KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)

KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)
40. Athena hilang lagi?


__ADS_3

Bukan perkara mudah saat hati dan pikiran berbeda tujuan. Hatinya ke siapa pikiran kemana, ada yang pernah ngalamin? Athena makin galau. Ci*man kilat Dayu membuatnya hampir tak bisa berjalan.


setelah keluar dari ruangan Dayu, Athena berjongkok lorong pantry. Lututnya gemetar.


"Kena marah, Na?" sapa Meta. Melihat Athena jongkok begitu.


Athena menggeleng.


"Mas GM mau perkosa kamu apa?!" bisik Meta.


Athena malah tertawa. "Kalau itu dah pasti aku hajar mba..."


"Oiya..." Meta baru inget kalau Athena jago bela diri. "Jadi kenapa nih?"


"Ga papa mba... aku yang lagi banyak pikiran."


"Bikin kopi yuk...!" ajak Meta.


Athena setuju dan mengikuti Meta ke pantry.


"Na, pak Dayu naksir kamu tuh..!"


"Kelihatan ya?"


"Banget... ditutup serapi apapun ga akan bisa Na. Sumringah mukanya kalau ketemu kamu."


Athena tersenyum.


"Udahlah Na, buka hati. Kelamaan dikunci ntar lupa naroh kuncinya dimana. Pas ketemu udah karatan, kan rugi..."


"Bisa aja..."


"Sikat lah... Kurang apa Dayu Mahendra coba. Yang menawarkan diri sok cantik dan imut didepannya banyak Na. Yang siap menerkam saat kamu menolak dia pasti lebih banyak lagi. Jangan sia-siakan...." Nasihat Meta panjang lebar.

__ADS_1


"Gitu ya mba? Mba Meta naksir juga?"


"Naksir lah, ganteng begitu. Tapi kadarnya beda Athena. Cinta mba Meta hanya untuk mas Chandra seorang...." ujar Meta sambil membanggakan suaminya.


Athena tertawa, hatinya pilu. Bisakah dia berbangga menyebut nama Krisna nantinya.


Athena menyeruput kopinya, berusaha mengusir galau.


***


***


***


'Na, bentar lagi otw, mau nitip makan ga?' Dayu mengirim pesan. Sambil menyiapkan sesuatu buat gadis pujaannya. Harus istimewa. Karena Athena memang istimewa.


Dayu tersenyum, kayak mau lamaran aja.


Ringtone-nya berbunyi. Juna.


"Kayaknya si Baruna curiga deh, dia pasang kamera juga, dan kamera aku blm diambil..."


"Hm... rumit juga. Ga usah diambil deh. Off kan aja... jangan sampai ke lacak balik."


"Oke boss..."


Belum sempat Juna menyelesaikan kalimatnya, Dayu sudah menutup telponnya.


"Gangguan kecil..." gumam Dayu sembari memeriksa chat room. Athena belum baca, belum online juga. Hm... ya sudahlah nanti nyari makanan sambil jalan aja.


Dayu menatap spion mobilnya, setelah merasa tampan dan mengagumi ketampanan yang terpantul di kaca spion dia menyalakan mobilnya kemudian melaju santai.


Sekitar 30 menit Dayu menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah. Rumah Athena dong, siapa lagi...

__ADS_1


Lebih dari 3 kali Dayu memencet bel pintu gerbang. Tak ada jawaban, tak kunjung keluar rumah juga. Dayu mengambil ponselnya dan menelpon Athena. Tersambung tapi tak di jawab.


Dayu mencoba membuka gerbang. Tidak dikunci juga. Dayu masuk dan menuju pintu depan. Pintu terkunci. Dayu berusaha membukanya. Tidak bisa. Nelpon lagi. Ga dijawab lagi.


Gelisah. Berbagai kemungkinan buruk menari-nari di pikirannya. Mondar-mandir sambil memegangi ponselnya.


Ada dua kemungkinan, keluar beli makan atau.... dicul.....tidak. aku tunggu 15 menit dulu.


Dayu salah tingkah, dia memasukkan mobilnya ke carport dan kemudian menunggu Athena di teras rumah.


20 menit berlalu. Athena belum kunjung kembali.


Dayu menelpon Artha.


"Nana ga kesini. Tadi dah bilang ga bantuin kafe. Napa, Yu?" tanya Artha.


"Ga papa, aku nelpon ga dijawab dari tadi. Kirain lagi disitu. Ya udah, thanks Tha."


Dayu menutup telponnya kasar. Kemana si Athena...


Tiba-tiba telpon berdering. Artha.


"Yu, Nana hilang lagi?"


"Kata siapa, Tha?"


"Aku telpon ga dijawab, kamu lg di rumah Nana kan?"


"Iya, Tha. Gimana ya?"


"Apa ketiduran ya?"


"Ehm... aku ke satpam depan dulu. Kamu tenang aja."

__ADS_1


Dayu beranjak menuju mobilnya, rumah Athena posisinya lumayan jauh dari pintu masuk Perumahan. Lebih lama kalau jalan kaki.


to be continued...


__ADS_2