
Athena masih menatap layar ponselnya, membiarkannya berdering dan berdering lagi. Ada kekhawatiran yang teramat sangat jika dia menjawab panggilan itu. Dalam hatinya seperti sudah tahu hendak membahas masalah apa.
Missed calls. Ayah. 3
Jam 23.30 ponsel berhenti berdering. Semoga Ayah benar - benar menganggap aku sudah tertidur dan tidak mendengar panggilannya. Athena mencoba memejamkan matanya.
*
*
*
Sore itu
‘Na, maaf ya. Aku ada pertemuan dengan klien penting, mudiknya kita pending minggu depan ya. Love you’ from, Baruna.
Gadis itu mengangguk, seolah Baruna sedang berbicara didepannya. Dengan segera Athena membalas chat tunangannya.
‘Okay, semoga lancar. Love you too….. ‘ send.
Athena segera merapikan mejanya,karena memang sudah waktunya pulang. Jam 16.30. gadis itu segera melangkah keluar, kantor sudah mulai sepi. Week end. Udah pada siap - siap mudik, atau sekedar acara keluarga.
“Halo cewek, mukanya asem banget. Mas fiance kagak ngajak kencan ye….?” sapa Artha, sahabat sejati sejak jaman SMA, kuliah bahkan kerjapun di tempat yang sama. Padahal beda jurusan.
“Soulmate aku banget nih, paham aja week end ini gabut,” jawab Athena.
“Artha gitu loh………” sombong Artha sambil menyibak poni.
__ADS_1
“ Alah, bilang aja mas Fadil lagi dapet job ngeMC. Nyari temen kan lo…..?”
Artha tertawa,” ntar malam nonton yuk, nyari film horor trus nonton yang midnite”
“Baper ya…. malam minggu nonton film romance tanpa pacar emang sesuatu kok, lebih menakutkan dari film horor midnite.”
“deal?!?” Artha lagi.
“deal!!!”
* * ***
Jam 19.30 Artha menejemput Athena di kos - kosan dengan motor maticnya. Dan kemudian mereka berdua menuju mall terbesar di kota itu.
“Tha, kita kok kayak cabe cabean si, naik motor matic gini, boncengan pula,” ujar Athena.
Athena ikut tertawa.
Sesampainya di XXI.
“Nonton film horor beneran nih?” tanya Athena.
“Takut mba?” Artha balik nanya.
“Mana ada…!”
“Aku ngantri tiket, kamu beli popcorn ya. Rasa caramel. Ga mau yang lain. Minum air mineral aja.” ujar Artha, membagi tugas.
__ADS_1
“ Okay, otewe.”
Athena segera menunaikan tugasnya, beli cemilan. Popcorn caramel, air mineral. Pokoknya love bgt sama air mineral dingin. Done.
“Na, kita ga jadi nonton deh.” ujar Artha sambil menarik Athena keluar.
“Why? Ni popcorn caramel terlove yang ga bisa dijumpai di tempat lain udah ready loh.”
“Tiba - tiba aku perut aku mules, ga enak ini.” wajah Artha nampak gelisah. Terus menarik tangan sahabatnya menjauh.
“Di tempat antrian ada apa?!” Athena menghentikan langkahnya. “Ada mas Fadhil?”
Artha terhenyak. Bingung. “Mmmmmmm…………..”
Tanpa menunggu Artha menyelesaikan kata - katanya Athena berbalik dengan cepat. Awas aja kalau dia berani macam - macam, gumamnya.
Sementara Artha makin ga karuan, gemetar.
Athena telah sampai di antrian tiket, tidak ada yang dia kenal di sana. Tidak ada Fadhil pacarnya Artha ataupun orang lain. Pandangan Athena mengarah ke ruangan tempat menunggu gate theater dibuka.
Ada sepasang muda mudi yang tampak mesra. Cewek itu bergelayut manja di lengan cowoknya, sambil terus mengobrol berhiaskan senyum sejuta bunga di wajah mereka.
Deg. Jantung Athena seakan berhenti sesaat, dan kemudian berpacu dengan kencang.
Tanpa peduli sekitar, Athena menghapiri pasangan yang sedang dimabuk cinta itu.
to be continued....
__ADS_1