
Malem Minggu ini Artha ga jomblo lagi. Ada mas Fadhil tersayang yang libur ngemci. Pas banget kan, pas Athena mudik pas mas pacar bebas tugas.
"Tha, temen kamu gimana kabar?" tanya Fadhil.
"Athena?" jawab Artha.
"Emang kamu punya berapa banyak teman?" Fadhil balik nanya.
"Oiya lupa, aku dan Athena emang ga pinter berteman hehehehe...." Artha cengar-cengir. "Lagi mudik."
"Iya tahu, kamu dah cerita. Maksudnya sekarang udah baik-baik saja atau masih sakit hati gitu?"
"Kelihatannya udah baikan si, tapi belum mau buka hati buat cowok lain kayaknya. Kenapa?"
"Kamu ingat ga kamu pernah ketemu selingkuhannya Baruna?"
"Ingat banget bang, malah kalau teringat lagi ikutan remuk redam jantungku."
Fadhil membuka handphone dan menunjukkan sebuah foto. "ini orangnya bukan?"
Artha memperhatikan sekejap dan mengangguk. "Kok punya fotonya? Mas Fadhil kenal?"
"Engga, cewek itu model gaun pengantin yang dipakai sebuah butik. Kemarin pas pemotretan aku ikutan jadi asisten bang Dhani. Nah.... aku ingat pernah ketemu ini cewek sama Baruna kondangan di suatu tempat pas aku jadi MC. Waktu itu Baruna nyamperin aku ngajak ngobrol dia bilang cewek itu anak bossnya dan Baruna lg ngawal tu cewek."
"Wah.... kok baru cerita mas?" protes Artha.
__ADS_1
"Ini juga gara-gara kemarin ngasisteni mas Dhani pemotretan. Trus aku rada mikir ini cewek kayaknya aku pernah lihat. Dan iya lah tu cewek yang di kondanganan."
"Pinter juga si Baruna, dapetin anak bossnya. Pantesan Athena langsung di buang." celetuk Artha.
"Antena gimana sekarang?" tanya Fadhil.
"Athena, ga usah ngubah nama orang kena pasal yang ngasih nama nanti berabe loh...." seloroh Artha.
"Lagian emak bapaknya temen kamu ngasih nama macam tu, enak buat dipelesetin."
Artha smirk. "Kayaknya si ada yang naksir, mas GM yang berkepribadian ganda itu. Yang kalau pagi mengaum kayak singa kalau sore mengeong gemes kayak kucing."
Fadhil tertawa, "yang ketemu pas kalian liburan itu?"
"Iya, perhatian banget tuh sama Nana. Cuma si Nana yang masih menutup pintu hati. Belum mau buka mata juga. Ada cowok ganteng dianggurin coba?"
Artha tertawa sambil mencubit pipi Fadhil. "Mas Fadhil yang paling ganteng buat aku..."
"Pret...!" sahut Fadhil tertawa tidak percaya.
Tak jauh dari tempat Fadhil dan Artha menikmati malam Minggu mereka ada yang lagi kasmaran juga.
"De... bagaimana pekerjaan barumu? Serius menekuni dunia modeling?" tanya Baruna.
"Ga, aku ga begitu suka modeling. Lebih enak jadi beauty blogger. Banyak follower..." jawab Deasy. "O iya aku dah cerita belum ya?"
__ADS_1
"Cerita apaan?"
"Aku pernah ketemu si preman kampung itu," ujar Deasy.
"Athena maksudmu?"
"Ya itu lah... tau ga dia lagi sama siapa?"
"Siapa? Aku bahkan belum pernah ketemu lagi sejak hari kita ketemu di bioskop itu."
"Dayu. Calon tunangan aku."
"Wah... cepet move on juga tu bocah,"
"Yang aku heran, kok bisa sama Dayu... Setahu aku, Dayu itu bukan tipe cowok yang banyak teman cewek. Dia sangat menjaga pergaulan dengan lawan jenis. Papahnya ga mau ada masalah di kemudian hari. Maklum mereka termasuk konglomerat..."
Baruna membulatkan matanya tak percaya.
"Dan kelihatannya mereka ada sesuatu," Deasy sengaja bikin panas. "Dayu sigap banget ngebelain tu cewek. Kayaknya si udah akrab gitu."
"Tapi Athena bukan cewek yang gampang bergaul juga. Punya temen dari dulu cuma 1 si Artha. Teman cowok nyaris ga ada. Kecuali teman kantor sekedar say hai..."
"Kalau begitu bisa jadi mereka bertemu sebelum kita dong... Kalau memang si preman kampung itu adalah orang yang seperti kamu ceritakan tadi. Ga mungkin banget jadi akrab setelah ketemu 1 - 2 kali."
Baruna meradang. Ada perasaan tidak rela. Kalau ga ketauhuan pastilah saat ini Athena lah yang menemaninya. Mungkin juga sedang menunggu kehadiran Baruna **. Baruna mendesah galau. Belum ikhlas.
__ADS_1
to be continued...