KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)

KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)
45. kehebohan pagi


__ADS_3

"Na, aku nginep ya...?!" ujar Dayu.


Wajah Athena bersemu merah, antara kaget dan bingung.


Dayu tertawa, "iya, iya... kita akan melakukannya setelah pernikahan kita sah dimata hukum."


"Ehm... bukan begitu," Athena salah tingkah.


"Jadi boleh?"


"Ga juga, aduh gimana ya...?!" Athena makin salah tingkah.


Dayu makin terpingkal-pingkal melihat ekspresi wajah sang istri yang merah biru menahan malu.


"Apaan si..." Athena pasang muka asem.


"Cantik banget si sayangnya aku..." Dayu mencubit pipi Athena. "Na, anggap aja saat ini kita pacaran, malah ga dosa kan? Cium istri sendiri, peluk istri sendiri, tapi untuk yang satu itu kita tahan sampai punya buku nikah."


Athena mengangguk setuju.


Dayu terdiam, dia benar-benar tidak ingin meninggalkan Athena sendirian di rumah. Rasa dalam dadanya sedang berbuncah. Bahagia tak terlukiskan.


“Beneran ga boleh nginep nih?” tanya Dayu.


Athena sudah kehabisan ide, akhirnya pasang muka imut dan menggoda Dayu sekalian.


Dayu terkekeh, “besok aku jemput…”


“Oke…” jawab Athena.


Dayu bangun dari duduknya, tapi kemudian duduk lagi. Athena tertawa, saat ini perasaannya tak jauh beda dari apa yang dirasakan Dayu. Lega selega-leganya. Fakta bahwa Krisna, suaminya adalah Dayu membuatnya sangat bersyukur.


“Baiklah… sepertinya aku harus kuat menghadapi cobaan ini. Na, kenapa kamu cantik banget si malam ini?”


“Karena ada Dayu yang tampan tiada tara mencintai aku sepenuh hati,” jawab Athena mengeluarkan rayuan mautnya.


“Wah… kamu berniat menahanku disini ya?”


“Udah, ayok bangun. Ntar diusir pak satpam loh…” Athena menarik Dayu untuk beranjak dari duduknya.

__ADS_1


Dayu menurut saja, makin lama makin berat kakinya melangkah keluar. Athena mendorongnya ke pintu. Dayu melangkah malas, malas buka pintu mobil juga. Akhirnya Dayu masuk ke mobil dan duduk di belakang kemudi. Sesaat kemudian bangun lagi dan menghampiri Athena.


“Peluk dulu…!” ujar Dayu.


Athena memeluknya sambil tersenyum, serasa punya bayi besar, manjanya minta ampun.


Setelah drama ongoing 16 episode selesai. Athena menutup gerbang, menguncinya dan kemudian masuk kerumah. Membereskan meja, cuci muka, gosok gigi dan bersiap tidur. Sepertinya malam ini akan begadang sampai pagi, batinnya.


Benar saja, setelah beberapa saat notif pesan masuk beruntun. Kedua insan manusia itu kemudian tenggelam dalam episode dunia milik berdua. Nyamukpun tak diijinkan berdenging.


Tak cukup hanya berkirim pesan mereka lantas berganti mode, teleponan. Karena berkirim pesan terlalu memakan waktu untuk menunggu balasan. Cinta memang luar biasa.


***


***


Ting tong...!!


Athena tersenyum. Itu pasti Dayu, batin Athena.


Sepagi ini, baru jam 06.10 bel pintu sudah berbunyi. Sepertinya Dayu memang tak sanggup lama-lama berpisah dari Athena. Dengan senyum secerah mentari musim semi gadis itu membuka pintu gerbang.


"Sumringah bener, Na? Ada berita bagus apa nih?" sapa Artha. Sambil masuk rumah.


Artha ngakak, "wah... curiga gue."


"Gasik banget, ada apa Tha?"


"Kepo dong... si Dayu udah blingsatan takut banget kamunya hilang lagi."


"Oh... itu. Iya, tadi malam Dayu kesini pas aku lagi beli martabak. Ada anak keserempet motor didepan tukang martabak, nah aku ikutan nolongin. Jadi lama. Aku ga bawa hp pula. Cemas lah dia."


"Kalian jadian?"


"Hm...?!?"


"Kelihatan banget, Na. Wajah kamu itu loh... macam bulan purnama. Bulat sempurna. Cerah tanpa awan."


"Hehehe... udah sarapan belum? Aku males masak, roti bakar aja ya...!"

__ADS_1


"Kopi juga dong..."


"Oke..."


"Kamu ngapain udah disini, Tha?" tanya seseorang tiba-tiba.


"Ya ampun Dayu, masuk rumah orang ga kasih salam dulu?!!" seru Artha.


"Assalamualaikum..." ujar Dayu. "Kamu ngapain gasik banget udah disini?"


"Jemput Athena bapak GM terhormat..." jawab Artha sebel.


"Ga ada. Pokoknya mulai sekarang yang antar jemput Athena hanya aku seorang." kata Dayu mulai ngegas.


"Aku duluan yang datang kesini. Pokoknya Athena berangkat sama aku, pulangnya terserah...!"


"Ga...!"


"Ya udah, aku berangkat sendiri aja..." celetuk Athena.


"Ga...!" seru Dayu dan Artha kompak.


"Kalian berdua memang luar biasa..." seru Athena sambil mengacungkan kedua jempolnya.


"Na, berangkat sama aku ya..." ujar Artha.


"Ga bisa, Nana berangkat sama aku..." seru Dayu.


"Kita berangkat bertiga, pakai mobil Dayu. Mobil Artha tinggalin disini. Atau kita bertiga berangkat sendiri-sendiri?" Athena berusaha membuat solusi.


"Tapi, Na..." Artha dan Dayu kompak banget emang.


Athena geleng-geleng kepala.


"Ya udah, bapak GM, demi kedamaian kalian berdua, hari ini saya ijin tidak berangkat ya..." ujar Athena.


"Kok gitu?" tanya Dayu.


"Terus gimana?!?!!!!! Kalian berdua memperebutkan aku, tapi kalian tidak bertanya pendapatku..." kali ini Athena ngegas....

__ADS_1


Dayu dan Artha kicep. Langsung diam.


to be continued...


__ADS_2