
tidak terasa sudah satu bulan rose tinggal bersama papa dan rose pun terus menghubungi mama melalui smart watch tanpa sepengetahuan papa atau pun tante dewi
hari ini papa mengajak rose ke suatu tempat yang belum pernah rose datangi sebelumnya rose melihat dari ke jauhan mama dan rasell serta bi ijah pun masuk ke pengadilan agama salah satu di kota x
rose duduk di samping papa bersama kuasa hukum papa dan begitu juga mama di dampingi kuasa hukumnya, hakim mulai memutuskan dan menerima gugatan cerai dari dakwah terhadap terdakwa.
mama pun resmi menyandang status janda serta masalah hak asuh anak jatuh ke tangan mama aku dan rasell akan berkumpul bersama lagi walau papa mencoba banding agar aku tetap ikut bersama papa tapi mama tidak mau kalah mama mengeluarkan bukti-bukti serta saksi yang memberatkan papa atas kelalaiannya mengasuh anak
akhirnya ajuan banding dari papa pun di tolak oleh hakim serta harta gono-gini yang di perebutkan mama menerima rumah beserta isinya serta papa harus menafkahi masing-masing anak sebanyak 10 juta perbulan.
mama menangis haru atas ke putusan hakim walau rose tahu dalam hati mama sedih atas penghianatan papa terhadap mama serta sakit hati karena memisahkan ibu dan anak selama satu bulan ini
akhirnya rose pun di serahkan hari itu juga kepada mama oleh papa, papa terdiam dan terpaksa menerima ke putusan hakim
rose pun pulang menuju rumah bersama mama,rasell,dan bi ijah sesampainya di rumah mama langsung mengajak arose makan bersama dengan bibi di meja makan untuk merayakan ke pulangan rose ke rumah walau rose merasa rindu sama papa tapi rose sudah terbiasa karena papa memang tidak pernah ada waktu untuk rose dan mama
sekarang mama sudah menyandang status sebagai janda jadi mama harus mulai berfikir mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan anak-anaknya
mama tidak berharap sepeser uang dari papa yang terpenting buat mama sekarang adalah rose dan rasell bisa hidup berkecukupan dengan hasil uang yang mama tabung selama ini dan uang dari kerja mama.
sekarang mama mulai bekerja di salah satu bioskop xxx di salah satu mall di kota x walaupun aku tau mama bukan lah seorang gadis lagi tapi mama memiliki body yang ideal tinggi yang ideal serta wajah yang lumayan
mama menjadi salah satu penjaga di bioskop xxx di salah satu mall walau masih traning rose dan rasell di jaga oleh bi ijah saat mama kerja mama sudah mulai jarang bisa menemani rose makan siang atau malam tapi mama selalu menjelaskan kepada rose apa yang di lakukan mama adalah untuk bisa mencari uang untuk rose dan rasell
karena papa sudah tidak bertanggungjawab kepada mama, mama tidak pernah mengajarkan rose untuk membenci papa atau menyalahkan papa karena sudah meninggalkan kami
mama selalu bilang papa sudah bahagia di sana dan sekarang kita juga harus bahagia dengan hidup kita yang sekarang
hari ini mama libur dari pekerjaan nya, mama mengajak rose dan rasell jalan-jalan ke mall kami makan bersama, rose bermain di wahana mandi bola lalu kami belanja baju serta alat gambar yang dulu sering di belikan oleh papa untuk rose
setelah itu mama mengajak kami belanja kebutuhan bulanan untuk di rumah lalu kami jalan-jalan hingga tak terasa sudah mulai malam kami pun pulang
hari-hari yang rose lewati terus seperti itu hingga rose pun sudah terbiasa dengan waktu mama pulang dan pergi kerja hari ini ulang tahun rose yang ke 3 tahun
__ADS_1
mama belum pulang dari pekerjaannya rose sedikit sedih dan ke cewa karena mama belum pulang
rose menunggu mama di ruang tamu hingga tak sadar hampir ke tiduran rose mendengar suara mobil masuk kedalam garasi dengan cepat rose berlari menuju pintu rumah untuk membukakan pintu untuk mama.
"ya ampun sayang kamu belum tidur jam segini"
"kakak nungguin mama pulang" tersenyum manis ke arah mama
"selamat ulangtahun ya sayang"mencim kening rose
"ini mama belikan kue kesukaan kamu ayo kita tiup lilin dulu di dalam"
rose pun senang karena mama sudah pulang dan tidak lupa hari ulangtahun nya rose pun duduk di kursi meja makan memandangi kue bolu yang di hiasi dengan lilin angka 3 yang sudah di nyalakan oleh mama
aku mulai menutup mata dan mulai berharap rose meniup lilin nya dan memotong kue rose menyuapi mama dan mama pun menyuapi rose kami tertawa bersama di meja makan karena bahagia
keesokan harinya mama libur kerja karena hari ini mengajak rose dan rasell jalan-jalan ke rumah nenek
"nenek rose kangen banget sama nenek"
"nenek juga kangen sama rose sama siapa aja ke sini?"
"sama mama dan rasell nek"
"papa kamu mana sayang?"
"papa udah gak sama kami lagi nek sekarang rose sama mama dan rasell serta bi ijah di rumah nek, papa jugak sekarang udah punya keluarga sendiri jadi papa udah gak bersama kami lagi nek" tersenyum manis ke arah nenek
nenek yang mendengar perkataan rose mulai marah dan meninggalkan rose untuk mencari mama yang masih memarkirkan mobilnya
"kenapa kamu pisah sama suami kamu itu"
"mama nanti kita bicarakan di dalam ya malu di denger tetangga, gimana kabar mama sehat?" mengalihkan pembicaraan
__ADS_1
"sehat kamu gimana kabarnya, sini rasell biar mama yang gendong."
"aku sehat ma" berjalan masuk bersama dengan nenek
rose melihat mama dan nenek masuk ke dalam rumah bersama, mama menyuruh rose untuk menjaga dan bermain dulu bersama dengan rasell sedangkan mama ingin berbicara dengan nenek
tak terasa waktu terus berputar pagi berganti menjadi siang dan siang berganti menjadi sore sekarang kami pun harus pulang dan nenek pun ikut bersama kami pulang ke rumah kami
di perjalanan nenek bilang akan ikut tinggal bersama kami mulai sekarang karena bi ijah akan di berhenti kan oleh mama karena masalah ke uangan
sesampainya di rumah kami turun dari mobil dan melihat bi ijah yang menunggu kepulangan kami
bi ijah yang melihat kami sampai di rumah langsung membawakan barang-barang nenek ke dalam kamar tamu yang sudah di bersihkan oleh bi ijah sebelumnya dan ke esokan paginya kami sarapan bersama di meja makan karena hari ini mama kerja sift malam dan hari ini pula hari terakhir bi ijah kerja di rumah ini
bi ijah berpamitan kepada rose rasell dan mama serta nenek rose menangis karena bi ijah sudah tidak bisa bermain bersamanya lagi.
"bi jangan pergi entar rose kesepian kalau gak ada bibi" rengek rose
"non jangan sedih entar kalau bibi ada waktu dan umur yang panjang bibi akan sering-sering main ke sini ngelihat non dan aden ya"
" nyonya saya pamit dulu ya" kata bi ijah yang melangkah keluar dari rumah
"bibi hati-hati ya pulang ke kampung nya maafin saya bi kalau saya ada salah ucapan yang menyakiti hati bibi atau pun ada perbuatan saya yang kurang enak selama bibi kerja di sini"
"iya nyonya saya maafin saya pun gitu juga ya nyonya"
"bi lain waktu kalau ada kesempatan bibi boleh datang ke rumah saya ya karena bibi udah saya anggap seperti keluarga sendiri makasih bi sudah menemani saya dari susah ataupun senang" menetes air mata
"iya nyonya bibi pun senang bisa bekerja bersama nyonya selama lebih dari sepuluh tahun ini, bibi sangat bahagia bisa menjadi bagian dari keluarga nyonya"
perpisahan kami bersama bibik penuh tangisan haru dan sedikit tidak rela untuk melepaskan ke pergian bibik ijah
(^_^)//(^_^)
__ADS_1