
Dayu melangkahkan kakinya menjauhi kedua gadis itu dengan tersenyum. Ingatannya melayang ke beberapa hari yang lalu saat papahnya memanggil.
"Mas, sibuk ga? Papah mau bicara," ujar Sadewo.
"Ga, ada apa pah?" tanya Dayu.
"Kamu sudah bertemu dengan calon tunanganmu?"
""Sudah pah. Saat kita makan malam waktu itu."
"Yang itu papah tahu. Maksudnya apa kalian pernah berkencan atau pacaran gitu?"
"Engga pah,"
"Kamu tahu Deasy udah balik ke Indonesia sejak 3 bulan yang lalu?"
"Tahu, kan papah sendiri yang bilang."
"Kalian pernah bertemu setelah dia kembali?"
Dayu menggelengkan kepalanya. "Belum."
Sadewo menghembuskan nafas kasar. "Kamu menyukainya?"
"Kalau sekedar suka, ya suka pah. Cantik. Tapi kalau sampai ke hati apa lagi cinta, sampai hari ini belum, pah."
Papahnya mengangguk, "baguslah. Coba lihat ini. ambil hpmu udah papah kirim file-nya."
Dayu segera mengambil hp dan memeriksa file yang dimaksud papahnya.
Dibukanya file video yang masuk ke hpnya.
Video yang berdurasi tidak sampai 5 menit itu menampilkan adegan seorang gadis sedang membanting seorang laki-laki. Di sebelah laki-laki itu ada seorang yang dikenalnya.
Deasy. Calon tunangannya.
"Informasi yang papah terima, Deasy menyukai laki-laki itu, sementara wanita itu adalah tunangannya yang sebentar lagi mereka akan menikah. Dua Minggu lagi. mungkin dalam Minggu ini harusnya," jelas Sadewo. "Bagaimana menurutmu?"
__ADS_1
"Ya sudah, batal." jawab Dayu.
"Kau yakin? Papah pikir kamu menyukainya. Waktu papah bilang kita ketemu teman papah dan membahas tentang rencana pertunangan sepertinya kamu antusias."
Dayu tertawa. "salah kira pah. Dikiranya teman papah yang sering kita kunjungi waktu kecil. Ternyata bukan."
"Kenapa ga bilang?"
"Nunggu waktu yang tepat aja. Dan sekarang sepertinya waktu datang dengan sangat tepat."
"Oke lah, papah takutnya kamu sudah jatuh cinta," sambung Sadewo. "Jadi liburan ke pantai? Trio jomblo?"
"Dih... jomblo bermartabat kita pah, bukan asal jomblo," sanggah Dayu. "Kita berangkat nanti sore pah."
Dan sorenya Dayu beserta dua temannya, Juna dan Brian, berangkat liburan.
Sampai di lokasi, check-in hotel dan kemudian jalan-jalan ke pasar seni.
"Kayaknya asik tuh naik kora-kora," usul Brian.
Tak berapa lama kemudian ada dua orang gadis yang membuat keributan karena berlarian mengantri tiket.
Dayu menoleh sejenak kemudian kembali ke hpnya. Tapi kemudian dia menoleh dan menatap salah seorang dari mereka.
"Kayak pernah lihat," gumam Dayu.
"Apa?!?" tanyan Juna.
"Gadis itu," Dayu memberikan isyarat pada Juna. "Yang rambutnya sebahu, pakai tas rajut."
"Yang pakai kaos putih?" tambah Juna. "Aku ga kenal kayaknya."
"Hmmmm.... Kamu terlalu banyak kenalan, Jun."
"Beneran ga inget, Yu."
"Ada apaan si?!" Brian ikut nimbrung.
__ADS_1
"Ada gula ada semut," sahut Dayu.
"Artinya?!?" Brian lagi.
"Ada Juna, ngumpul deh yang imut," sahut Juna sekenanya.
Brian mencibir.
Dayu terkekeh. Tapi pikirannya masih terusik oleh gadis di belakangnya. Seperti pernah lihat. Tapi dimana.....
Dayu mengikuti gadis itu, memperhatikannya dengan seksama. Rasa penasarannya tak bisa dihentikan. Ekspresi gadis itu mengganggunya. Sorot matanya berasa dikenalnya.
Di depan kios cenderamata ponselnya berdering.
"Halo pah," ujar Dayu.
"Sudah sampai?" Tanya Sadewo dari seberang.
"Sudah pah, maaf ga ngabarin."
"O ya sudah, selamat berlibur."
"Okay pah, terima kasih." Dayu menutup telponnya, dan teringat sesuatu. segera dibukanya video kiriman papahnya tadi siang.
Dayu menonton lagi. Yap, itu dia, gadis yang ada dalam video ini. Dayu menangkap ekspresi kecewa dan sakit hati yang ditahan sedemikian rupa.
Saat inipun kesedihan itu masih ada, Sorot matanya masih layu, walaupun dia tersenyum lebar. Matanya tak bisa berdusta.
Dayu beralih menatap gadis yang sedang mencoba memakai gelang. Tanpa berpikir panjang lagi Dayu mendekat dan menarik tali gelang itu sehingga pas di pergelangan tangan Athena.
Gadis itu hanya berucap terima kasih, dan segera beranjak pergi.
Dayu tersenyum. Lukanya sangat dalam dan pasti menyakitkan, hingga pria tampan macam akupun dia lewatkan.
Dayu memasuki kios cenderamata itu. Ingin membeli sesuatu juga.
to be continued...
__ADS_1