KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)

KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)
2. Mantan


__ADS_3

"Baruna, bisa kita bicara sebentar?" ujar Athena


Baruna sangat terkejut, tanpa melihat siapa yang sedang berbicara, dia sudah tahu. Hafal dengan pemilik suara itu.


“Athena,” ucapnya gugup.


“Dia siapa?” tanya mbaknya dengan heran menanggapi perubahan ekspresi wajah sang pacar.


“Saya tunangannya Baruna.” jawab Athena sambil memperlihatkan cincin di jari manis tangan kirinya. “mungkin sebaiknya kita keluar dari sini dulu.”


Tanpa menunggu jawaban Athena membalikkan badannya dan melangkah keluar diikuti dua orang yang terasa seperti tawanan.


Setelah sampai di luar Athena segera berbalik, menatap tajam pada tunangannya yang sebentar lagi akan jadi mantan.


“Athena, aku bisa jelaskan semua ini. Kita ketemu besok saja ya.” ujar Baruna.


“Tidak, aku tidak bisa menunggu sampai besok. Sekarang saja.”

__ADS_1


“Aku setuju,” potong Deasy.


Baruna tampak kebingungan merangkai kalimat, tidak tahu harus mulai darimana.


Plak!! Tangan Athena mendarat di wajah Baruna, detik berikutnya dia menarik tangan Baruna dan dengan teknik Judo dia segera membanting tunangannya.


Deasy terkejut bukan main, dan segera mendekati Baruna yang mengaduh kesakitan.


“Sakit di badanmu itu bisa sembuh dengan segera. Tapi sakit di hatiku ini entah perlu waktu berapa lama untuk aku menyembuhkannya. Tidak usah merasa tidak adil. Kita putus. Urusan dengan orang tuaku adalah bagianmu. Lakukan dengan baik.” ujar Athena


"Bagaimana denganmu?" sahut Athena sengit sambil berjalan menjauh, tak peduli teriakan Deasy, tak peduli orang orang yang menatapnya.


“Na………..” panggil Artha sambil memegang lengan sahabatnya. “Duduk dulu yuk”


Artha mengajak Athena duduk, memberikan air mineral yang tadi dia jatuhkan saat membanting Baruna. Sejak tadi Artha mengikuti sahabatnya. Menurut Artha, terlalu ringan Baruna cuma dibanting begitu. Kenapa ga dihajar sampai babak belur biar wajah dan fotonya beda bentuk. Kampret emang. dua minggu lagi mereka merried loh. Udah persiapan ini itu, udah booking WO, udah prewed. Udah cetak undangan, udah fiting baju. Aarrrggggh…………. Artha gemes sendiri.


Athena meminum air mineral yang diberikan Artha. Raut wajahnya sedikit rileks. Entah apa yang dirasakannya saat itu. Artha tidak berani bertanya. sampai beberapa saat kemudian

__ADS_1


Artha mengajaknya pulang. Malam ini Artha sengaja menginap di kos Athena setelah berpamitan dengan kakaknya, karena Artha memang tinggal bersama kakaknya di kota itu. Athena benar - benar ingin sendiri tapi tidak dengan Artha.


“Na, aku jadi obat nyamuk ga papa deh, asal boleh tidur di kosmu. Terserah kamu mau teriak2, mau ngebo, atau mau nangis aku ga ganggu. Yang penting kamu ga sendiri. Apalah aku tanpamu Na.” ujar Artha yang masih sempat bercanda.


“Kamu takut aku khilaf gitu?”


“Kagak, aku takut aku gbs tidur mikirin kamu neng, sumpah suer, aku ga akan gangguin kamu, nurut aja aku sama kamu, yang penting jangan disuruh pulang.” Artha meyakinkan. “Aku udah pamit ke kakak, nih. Acc kok kalau ada kamu, aku sampai heran loh, sebenarnya siapa sih adiknya mba Ridha? Pokoknya kalau sama kamu aja, jawabannya okey,"


Artha menunjukan chatnya.


Athena hanya bisa memeluk sahabatnya.


Athena menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Belum sampai sejam sejak mereka pulang dari mall, Artha sudah sukses terlelap. Athena tersenyum, keberadaan sahabatnya itu sedikit mampu mengalihkan perhatiannya dari pertunjukan meriah yang barusan dia lewati. Gadis itu memandang cincin pertunangannya yang masih melingkar di jari manisnya.


Kenapa aku tidak melemparnya saja tadi, batin Athena. Ga ding, aku jual aja. Terus bagi - bagiin ke abang tukang becak depan kos.


to be continued...

__ADS_1


__ADS_2