di pimpin kazuya saat ini semua orang sama mau pria ataupun wanita mereka setara
kekuatan klan kazuya semakin besar dan semakin di takuti di seluruh Asia
hakagawa dan Nakagawa kembali ke kamar kazuya untuk memberitahukan bahwa pesawat sudah tiba untuk membawa mereka ke bandara
kazuya mengandeng tangan rose dan membantu nya naik kedalam helikopter menuju bandara,di susul oleh Adam di belakang
tidak perlu waktu lama mereka sudah sampai di bandara dan masuk kedalam jet pribadi milik kazuya,di dalam pesawat hakagawa memberitahu bahwa ada email yang masuk dari king
"tuan ada email dari king" berbisik
"tidak perlu di baca segera hapus!" tetap tenang
"tapi isi email penting karena ada simbol putri di atas email"
kazuya termangu mendengar perkataan hakagawa,kazuya menatap wajah rose yang tertidur di atas pangkuannya
"berikan email nya ke ponsel ku" memberikan isyarat untuk menyuruh pergi
hakagawa menuruti perkataan kazuya dan mengirimkan email ke ponsel milik nya
deg
raut wajah kazuya berubah saat membaca isi email
berikan bintang 5 untuk novel ini ya terimakasih
__ADS_1