KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)

KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)
32. Keributan lagi


__ADS_3

Athena benar-benar galau, sampai jam pulang kantor belum ada tuh orang yang mengenalkan diri sebagai suaminya. Awalnya, dalam hati ada penolakan yang sangat besar. Tapi lama-kelamaan malah jadi penasaran. Seperti apa orang yang beruntung mendapatkan dirinya. Beruntung dong, cantik, baik, jago beladiri, dan masih ting ting. Bagian terakhir membuat Athena tersenyum sendiri. Tapi kemudian suram lagi. Who is he??


"Na, kamu kenapa? sakit?" tanya Dayu yang sudah menunggu di parkiran.


"Lagi ga enak badan aja, Yu." jawab Athena.


"Niatan mau ngajakin makan atau ngopi, tapi kayaknya kamu lebih butuh istirahat. Atau mau ke dokter? Aku anterin ya...?"


"Aku istirahat aja, Yu."


"Aku anterin. Fix. Ga ada penolakan." Dayu mendorong bahu Athena mendekat ke mobilnya, membukakan pintu dan membuat gadis itu duduk.


Perasaan Athena campur aduk. Ada perasaan takut juga. Ini bukan selingkuh, batinnya.


Tanpa sepengetahuan Athena, Dayu memesan makanan online dengan alamat pengiriman rumah Athena. Perhitungannya, mereka sampai di rumah, makanan datang.


Sepanjang perjalanan Athena hanya diam. sedangkan Dayu sama sekali tidak mengusiknya. Dia merasa gadis yang duduk di sebelahnya memang menghadapi masalah serius. Yang jelas bukan masalah kantor. Karena kalau masalah kantor tidak mungkin Dayu tidak tahu.


Benar-benar sunyi, sampai akhirnya tiba di depan rumah Athena. Benarlah perhitungan Dayu. setibanya mereka di rumah, mas kurirpun sampai.


"Siapa yang pesan makanan?" tanya Athena pada kurir.


"Aku..." jawab Dayu. "Terima kasih mas."


Mas kurir mengangguk dan kemudian berbalik.

__ADS_1


"Aku pulang ya, makan yang banyak biar strong..." ujar Dayu yang kemudian meninggalkan Athena.


"Oke, hati-hati. Terima kasih makanannya," seru Athena.


Mandi, istirahat sebentar dan kemudian makan. Athena memandangi handphone-nya, tak kunjung ada notifikasi dari orang asing. Makin ga karuan. Mana si Dayu perhatian dan pengertian banget, gimana nanti kalau dia menyatakan cinta ngajakin nikah ya? ups.... ngelantur. Athena memukui mulutnya.


Kayaknya perlu keluar rumah deh, makin ngelantur kalau sendirian, batin Athena. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke kafenya mba Ridha. Sekalian bantu-bantu. Moga aja lagi ramai.


"Na, udah baikan?" tanya Artha heran.


"Ga papa kok, Tha. Kalau sendirian malah makin ga jelas. Aku bantu-bantu ya. Free... Minta americano iced aja nanti."


"Asiaaaaap....." seru Artha.


Kesibukan ini lumayan membuat Athena lupa dengan kegundahan hatinya.


"Halo sayang... Ketemu juga akhirnya..." sapa seseorang.


Athena menoleh. Lalu membuang muka.


"Na, ngobrol sebentar please.... " pinta Baruna.


Athena berjalan menjauh, dan Baruna segera mengejarnya.


"Na, aku masih sayang sama kamu. Please kita balikan ya...!" rayu Baruna sambil memegang tangan Athena.

__ADS_1


Athena mengibaskan tangannya dengan kasar. "Semua sudah selesai. Titik!"


"Na, aku menyesal. Sumpah demi Tuhan. Aku masih sayang, aku masih cinta kamu, Na." kali ini Baruna duduk bersimpuh di lantai.


"Aku sudah berkali-kali mengatakan padamu bahwa tidak ada maaf untuk perselingkuhan. Selingkuh berarti putus." Kata Athena.


"Iya, Na. aku khilaf, aku menyesal, tolong maafkan aku dan kembali padaku. Please..."


"Tidak. Pergilah, tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi." Athena segera beranjak meninggalkan Baruna yang masih terduduk di lantai.


"Bagaimana denganmu? Kau juga selingkuh dengan anak konglomerat itu kan?? Kalian berkencan sebelum putus dariku kan? Ga usah sok suci."


Athena tidak peduli, gadis itu tetap melangkah pergi. Tanpa diduga Baruna menarik tangan Athena cepat, gadis itu sempat limbung tapi dengan cepat membalikkan keadaan sehingga Baruna yang tergeletak di lantai.


Sontak keadaan itu menjadi pemandangan yang mencengangkan pengunjung kafe.


Mba Ridha datang menghampiri.


"Mohon maaf atas ketidak nyamanan ini. For your information. Cowok ini adalah laki-laki brengs*k yang sudah meninggalkan tunangannya demi mendapatkan anak gadis bosnya. Sekali lagi mohon maaf atas kegaduhan ini, selamat menikmati." ujar mba Ridha.


Dibantu oleh orang yang datang bersamanya, Baruna berusaha bangun. Wajahnya tak jelas, antara nyeri, marah, dan juga malu.


"Baruna pergilah," ujar Ridha pelan.


to be continued...

__ADS_1


__ADS_2