KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)

KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)
42. Cerita Dayu


__ADS_3

Loh ini kan ayah, batin Athena. Dadanya makin panas. Ini kayak video ijab kabul. Dan yang bersalaman dengan ayah adalah...


Athena menatap Dayu. Tak percaya. Lelaki dihadapannya adalah orang yang sama dengan yang ada di video.


Kepalanya terasa berputar, dan tubuhnya hilang keseimbangan. Dayu dengan sigap menangkap Athena dan memeluknya. Tanpa sadar Athena menjatuhkan ponselnya.


"Na..." panggil Dayu pelan.


Athena mengerjapkan matanya. Menatap Dayu dan berusaha melepaskan diri.


"Tunggu sebentar, Yu..." Athena memegangi kepalanya.


Dayu menatap lembut. Memberikan kesempatan Athena menjernihkan pikirannya.


"Ayah bilang namanya Krisna, dan kamu...?!" tanya Athena.


Dayu melepaskan pelukannya, mengeluarkan KTP dan SIM dari dompetnya. Kedua kartu identitas itu ditunjukkan ke Athena.


"Dayu Mahendra Krisna," ucap Dayu membacakan nama yang tertera dalam kartu identitasnya.


"Papah mamah kalau dirumah panggilnya Krisna, ngefans banget mereka sama tokoh wayang satu itu." jelas Dayu.


Tiba-tiba Athena memukul Dayu bertubi-tubi.


Dayu tidak sempat menghindar, pasrah menerima pukulan penuh cinta itu sambil tertawa.


"Kenapa kamu ga bilang, kenapa kamu buat aku sengsara dan tersiksa..."


Dayu menahan tangan Athena dan kembali memeluknya. Athena berontak, tapi kalah tenaga.


"Aku dah ngajakin kamu ketemuan, aku dah deketin kamu, tapi kamunya sibuk menghindar. Hampir putus asa juga aku..."


"Gimana ceritanya kamu bisa kerumah?"


"Ehm... jadi waktu itu papah ada acara luar kota, trus sekalian liburan kita, nah papah ngajakin mampir ke rumah sahabatnya," Dayu memulai ceritanya.

__ADS_1


***


Sore itu selepas Maghrib, Dayu menghentikan mobilnya di halaman sebuah rumah yang dalam ingatannya tidak berubah sejak 15 tahun yang lalu.


Teras rumah masih sama, bahkan ayunan di halaman samping masih ada. walaupun ayunannya sudah berbeda. Dulu ayunan diikatkan ke cabang pohon rambutan. Tapi sekarang ganti ayunan besi, pohon rambutan juga sudah ganti varietas.


Dayu tersenyum.


"Senyum - senyum sendiri ada apa nih?" tanya mamah.


"Inget jaman dulu kita pernah kesini, main ayunan disana," kata Dayu sambil menunjuk ayunan.


"Dan kamu terjatuh dari ayunan gara-gara main ayunannya sambil berdiri. Tangan kanan kamu patah, yang nangis bukan kamu tapi Nana," lanjut mamahnya.


Dayu tersenyum.


"Jangan-jangan yang kamu maksud kamu setuju dijodohkan sama anak temen papah, adalah anak perempuan yang nangisin kamu itu...?" tanya pak Sadewo.


"Betul pah, tapi sekarang Krisna udah punya tambatan hati pah. Jangan dibahas lagi..." jawab Dayu.


"Kita masuk dulu yuk." ajak pak Sadewo.


Bertiga mereka disambut hangat....


"Alhamdulillah... sudah lama sekali kita tidak ketemu... Apa kabar semuanya?" sapa pak Rosadi sambil memeluk kawan lamanya.


"Alhamdulillah baik, kalian gimana kabar?" ujar pak Sadewo.


"Kami baik juga, ini siapa?" tanya pak Rosadi sambil menunjuk Dayu.


"Krisna, om..." jawab Dayu sambil mengulurkan tangannya, salam dan cium tangan.


"Ini Krisna? Yang dulu jatuh dari ayunan? Wah... sudah besar sekali kamu nak..." Pak Rosadi menepuk pundak Dayu. "Ayok... kita duduk di ruang tengah saja. Biar santai."


Mereka lantas memasuk ruang keluarga. Mata Dayu tertuju pada foto - foto yang terpajang didinding, dan lalu tersenyum cerah.

__ADS_1


"Tangan kamu gimana nak Krisna?" tanya pak Rosadi.


"Sudah baik om, tidak ada bekasnya," Dayu memperlihatkan lengan kanannya.


"Alhamdulillah... O iya ini Rara adiknya Nana. Masih ingat ga? dulu masih bayi waktu kamu main kesini." Ujar pak Rosadi memperkenalkan Rara.


Nadira maju, salam dan cium tangan pada pak Sadewo dan istrinya kemudian salaman denagn Dayu.


"Nana dimana om?" tanya Dayu.


"Di luar kota. Dia sudah bekerja..." jawab pak Rosadi.


"Udah punya pacar belum?" tanya Dayu lagi.


Pak Rosadi tertegun mendapat pertanyaan semacam itu. Kedua orang tua Dayu langsung menoleh ke menatap anaknya. Ada yang tidak beres... feeling mereka.


"Kami baru mendapatkan musibah..." dan lalu mengalirlah cerita seputar Athena.


"Krisna mau om dijodohkan sama Nana..." ujar Dayu tiba-tiba.


Kali ini pak Sadewo membulatkan matanya.


"Benarkah?" tanya pak Rosadi meyakinkan diri.


Dayu mengangguk mantap. Lalu menatap kedua orangtuanya yang terbengong sempurna.


"Ijab qobul sekalian gimana?" tanya pak Rosadi.


"Siap, om...!" jawab Dayu mantap.


"Krisna?!" papahnya menatap penuh tuntutan tanggung jawab.


Dayu tersenyum dan mengangguk...


to be continued...

__ADS_1


__ADS_2