KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)

KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)
36. Menyusun rencana


__ADS_3

Dayu setengah berlari ke arah Athena, memeluknya sebentar, dengan dibantu oleh Juna dan Brian mereka melepaskan ikatan di tubuh Athena.


Dayu mengusap air mata Athena.


"Kau baik-baik saja?" tanya Dayu. Athena mengangguk.


"Brengsek si Baruna. Kita harus membalasnya." ujar Dayu geram.


"Yu, bagaimana kalau kita makan dulu?" tanya Brian.


"Setuju..." jawab Juna.


"Oke, yang pertama kita keluar dulu, kembalikan barang-barang seperti semula. Jun, cek dong ada CCTV di kamar ini ga?"


"Kayaknya ga ada deh, udah aku cek dari tadi juga." jawab Juna.


"Oke, kita ke apartemen sebelah."


Mereka berempat keluar apartemen itu dengan santai. seolah tidak ada apa-apa. Dayu membantu Athena yang terlihat pucat dan sedikit lemas.


"Aku ga papa, Yu. Agak pusing aja. Kena obat bius kali..." ujar Athena.


Apartemen Dayu tepat di sebelah apartemen Baruna. Koneksinya memang ga kaleng-kaleng.


"Ini apartemen siapa?" tanya Athena.


"Juna." jawab Dayu


"Dayu," jawab Juna berbarengan dengan Dayu.


"Okey....!" seru Brian. "Aku dah pesen makan. bentar lagi datang."


Athena memandang tiga cowok di depannya.


"Jadi gimana ceritanya, Na? Sampai bisa diculik begitu. Kata Artha, kamu jago beladiri. Udah dua kali bikin K.O mantan." tanya Dayu mengalihkan pembicaraan supaya Athena tidak bertanya lagi tentang apartemen.


"Artha...?!!" tiba-tiba Athena teringat sahabatnya. "Tolong kabarin Artha. Hp aku mati kayaknya."

__ADS_1


"Artha otewe kesini, Na..." Ujar Dayu.


"Ada minum ga?" tanya Athena.


Ketiga lelaki itu saling berpandangan. Ini apartemen baru aja dapet, yang punya aja belum mikirin isinya. Untung dah terpasang AC dan Sofa dari pemilik sebelumnya. Perabotan lain belum ada.


"Kalian mencurigakan..." gumam Athena.


"Yang penting nyelametin kamu dulu, Na. Curiga sama kitanya, pending dulu. Brian dah pesan makan. Pesen minum juga ga?" tanya Dayu.


"Kayaknya pesen deh... bentar," Brian membuka hpnya. "Air mineral dingin 10 botol. Udah nih. Fix"


"Jadi... kita tunggu Artha aja. Capek kan harus ngulang cerita kalau dia nyampe sini..." kata Athena.


Dayu gemes, kali ini dia meraih kepala Athena dan membenamkan didadanya. Ingin sekali mencium gadisnya ini untuk mengurangi rasa cemas yang berlebihan dalam dirinya. Tapi Dayu hanya bisa memeluknya.


Athena memberontak sambil tertawa.


"Jun, kita tuh apa ya?" tanya Brian melihat adegan romantis di depannya.


"Sedari pagi kita yang diteriaki sama kunyuk satu ini. Giliran udah berhasil, dunia milik berdua. Yang lain penonton. Nyamuk aja ga dikasih tempat buat berdenging." kata Juna.


"Ga dong. Belum makan kita..."


Ting tong...


bel pintu berbunyi.


Brian segera membuka pintu. Artha menerobos masuk


"Na....!" teriak Artha yang langsung menubruk sahabatnya. "Kamu baik-baik aja kan?"


"Iya, aku ga papa. Masih utuh nih!" jawab Athena.


"Kamu ga diperkosa kan?"


"Kayaknya ga deh, baju dan semuanya masih utuh,"

__ADS_1


Brian ngakak, melihat Dayu pasang muka datar. Rasain lo, jadi penonton sekarang. Saat ini dunia milik kedua cewek itu. Batin Brian, disambut tawa Juna.


Tak lama kemudian makanan datang, Athena menceritakan kejadian tadi pagi sambil makan.


"Kamu kan dah 2 kali bikin si kampret itu K.O. Apa ga bisa ngelawan?" tanya Artha.


"Kagak siap mbak. Posisi lagi nyalain motor. Tahu-tahu dibekep, berontak kan... terus udah, bangun udah diiket-iket di kursi."


"Lapor polisi deh...! biar tahu rasa," kata Artha.


"Mau ngelaporin apa?" tanya Dayu.


"Penculikan dong..."


"Siapa yang diculik? mana buktinya? Korban penculikan lagi makan dengan lahap, gegara ga dikasih makan sama penculik dari tadi pagi. Ada yang percaya?" ujar Dayu lagi.


"Athena kita iket lagi aja...!" ujar Artha sekenanya.


"Hey...!" teriak Athena.


"Boleh juga," sahut Juna.


"Jadi, Nana kita iket lagi. Tunggu si Baruna pulang. Kita sergap gitu?" Brian ikut nimbrung.


"Nah...! Kita punya alasan buat menghajar si kunyuk itu." Artha girang.


"Ga setuju. Gimana kalau Athena apa-apakan?" seru Dayu.


"Yu, mau coba gimana rasanya dibanting sama cewek lo?" tanya Juna. "Na, praktekin...!"


"No, no, no...." teriak Dayu.


"Lagian biasa aja kali... kita iket Nana pura-pura aja. Setidaknya bikin hepi Baruna, tahanan kagak kabur. Pokoknya Baruna masuk rumah. Kita ketok pintu. Ga dibukain, kita buka sendiri. Okeh, Deal!" seru Juna.


"Setuju..." ujar Athena.


"Na....!" seru Dayu khawatir.

__ADS_1


to be continued...


__ADS_2