KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)

KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)
20. Charger terbaik


__ADS_3

"Na, jadi mudik?" tanya Artha, Jum'at sore sambil menunggu sahabatnya beberes meja kerjanya.


"Iyess, takut lupa jalan pulang,"


"Aku temenin ya?!" pinta Artha. Masih ada nada khawatir terdengar dari suaranya.


"Aku baik-baik saja, Tha. Sangat baik." jawab Athena sambil membuat tangkai bunga dengan kedua tangannya dibawah dagu.


Artha manyun. "Berangkat jam berapa?"


"Ni mau langsung berangkat. Bentar lagi ada travel jemput. Yuk, nunggu di lobi aja." ajak Athena sambil menarik tangan Athena.


Yang ditarik merasa ogah-ogahan. Ada rasa khawatir, pengin ikut, dan entahlah...


"Udah bilang Dayu, Na?" tanya Artha.


"Kenapa harus bilang sama Dayu?" Athena balik nanya.


"Kali aja dia mau nganterin kamu,"


Athena tertawa keras. "Berasa nyiram api pakai bensin deh kalau aku pulang dianterin Dayu. Terbayang ga apa kata dunia....?!"


"hehehe..." Artha tersenyum membayangkan jika Athena mudik dianterin Dayu. Masalah kemarin belum clear, bikin ulah lagi. Kayak pengangguran kurang kerjaan aja, nambah-nambahin gosip.


"Artha.... Thanks banget buat semua waktu dan kebersamaan kita disaat terpuruk aku. Ga usah khawatir. Udah lewat kok. Aku udah ikhlas. Aku udah terima kenyataan bahwa Tuhan memberikan aku kesempatan untuk dapatkan suami yang lebih baik." ujar Athena panjang lebar.


Artha menghela nafas, lalu tersenyum. Percaya dengan sahabatnya. "Noh... Travel kamu datang kayaknya."

__ADS_1


"Aku mudik dulu ya..." ujar Athena sambil tersenyum. "Biasa aja kali.... Senin besok ketemu lagi. Muka lo itu udah kayak mau ditinggal kawin aja...."


Artha tertawa. Melepas sahabatnya mudik kali ini entah mengapa terasa berat. Setelah mobil yang membawa Athena tak kelihatan lagi, Artha segera beranjak menuju parkiran.


"Udah berangkat ya, Tha?" tanya Dayu.


"Ehm.... Iya, selamat sore pak," Artha gugup tak menyangka disapa Dayu begitu.


"Udah lewat jam kantor. Panggil aja Dayu."


"Hehehehe tapi masih di kantor," sanggah Artha.


"Kamu ga tega ya ngebiarin Athena pulang?"


"Pengin banget nemenin ke sana. Tapi Nana juga butuh waktu untuk bertemu keluarganya, kalau ada aku takutnya mereka ga bisa bicara dengan leluasa."


"Iya...."


Setelah 4 jam perjalanan, Athena sudah berdiri di depan pintu rumahnya. Rumah nampak sepi.


"Assalamualaikum..." Athena mengetuk pintu.


Tak ada jawaban, gadis itu memang tidak memberi tahu orang rumah dirinya akan pulang. Surprise gitu, eh malah kena zonk.


Athena duduk di kursi yang ada di teras. Belum ada 10 menit terlihat tiga orang datang.


"Mba Nana..." seru Nadira, sambil berlari ke arah Athena.

__ADS_1


"Apa kabar, Ra?" Athena menyambut pelukan adiknya.


"Mba Nana, Rara rindu. Berapa lama ga pulang coba? Untung masih ingat alamat rumah. Kalau sampai lupa gimana?"


"Kamu ingetin ya... Kalau mba sampai lupa jalan pulang..." Athena tertawa.


Kemudian menyambut Ayah dan Ibunya dengan mencium tangan keduanya. Dan mereka memeluknya dengan erat.


"Ayo masuk..." ujar Ayah.


"Ini ramai-ramai bertiga darimana bu?" tanya Athena.


"Aqiqah cucunya mba Nanik. Budhemu. udah selesai dari tadi sore. Tapi tadi ngumpul-ngumpul dulu." jawab Ibu.


"Anaknya mba Lisa ya bu? Namanya siapa?" tanya Athena lagi.


"Wah.... namanya panjang, susah pula. Nama anak-anak jaman sekarang emang gitu. Pakai bahasa aneh-aneh. Susah dihafal."


"Bu, anak pertama ibu namanya aneh loh...." seru Nadira.


Ibu menoleh ke Athena, "O iya..."


mereka tertawa. Athena merasa energinya tiba-tiba full. Keluarga memang charger energi terbaik. Energi positif mengalir seiring kehangatan dalam keluarga.


Entah disengaja atau tidak, mereka bercerita seperti biasa. Seperti tak pernah ada drama batal nikah.


to be continued

__ADS_1


__ADS_2