KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)

KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)
37. Penyergapan


__ADS_3

Dayu masih tidak setuju dengan rencana konyol teman-temannya. Dia lebih menyukai cara-cara kejam seperti membongkar kecurangan keluarga Baruna dalam masalah keuangan perusahaan yang dikelola mereka. Atau membuat Baruna tak berkutik dengan segala catatan buruknya sehingga semua mitra enggan berkolaborasi. Tapi untuk saat ini Dayu masih ingin bersembunyi dibalik sosok GM dan membereskan masalah perusahaan. Jadi, yah… ikutin aja.


Athena benar-benar diikat lagi, sama persis dengan sebelumnya. Tapi kali ini Athena dengan mudah bisa melepas semua ikatan itu, jadi kalau Baruna bertingkah kurang ajar dia bisa langsung membalikkan keadaan. Tak ada yang perlu dikhawatirkan. Tak lupa Juna memasang beberapa kamera tersembunyi untuk memantau keadaan.


“Kalian kelompok mafia?” tanya Artha lugu. Mereka berempat kumpul di apartemen Dayu memantau keadaan lewat lewat laptop.


Ketiga laki - laki itu tertawa.


"Perkenalkan, kami bertiga adalah tiga Serangkai sedari SMP. urutan dari yang tertampan. 1. Juna, 2 Dayu, dan yang paling tidak diminati cewek adalah Brian....” ujar Juna sambil tertawa.


Artha melotot, “SMP mana?”


”Melbourne.”


Artha mengerjapkan matanya.


“Udah, Tha, ga usah terpesona begitu. Ceweknya sudah bejibun. Ga ada tempat buat lo.” ujar Dayu.


“Gue setia dongs….” jawab Artha. “Kagak minat selingkuh.”


“Hey… itu si Baruna benar-benar pulang tepat waktu.” seru Brian sambil menunjuk layar monitor.


“Wah… bagaimana caranya melepaskan diri dari si nenek lampir itu ya? Padahal nempelnya lebih lengket dari stiker,” ujar Artha.


“Nah, dia masuk rumah. Aku keluar dulu ya gais, Juna, Brian siap - siap. Artha awasi monitor.” Dayu memberi perintah.

__ADS_1


“Yess sir,” jawab Artha.


Dayu segera keluar, berdiri di depan pintu apartemen Baruna dan memencet bell. Sampai 3 kali belum terbuka juga pintunya. Saat hendak memencet lagi, pintu terbuka.


Baruna terperangah, tak menyangka tamunya adalah Dayu.


“Hai… boleh masuk?” ujar Dayu.


Baruna gelagapan. “Rumahku berantakan. Ada apa?”


“Aku masuk dulu bro, ga enak ngobrol seperti ini…” Dayu mendesak masuk.


Baruna tidak berhasil menghalangi Dayu, “Bagaimana kau bisa masuk? Apartemen ini tidak bisa diakses sembarang orang.”


“Itu berarti aku bukan orang sembarangan. Dimana Athena?” ekspresi wajah Dayu berubah.


Dayu melepaskan tinjunya dengan cepat, tapi sepertinya Baruna sudah bersiap dan berhasil menghindar. Baruna balas menyerang. Perkelahian tak dapat dihindari lagi.


“Noh lihat, tadi ga setuju sama rencana kita. Sekarang semangat banget tuh adu tonjoknya…” ujar Brian.


Juna ngakak, “Biasa lah bro… sok tenang.”


“Perlu bantuan ga sih?” tanya Artha.


“Ga usah, biarain aja. Biar lega, tersalurkan emosinya. Jadi ga ngamuk-ngamuk ke kita aja,” jawab Juna disertai anggukan setuju Brian.

__ADS_1


“Yang cemas malah si Athena tuh, liat mukanya…!” ujar Artha.


“Pasti dia galau. Kok ga ada yang datang ya… ga Dayu, ga Baruna. Hahahahah…” Brian ngakak.


Mereka bertiga udah kayak noton film laga yang berubah jadi komedi.


Beberapa saat kemudian Dayu memenangkan perkelahian. Wajah Baruna memar dibeberapa tempat. Dayu memelintir tangan Baruna dan menempelkan ke tembok.


“Dimana Athena?”


“Di kamar itu…”


“Kunci!?”


“Ada di saku…”


Dayu mengambil paksa kunci dari katong celana Baruna, lalu mendorongnya ke sofa. Baruna meringis kesakitan, tak berniat melawan.


Dayu segera membuka kamar tempat penyekapan Athena. Athena sendiri sudah melepas ikatannya dan sedang mondar mandir menunggu penyelamatnya. Terkejut bukan kepalang melihat beberapa luka diwajah Dayu.


“Ga papa, Na. Ayok keluar.” Dayu meraih tangan Athena dan mengajaknya keluar.


Mereka melewati Baruna begitu saja, tanpa menghiraukan pandangan aneh dari Baruna.


Kok cepet banget nglepas talinya, dan mereka kayaknya santai begitu? Batin Baruna. Tadi memang dia belum sempat mengecek kamar. Baru saja sampai dan meletakan barang-barangnya bel pintu sudah berbunyi berulang kali. Ada yang aneh sepertinya…

__ADS_1


to be continued...


__ADS_2