KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)

KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)
5. Kora - kora


__ADS_3

Ayah Athena benar - benar mentransfer sejumlah uang yang tidak sedikit untuk anak gadisnya mencari udara segar. Athena geleng - geleng kepala, my father is my first love, ever.


Athena menatap daftar mutasi di aplikasi mobile internetnya. Matanya berkaca - kaca, ayahnya bahkan melarangnya pulang untuk sementara waktu, biar suasana reda dulu.


Ayah tidak mau anaknya semakin terluka dengan omongan tetangga maupun sanak saudara yang lain, tidak semua orang bisa mengerti. Ada sebagian orang yang nyinyir dan senang menjadikan masalah ini sebagai topik hangat pembicaraan. Trending topik gitu.


Entah bagaimana dengan Ayah dan ibu di sana. Untuk melanggar permintaan ayahnya, gadis itu benar-benar belum berani.


Terbayang di pelupuk matanya betapa sang Ayah sangat berat menghadapi semua ini. Ayah termasuk salah seorang yang dihormati di lingkungan sekitar, berita pernikahan sudah tersebar.


Athena masih harus mengumpulkan keberanian untuk pulang.


'Tha, besok jomblo ga?' send. Athena mengirim pesan pada sobat karibnya.


'😱😱😱 lo ngedoain gue putus gitu????' balas Artha cepat.


'Wkwkwkwk.... Kagak, tapi kalau iya ya mau gmn lagi....' send.


'Kampret!!!' balas Artha.


'Mangsudnye, besok diajakin kencan ga? Minggu kemarin kan udah ditinggal nyari nafkah.'


'Ye.... Kita mah kalau mau kencan ga pandang bulu. Ga harus weekend. What's going on?'


'Liburan yuk.... Pengin hirup udara segar, ganti polusi.'

__ADS_1


'Kamana?'


''Pantai, mau? Kita berangkat besok sore sepulang kerja. Malam Sabtu nginep, pagi liat sunrise, ikutan water sport, snorkeling, lihat sunset, dinner and than hari Minggu kita bisa molor bahagia.'


'Deal'


'Cepet kali balasnya???!'


'Harus cepet, takut dihapus.'


'wkwkwkwkwk...... Packing sekarang. biar besok ga kemaleman di jalan. FIX ga usah bales.' send.


Besoknya sepulang kerja mereka benar-benar pergi piknik. Perjalanan ditempuh 2 jam. Artha membawa mobil sendiri. Best friend banget pokoknya.


"Kita jalan-jalan dulu ya, masih ramai tuh..." Ujar Artha.


"Mandi dulu." Jawab Athena.


Setelah mandi dan sedikit berberes mereka pergi ke pasar seni yang terletak tidak jauh dari hotel tempat mereka menginap.


Weekend memang selalu meriah.


"Na, ada komidi putar. Naik yuk?!" Ajak Artha.


"Yang naik bocil semua, Tha." Jawab Athena.

__ADS_1


"Ayolah...." Rengek Artha lagi.


"Naik kora-kora aja ya, tuh... Yang naik bening-bening."


"Mana?!"


"Tuh...." Tunjuk Athena pada antrian tiket kora-kora.


"Ayok...." Artha segera menarik tangan sahabatnya yang tersentak dan terhuyung.


"Biasa aja, Tha." Rajuk Athena. "Inget mas Fadhil."


Artha cengengesan tidak peduli, langsung ikut nimbrung di antrian tiket.


Athena salah tingkah. Gerombolan mas - mas itu menoleh ke arah mereka saat Artha ngos-ngosan.


"Capek, Na..." Artha mengatur nafasnya. Yang diajak bicarapun sama, sedang mengatur nafasnya.


Tak lama kemudian mereka sudah mendapatkan tiket masuk. Bukan Artha namanya kalau ga bikin rempong. Sengaja banget duduk di depan mas - mas tadi. Athena melotot sebel. Artha tertawa girang, sambil menunggu mas operator mengayunkan perahu.


Keseruan naik kora - kora memang beda. Sensasi saat perahu berayun kebawah serasa nyawa tertinggal di atas. Harus banget berteriak.


Dan yang paling ngeselin adalah si abang operator yang bertugas naik di atas perahu cuma tersenyum melihat penumpang jejeritan, berdiri santuy terkadang sambil bersidekap sementara penumpang mencari apa saja untuk berpegangan. Ngeledek emang.


to be continued...

__ADS_1


__ADS_2