Kisah Ku Yang Kelabu

Kisah Ku Yang Kelabu
KKB//sesion 2


__ADS_3

setelah rose mematikan panggilan dari ponsel milik nya,rose bergegas merapikan barang-barang yang akan dia bawa


"aku harus segera kembali atau perusahan akan di ambang kehancuran karena ulahnya" gerutu rose sambil merapikan barang-barang milik nya


rose terdiam sesaat setelah selesai merapikan kopernya dirinya teringat dengan Kriss yang masih memiliki tugas di luar sana dan sulit untuk menghubungi nya


rose mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan singkat untuk kriss, setelah itu rose berjalan keluar dari kamar nya


pelayan yang melihat rose ingin pergi segera mencegah nya


"nyonya anda mau kemana?" tanya kepala pelayan


"saya hanya ingin kembali ke kota I untuk menyelesaikan pekerjaan saya, jika kriss kembali dari tugasnya tolong kamu sampaikan pesan saya kalau saya sudah kembali" melangkah pergi menuju garasi mobil


supir yang melihat rose ingin pergi segera membantu rose tanpa bertanya.


"pak tolong antar saya ke bandara"


"baik nyonya" menginjak pedal gas menuju bandara


sepanjang perjalanan rose menatap grafis perusahaan dan memulai rencana untuk menyelamatkan perusahaan milik keluarga nya itu


"astaga kerugian sudah melebihi batas" menepuk jidatnya


rose melihat jadwal pesawat yang akan dia tumpangi setelah dia sampai di bandara


"masih ada waktu setengah jam lagi sebelum lepas landas" berjalan ke resepsionis untuk mengecek tiket yang di beli online oleh sekertaris pribadi nya


rose yang sudah berada di kursi penumpang bersiap memasang sabuk pengaman lalu tidak lupa mencoba menelpon kriss


"astaga masih saja di alihkan ke kotak suara" gerutu rose kesal


rose menyimpan ponselnya kedalam tas dan mulai menyibukkan dirinya dengan urusan perusahaan


beberapa hari kemudian


rose duduk di kursi rapat milik nya dan melihat wajah-wajah baru yang tidak dia kenal membuat rose mengerutkan dahi nya


"saya berada disini mengantikan ratu, selama saya istirahat beberapa bulan perusahaan sudah di ambang kehancuran" menatap tajam kearah orang-orang yang ada di dalam ruangan rapat


"kamu coba tunjukkan hasil proyek yang di jalan kan ratu mantan ceo kita" menunjuk ke arah pria muda tampan bak opa korea


dengan tergagap menjawab pertanyaan rose sambil menunjukkan semua dokumen yang belum di selesaikan


rose menatap tajam dan membanting tumpukan dokumen ke atas meja yang membuat semua orang terkejut melihat nya


"apa seperti ini sampah-sampah yang di pilih nya" teriak rose


semua mata tertuju kepada rose yang semakin membuatnya kesal wajah polos tak berdosa yang di tunjukkan oleh pria-pria tampan yang ada di hadapannya membuatnya muak dan ingin muntah


"kamu selesaikan masalah proyek di kota m dalam waktu sebulan jika masalah tidak selesai kamu saya pecat" menatap dengan tajam


"baik bu" menjawab dengan terbata-bata


"kamu rapikan dokumen yang tertunda saya ingin melihatnya di meja saya besok dan rapat hari ini selesai" rose melangkah keluar ruangan menuju ruang kerjanya

__ADS_1


krieett suara pintu terbuka alangkah terkejutnya rose melihat pria yang tak asing baginya duduk di kursi miliknya dengan tersenyum manis menyambut kedatangan rose


"Kazuya sejak kapan kamu di sini?" melangkah masuk mendekati kazuya


"yah hampir sekitar tiga jam" melihat jam tangan yang dia kenakan


"maaf membuat mu menunggu lama ada apa kamu ke sini" duduk di sofa tamu


"aku tahu kamu lagi susah mangkanya aku datang ke sini untuk membantu kamu" berjalan mendekati rose dan duduk di sampingnya


"apa kamu memata-matai ku?" menatap tajam ke arah kazuya


"ayolah untuk apa aku memata-matai kamu, kamu lihat sendiri ini" memberikan berkas ke rose


rose melihat isi penolakan pinjaman dari berbagai bank dan pengajuan pinjaman ke perusahaan milik Kazuya yang berada di kota i


"jadi ratu datang ke perusahaan kamu dan kamu menemui nya"


"tentu saja tidak semudah itu untuk menemui ku apalagi wanita seperti dia akan mengotori pandangan ku saja" berdecak kesal


"hahaha" tertawa lepas


"aku khusus datang ke sini demi kamu apa kamu tersentuh dengan perlakuan ku kepada kamu dan menyesal memilihnya, tidak terlambat untuk menyesal sekarang" membanggakan diri sendiri


"sudahlah aku tidak ada waktu untuk menemani kamu bermain aku masih banyak tugas untuk di selesaikan" berjalan ke arah meja kerja


"rose aku bisa membantu kamu aku akan memberikan uang yang kamu perlukan untuk mempertahankan perusahan ini"


"lalu apa yang kamu inginkan sebagai balasannya" menatap tajam kedua bola mata kazuya


rose hampir berpikir yang tidak-tidak tentang kazuya "sungguh bodohnya aku" kata rose didalam hatinya


"baiklah aku setuju tapi kamu hanya bisa memiliki lima persen saham milik ku"


"tidak-tidak aku seorang pengusaha dan aku tidak berbuat amal secara percuma jadi aku mau dua puluh lima persen saham yang kamu miliki maka aku akan menjadi pemegang saham terbesar ke dua di perusahaan ini" tegas kazuya


"hahahaha baik lah aku setuju" saling berjabat tangan


"aku akan menyuruh sekertaris ku mengantarkan dokumen kepemilikan saham dan beberapa dokumen proyek yang sedang ku jalan kan"


"baiklah kalau begitu aku akan pergi semoga hari kamu menyenangkan" melambaikan tangan dan meninggalkan ruangan rose


rose merasa bersyukur memiliki kazuya yang bersedia membagi beban yang menimpa dirinya saat ini


rose melihat ponsel miliknya untuk memastikan apakah Kriss menghubungi nya


"kemana pria menyebalkan ini sudah hampir seminggu dia pergi dan sulit untuk di hubungi" gerutu rose


sudah hampir jam pulang bagi semua karyawan tetapi rose masih duduk di ruang kerja milik nya untuk mengurus dokumen yang sudah menumpuk seperti gunung


"permisi bu apa hari ini akan lembur lagi?" tanya sekertaris


"ya malam ini saya lembur tolong siapkan kopi dan pesan kan beberapa makanan dan cemilan" masih fokus menatap layar laptop


setelah memakan makanan yang di bawa sekertaris rose melanjutkan pekerjaan nya lagi hingga pukul tiga pagi

__ADS_1


"akhirnya selesai juga" merenggangkan pinggangnya yang sudah hampir remuk


rose berjalan ke arah kursi tamu untuk meluruskan pinggang nya tanpa dia sadari dia tertidur di sofa


telpon rose terus berdering membuat dirinya terbangun dari tidurnya


"siapa sih yang menelpon" berdecak kesal sambil melihat layar ponsel


mengangkat telepon "halo siapa ya?" suara serak


"halo ibu ini dari kantor polisi kami ingin mengabarkan kalau keluarga ibu mengalami sesuatu di rumahnya" tidak tega memberi tahu


"maksud bapak gimana yah" sedikit bingung


"begini saya tidak bisa menjelaskan nya di ponsel lebih baik ibu segera kembali ke kediaman ibu"


tanpa basa-basi rose berlari keluar ruangan menuju parkiran mobil dengan membabi-buta rose mengemudikan mobilnya hingga sampai di rumah


mobil polisi mengepung kediaman miliknya dengan cepat rose menerobos masuk kedalam dan alangkah terkejutnya saat melihat nenek dan beberapa pembantu terkapar di lantai tidak bernyawa


kedua kaki rose bergetar dan tidak sanggup menopang tubuhnya brak rose terjatuh di lantai dan terduduk lemas


kedua mata tidak bisa menahan air matanya dan jatuh membasahi kedua pipi rose bibir rose bergetar dan tak sanggup untuk berbicara


dengan sekuat tenaga rose mencoba untuk berdiri dan bertanya kepada polisi yang ada di hadapannya


"apa ada yang selamat?" tanya rose dengan suara bergetar


"seorang pelayan selamat dan dia yang menghubungi kami"


"dimana keberadaan nya?" tanya rose


"dia berada di rumah sakit z di jln xx"


tanpa membalikkan wajah rose berjalan ke mobil menuju rumah sakit z sesampainya di sana rose segera mencari keberadaan pelayan itu


ada beberapa polisi yang berjaga di depan pintu kamar pasien


"saya ingin bertemu wanita yang ada di dalam"


"Anda siapa ya?"


"saya cucu dari majikan yang dia rawat" tegas rose


tanpa basa-basi polisi memberikan izin kepada rose untuk masuk kedalam dengan cepat rose mendekati ranjang pasien dan menarik tubuh wanita itu


"siapa kamu?" menjambak rambut wanita yang ada di hadapannya


"saya adalah perawat baru yang menjaga nenek anda bisa kah kamu melepaskan rambut saya" meringis menahan sakit


"cih kamu bisa menipu orang di luar tapi kamu tidak bisa menipu ku" menodongkan pisau di pinggang wanita


"hahaha aku akan memberi tahu kamu dengan senang hati tapi singkirkan pisau dan tangan kamu dari rambut saya"menatap tajam ke arah rose


(^_^)//(^_^)

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak ya


__ADS_2