KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)

KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)
49. Belum siap


__ADS_3

"Mba Nana udah ketemu bukmer?" tanya Rara sambil membereskan meja makan setelah acara makan malam.


"Belum, Dayu belum ngajakin sowan," jawab Athena.


"Orangnya asik, kayaknya si bukan tipe ibu mertua yang suka ngrempongin menantu deh..."


"Semoga, aamiin. Eh... kamu tahu darimana tipe ibu mertua yang suka ngrempongin menantu?"


"Sinetron ikan terbang, noh... emak kita hobi nonton begituan."


"Ga boleh ganti chanel pula, iklanpun ditungguin..." keduanya tertawa.


"Mba inget mas Dayu waktu kecil ga? yang katanya jatuh dari ayunan kita?" tanya Nadira lagi.


"Inget, waktu itu mba ngrasa kasian banget. Dayu kesakitan, tp ga mau nangis. Ekspresi wajahnya menahan nyeri membuat mba ikutan merasa nyeri,"


"Pas pertama ketemu inget ga?"


"Ga, pas pertama ketemu mba lg broken heart. Lg down banget, fokus ngerasain sakit tak berujung. Ga sempat perhatikan orang lain."


"Untung ketemu lagi..."


"Jodoh kali, Ra... Ayok ke depan," ajak Athena setelah cuci piring selesai.


"Mba, beneran belum unboxing?" tanya Rara lagi.

__ADS_1


Athena tidak menjawab, hanya mencipratkan air ke muka adiknya setelah cuci tangan dan beranjak.


Rara malah tertawa.


Malam itu mereka berbincang-bincang sampai hampir larut malam. Ayah nampak berseri, ada senyum yang selalu menghiasi wajahnya. Betapa dia terlihat bahagia melihat anak sulungnya mendapatkan suami yang baik. Semoga bermanfaat sakinah mawadah warohmah, aamiin. Batin Ayah. Tak ada kebahagiaan yang lebih besar untuk orang tua selain melihat anak-anak bahagia.


Athena salah tingkah ketika masuk kamar dan mendapati Dayu sudah duduk di tempat tidur.


Diam tak beranjak setelah menutup pintu.


"Kunci pintunya, Na," ujar Dayu.


Athena mengunci pintu perlahan.


"Sini, ga usah nyari alasan biar bisa tidur di kamar Rara..." Dayu menepuk kasur disebelahnya.


Dayu gemas. Ditariknya tangan istrinya hingga terjatuh ke kasur. Lalu mendaratkan c***an ke bibir Athena yang sedari tadi sudah menggodanya.


Athena bingung sendiri. Tapi suaminya tidak memberi ruang untuk berontak. Athena membalas c***an yang semakin lama semakin membuat mereka tenggelam.


Dayu menghentikan aksinya. Lalu menatap Athena.


"kenapa?" tanya Athena.


"Posisi kamu ga enak banget, tuh kaki masih dibawah. Sini naiklah. Biar bisa aku peluk."

__ADS_1


Athena bangun, membenarkan posisinya yang berlawanan dengan Dayu, lalu merebahkan dirinya di sebelah suaminya.


Dayu malah tertawa. "Nurut banget, suka deh...!"


"Apaan sih..." tiba-tiba Athena merasa malu.


Dayu memandangi wajah istrinya yang tepat berada di depannya. Membelainya dengan lembut.


"Aku akan memenuhi janjiku, bahwa kita tidak akan melakukannya sebelum sah secara hukum. Kecuali kamu yang menginginkannya. Aku dengan suka rela ihklas tiada tara akan memenuhi keinginan itu. Jangan takut begitu. Macam mau diperkosa aja..." Dayu memijit hidung Athena.


Athena tersenyum malu, "aku gugup dan takut. Entah apa yang aku takutkan."


Dayu menarik Athena kedalam pelukannya. Athena membenamkan wajahnya ke dada bidang milik Dayu. Aroma yang menguar dari tubuh suaminya saat membuat gadis itu merasa nyaman. Athena mempererat pelukannya.


Dayu sakit kepala. Bagaimana tidak, juniornya meronta. Meminta jatah memasuki sarangnya. Mana yang punya sarang enak banget ngusel-ngusel begitu. Ga paham yang di bawah sana udah berontak.


"Na, kamu anteng deh... jangan banyak bergerak begitu. Yang di bawah ngamuk, Na." ujar Dayu.


Athena mendongak. Pandangan mereka bertemu. Dayu langsung menerkam bibir yang sedikit terbuka itu dengan lahap. Athena membalasnya.


Dayu berhenti sejenak, saat merasa c***annya sudah mulai menuntut.


"Kamu sudah siap?" tanya Dayu.


Athena kembali ke kesadarannya... dia menatap Dayu.

__ADS_1


to be continued...


__ADS_2