
"Jadi mobil lo masih di parkiran mall?" Tanya Juna.
"Iya," jawab Dayu enteng.
"Jadi maksud lo nyuruh gue sama Brian datang buat ngambilin mobil lo gitu?" tanya Juna lagi.
"Kagak, sumpeh...." jawab Dayu sambil mengacungkan 2 jari.
"Kayaknya gini deh Jun, Dayu nyuruh kita datang mangsudnya datang sendiri2, pulangnya Dayu pakai mobil lo, lo nebeng gue. Tapi.... kita datangnya berdua, rusaklah rencana." ujar Brian.
"Kagak, anjir....!" Dayu ngakak. Menyadari kesalahan bicaranya. Tadi dia bilang, mau pulang pinjem mobilnya Juna, dan bilang mobilnya di parkiran mall. kena bully deh.
Athena ikut tertawa, "Aku pulang bareng Artha aja, kalian bertiga terserah.... mau berdebat sampai bulan depan juga boleh."
"Kita mah ga ada berakhirnya, Na. Pokoknya pihak yang selalu tersakiti adalah gue," sahut Brian.
"Tersakiti bahagia kan lo... makin gembul itu. Olah raga kek, nge gym kek." kata Juna.
"Tiap hari juga olahraga, Bambang... Lo aja ga perhatian sama gue," bantah Brian.
"Najong..." seru Juna.
"Na, gimana nih? Pulang bareng Artha ga papa ya?" ujar Dayu khawatir.
"Yu, sebelum lo berprofesi jadi abang gojek antar jemput embaknya, akulah yang berperan penting dalam hal antar jemput. Jadi muka lo biasa aja... "jawab Artha, disambut tawa yang lain.
"Kampret...." Dayu ikutan ngakak, dia mang khawatir. Tapi rasanya lebih baik Athena pulang bareng Artha. Mungkin Athena bisa meluapkan emosinya saat bersama sahabatnya.
Akhirnya, Athena pulang bersama Artha dan ketiga lelaki itu entahlah, hanya mereka dan Tuhan yang tahu.
"Na, gimana ceritanya bisa ketemu mantan?" tanya Artha dijalan.
"Ketemu di bookstore, kaget juga. Udah berusaha dipendem dalem-dalem nongol juga."
"Hajar aja lah, Na. Minimal hati kamu lega."
__ADS_1
"Males akunya... berasa ngerjain sesuatu yang sia-sia. Percuma gitu..."
"Tapi perlu juga kamu ngamuk, Na. Lepasin tuh semua yang kamu pendam. Ga enak, ga jadi harta karun juga. Yang ada kamunya makin sakit kalau ketemu itu kampret."
"Iya, ntar kalau mood lagi berantakan, trus ketemu itu bajing*n, aku sikat deh,"
Ciiiit.... Artha mendadak menepi.
"Kenapa, Tha?!!!" ujar Athena.
"Selamat ya, Na...!" Artha mengulurkan tangannya.
"Apaan woy....!" Athena menepis tangan Artha.
"Kamu barusan bilang mantan kamu bajingan, itu luar biasa Na..." ujar Artha.
Athena tertawa. "Kirain apaan..."
Artha ngakak, "Kamu kan kalau ngomong bahasanya rapi jali, jauh dari kata-kata gaul anak jaman now. Kaget dongs...!"
Artha menjalankan mobilnya lagi, ada rasa lega terpancar di wajahnya.
Athena tersenyum sendiri, agak lega juga sih. Tapi ga baik juga ngomong kayak gitu keseringan. Bisa dijewer Ayah nanti.
"Thanks Tha, hati-hati...." ujar Athena sesampainya di rumah. Melihat Artha jalan, dan kemudian masuk rumah.
Athena merasa ada yang beda. Hatinya merasa ringan, kehadiran Dayu, Artha, Juna dan Brian benar-benar membuatnya melupakan Baruna. Malah sekarang rasa nyeri itu nyaris tak terasa lagi. Thanks guys..., batin Athena.
Mandi, bersih-bersih dan kemudian rebahan. Untungnya rumah ga terlalu besar, 3 kamar, ruang keluarga gabung dapur, ruang tamu. Coba rumah sebesar di kampung, pasti kesepian banget.
Athena merebahkan dirinya di sofa ruang keluarga, menyalakan tv dan meraih handphone-nya. TV hanya berfungsi sebagai teman di rumah. Biar Ada bunyi-bunyian gitu.
Dayu calling....
"Ya, halo..." jawab Athena.
__ADS_1
"Dah nyampe rumah?"
"Udah lagi rebahan ini..."
"Artha nginep situ ga?"
"Kagak, aku ga papa, Yu." Athena menyadari kekhawatiran Dayu.
Dayu terkekeh di seberang. "Oke, sampai jumpa besok di kantor."
"Yuhu...." Athena mengakhiri telponnya.
Hp masih di tangan, belum buka aplikasi lain ketika ringtone menyala lagi.
Artha...
Athena menghela nafas, apa mereka sebegitu ga percayanya kalau aku baik-baik saja.
"Apalagi, Tha.....?!" Athena meninggikan nada suaranya.
"Kamu marah sama siapa, Na?! kok keselnya sama aku?"
"Aku baik-baik saja, I'm so fine...!"
"Yang nanya siapa?" bales Artha ga kalah sengit.
"Kamu telp buat nanya apa aku baik-baik saja kan?!"
"Kagak...!" seru Artha.
"Terus ngapain?!"
"Nah aku mau tanya, Sabtu Minggu besok mudik apa ga? kalau ga, Mba Ridha minta tolong jagain kafe. Gitu doang. Kamu ga usah kepedean deh...!"
Athena terdiam, lalu ngakak.
__ADS_1
to be continued...