
"Gini aja, aku berangkat sama Artha, ntar pulang sama Dayu," ujar Athena.
"Yess...!!" seru Artha girang.
"Tapi, Na....?!" Dayu ga terima.
"Artha keluar dulu, aku mau bicara sama Dayu," ujar Athena lagi.
"Main rahasia nih sekarang?" tanya Artha.
Athena melirik tajam.
"Oke, aku tunggu diluar..." Artha melangkah keluar.
"Na...?" Dayu mulai merajuk.
cup.
Bukannya menjawab Athena mencium bibir Dayu, lalu bergelayut manja.
Dayu memandangnya sebel, "curang...!"
Athena tersenyum dan mencium Dayu lagi. Sesaat mereka tenggelam dalam rasa yang mereka ciptakan.
"Aku kan mau marah, Na..." protes Dayu.
"Boleh, marah aja." Athena menatap Dayu sambil mengerjapkan matanya.
Dayu membuang muka, "bukan begini juga, Na...?"
"Terus begini?" Athena memanyunkan bibirnya. membuat duck face yang sangat imut.
Dayu benar-benar emosi, dengan rakus dilumatnya bibir Athena. Bukan menolak kali ini Athena mengimbangi permainan Dayu.
"Kita ga usah masuk kerja aja deh..." ujar Dayu.
Athena tertawa. "Aku siap-siap dulu. Jangan lupa aku berangkat bareng Artha. Aku harus jelasin ke dia. Demi ketenangan kita."
"Oke..." sahut Dayu yang merasa tak sanggup menahan hasratnya jika terlalu lama berdua dengan istrinya.
__ADS_1
Athena masuk ke mobil Artha dan duduk disebelahnya. Artha curiga.
"Beneran jadian nih...?" tanya Artha.
Athena mengangguk.
"Terus, suami kamu gimana? Kalian siap menghadapinya?"
"Suami aku itu Dayu, Tha..."
"Wah... nekat. Gimana dengan ayah kamu?"
"Ayah yang menikahkan aku dengan Dayu. Ga masalah..."
"Dalam semalam kalian berhasil melobi pak Rosadi?"
"Bukan gitu, Tha. Suami yang aku ceritakan waktu itu, yang Ayah menikahkan aku tanpa persetujuanku itu, ya si Dayu. Nama lengkap Dayu adalah Dayu Mahendra Krisna. Kalau dirumah dipanggilnya Krisna. Udah Clear, aku udah lihat video ijab kabulnya dan juga foto orang rumah saat prosesi. Weekend besok kami mudik. Sekian." jelas Athena. Artha menepikan mobilnya.
"Jadi yang kamu tunggu-tunggu itu Dayu?"
"Iya, kan salah aku juga sih. Udah dari awal Dayu mau ngomong, tapi aku yang menghindar terus."
"Wah.... luar biasa ya, Na..." ujar Artha.
"Ya udah sana turun...!"
"kok ngusir? tadi rebutan mau nganterin aku..."
"Itu, laki lo ikutan minggir. Samawa ya..."
Athena menoleh, mobil Dayu ikut berhenti. "Thank you Artha, hati-hati..."
Athena melangkah turun, dan masuk ke mobil Dayu.
"Kok turun?" tanya Dayu merasa aneh.
"Diusir sama Artha..." jawan Athena ngasal.
"Kalian berantem?"
__ADS_1
"Kagak pak suami..." jawab Athena gemes. "Ngasih kesempatan buat pengantin baru mesra-mesraan..."
Dayu tertawa, "komen apa dia?"
"Samawa, aamiin."
"Aamiin..." sahut Dayu.
"Di kantor biasa aja ya. Ga usah heboh apalagi sok mesra..." ujar Athena.
"Tapi..." bantah Dayu.
"Biasa aja lah... apa ga malu udah sok mesra ga jadi nikah...!"
"Kita sudah menikah, Nana sayang..."
Athena menghela nafas. Susah memang ngonong sama orang yang lagi bucin begini.
"Pokoknya masih rahasia..." kata Athena.
"Baiklah..." Dayu mengalah.
"Thank you honey... " Athena mencubit pipi Dayu.
Pokoknya kalau lagi bucin mah dunia serasa ga akan berakhir. Pagipun rasanya enggan beranjak siang. Menyebalkan bagi orang-orang yang melihatnya.
Di kantor drama madih berlanjut. Katanya si mau rahasia-rahasiaan tapi kelakuan itu orang berdua, terutama Dayu amat sangat mencolok.
"Na... kayaknya kalian berdua perlu cuti deh..." ujar Artha. "Bikin risih suasana, mana si Dayu senyam senyum mulu..."
Athena tertawa, "sentil aja tuh bapak GM yang lagi sok imut. Aku aja gemes pengen ngajakin honeymoon..."
"Gila emang..." Artha geleng-geleng kepala sambil berlalu.
"Sabar ya mba Meta, anak buah mba lagi mabok cinta..." kata Artha saat melewati Meta.
"Moga - moga aja pas berantem ga bikin kantor jadi neraka..." jawab Meta sambil tertawa..
Athena yang mendengar hal itu langsung menoleh, "ngedoain kita berantem mba? udah siap?"
__ADS_1
"Haddeh... ceweknya bapak GM lebih seram kalau esmosay ternyata...." jawab Meta.
to be continued...