
sesampainya di ruang kerja rose duduk di sofa sambil menatap ke arah kazuya yang sedang berbicara dengan orangtuanya
tanpa rose sadari dirinya mengerti apa yang dikatakan oleh kazuya, setelah berbincang selama lima belas menit akhirnya pembicaraan pun selesai
"lama menunggu nya ya?"
"tidak juga,apa kita bisa pergi sekarang?" sudah tidak sabar
kazuya melihat jam tangan yang ada di pergelangan tangan kirinya
"ayo kita berangkat sekarang dan selama kamu di negara j, nama kamu adalah Himawari"
"baiklah"
setelah perjalanan yang cukup panjang melalui udara akhirnya mereka sampai di sebuah pulau pribadi
terlihat kastil bergaya klasik berada di tengah-tengah pulau,terlihat penjagaan yang ketat di sekitar pulau dan juga kastil
"ayo kita masuk" menggenggam tangan rose
rose mengikuti langkah kaki kazuya memasuki kastil, rasa yang familiar dan membuat sekilas bayangan di dalam kepalanya membuat rose merasa pusing
"uh..." memegang kepalanya
"apa kamu merasa pusing?" khawatir
"sedikit tapi tidak apa-apa,ayo kita lanjutkan"
tanpa basa-basi kazuya mengendong rose ala bridal masuk kedalam kastil
"selamat datang kembali ke rumah nyonya Himawari" teriak semua orang
rose tersenyum kecut sekaligus bigung tangan nya menggenggam tangan kazuya dengan kuat,dirinya merasa tidak nyaman dengan perlakuan orang-orang yang ada di hadapannya saat ini
"ada apa?" bisik kazuya
"aku merasa tidak nyaman"
"kalian bubar lah dan mulai berlatih kembali"
orang-orang yang mendengar perkataan kazuya segera pergi meninggalkan kazuya dan rose,kazuya mengendong tubuh rose menuju ruang kerja miliknya
"rumah siapa ini?"
"ini rumah kamu dan mereka semua adalah orang-orang milik mu!"
"apa maksud kamu?" bingung
kazuya mulai menceritakan awal pertama mereka bertemu hingga akhirnya rose menikah dengan kriss dan bagaimana keluarganya meninggal
rose yang mendengar merasa terkejut dan syok dirinya merasa manusia terbodoh di dunia ini,selama ini terus mencoba untuk menempel ke seorang pria yang sama sekali tidak perduli dengan hidup dan matinya
"sekarang apa yang ingin kamu lakukan? apa pun ke putusan mu aku akan membantu dan mendukung kamu!" bicara dengan tegas
"terimakasih kazuya,aku mau istirahat dulu pikiran ku sangat kacau dan kepala ku sangat sakit"
"tenanglah jangan di paksa untuk mengingat nya yang terpenting kamu tahu siapa kamu dan bagaimana kondisi kamu sebelum kamu kehilangan ingatan" mencoba menenangkan rose
__ADS_1
"apa yang kamu katakan benar, terimakasih kazuya aku sudah merasa sedikit lebih baik"
"kalau begitu kita menginap di sini untuk beberapa hari bagaimana?"
"terserah kamu saja"
"baiklah kalau begitu aku akan menunjukkan kamar mu" menggandeng tangan rose
sedangkan krisis yang berada di mansion Eropa
kriss yang baru saja pulang dari dinas nya segera kembali ke mansion untuk menemui wanita nya
sesampainya di mansion kriss sangat terkejut saat melihat lingling wanita yang di jodohkan kakek buyutnya berada di mansion
"kenapa kamu di sini?"
"tentu aku harus di sini karena aku akan menjadi nyonya rumah ini"
"dimana rose?"
"oh wanita jala*g itu, sudah pergi beberapa bulan yang lalu" tetap tenang
"pasti kamu yang mengusirnya dasar wanita sial*n aku akan membunuh mu jika terjadi sesuatu pada nya" mencekik leher Xiaoling
"hahahaha carilah jika kamu bisa menemu kan nya"mulai kehabisan napas
"cih...Kenzo lacak keberadaan rose saat ini" berteriak
"tidak usah tergesa-gesa karena aku belum membalas perbuatan mu kepada ayah ku"
krisis tidak menggubris perkataan Xiaoling dirinya berjalan menuju ruang kerja pribadi miliknya
Kenzo masuk kedalam ruang kerja kriss
"bagaimana apa ada hasil?"
"aku sudah melacak dan hasil GPS yang di tanam di cincin menunjukkan dirinya ada di rumah ini, tapi setelah aku periksa ternyata cincin dan ponsel milik rose ada di kamar kalian"
"apa dia sangat marah denganku hingga dia melakukan semua ini"
"coba kamu periksa sendiri" memberikan ponsel
kriss mulai memeriksa ponsel rose tapi dirinya tidak menemukan apa-apa, ada rasa curiga terhadap ponsel yang ada di genggaman nya saat ini
"coba kamu suruh anggota kita untuk memulihkan data yang hilang di ponsel ini" memberikan ke Kenzo
Kenzo mengambil ponsel dari tangan kriss dan meninggalkan ruangan kerja itu
"rose maaf kan aku,aku harap kalian berdua baik-baik saja"pikiran mulai kacau
krisis merasa gelisah menanti hasil pemeriksaan Kenzo, setelah beberapa jam Kenzo kembali ke ruangan
"kriss data di ponsel ini tidak bisa di pilih kan lagi" menyerahkan ponsel
krisis duduk dan bingung menghadapi masalah ini.
"aku akan kembali ke kota j untuk menemui nenek dan orangtua rose" bangkit dari tempat duduk
__ADS_1
"kamu tidak boleh gegabah untuk saat ini,ingat kamu sekarang sedang di pantau oleh kakek buyut dan keluarga Xiaoling" menahan krisis
"lalu apa yang harus aku lakukan! duduk terus seperti ini tidak akan membuahkan hasil" menepis tangan Kenzo yang ada di pundak nya
"aku tahu, untuk masalah ini biar aku saja yang pergi memeriksanya. kamu tetap di sini dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa" memberi solusi
"baiklah kami harus hati-hati jika terjadi sesuatu segera kabari aku"
Kenzo mengangguk dan pergi keluar ruangan dan segera menjalankan tugas nya,krisis yang merasa kesal berjalan kembali ke kamarnya
Xiaoling yang melihat krisis sedang gundah, tersenyum dan merasa bahagia di atas penderitaan kriss
"kau tidak akan pernah bisa menemui wanita itu lagi, karena wanita itu pasti sudah mati tertimpa reruntuhan" berkata di dalam hati
di pulau pribadi rose
rose istirahat di kamar seorang diri sambil menatap ke luar jendela
"aku ingin balas dendam tapi aku tidak mungkin melakukan ini semua jika aku masih mengandung,apa aku harus melakukan aborsi?" mengelus perutnya
lamunan rose terhenti saat kazuya masuk kedalam kamar nya
"kenapa kamu belum istirahat?" berjalan mendekati rose
"aku masih memikirkan harus balas dendam atau tidak,aku benci melihat orang yang menindas ku hidup dengan bahagia" menggenggam tangan nya
"lalu apa keputusan mu?" duduk di samping rose
"kazuya apa aku harus melakukan aborsi? karena aku tidak mungkin melakukan hal yang berbahaya dalam kondisi ku yang seperti ini!" berdiri di hadapan kazuya
"apa kamu yakin?" merasa sedih
"aku..aaku tidak tahu,hati ku bimbang dan sakit saat memikirkan harus aborsi tapi di satu sisi lagi aku tidak ingin diam seperti ini"kembali duduk
"aku mengerti apa yang kamu pikirkan saat ini, sebaiknya kamu melakukan nya setelah anak ini lahir masih belum terlambat kok. dan lagi kamu bisa memulihkan fisik kamu sebelum kamu kembali seperti dulu"
"kamu benar" pasrah
"kalau gitu, gimana kalau kita pergi ke Dubai untuk liburan atau pergi ke sesuatu tempat yang ingin kamu datangi"
"kita akan pergi ke Korea dan menetap di Seoul hingga anak ini lahir"
"tapi di sana kamu harus memiliki suami jika ingin hidup dengan damai"
"itu tidak mungkin,bagaimana kalau aku menikahi salah satu pria yang ada di sini untuk sementara" tersenyum manis
"kamu ingin aku marah ya!" memberi isyarat
"lalu aku harus gimana?" merasa frustasi
"aku akan menikah kamu secara resmi"
"apa kamu yakin?" merasa bimbang
"aku yakin karena aku mencintaimu" menatap dengan penuh kasih sayang
"maaf kazuya aku tidak bisa menyakiti kamu seperti ini, kamu tidak perlu berkorban sampai sejauh ini demi aku" menolak dengan sopan
__ADS_1
"kamu tidak perlu berkata seperti itu aku serius"