
Jam 12.00
Ishoman, waktunya istirahat untuk sholat dan makan. Athena keluar ruangan paling akhir. Masih menunggu Dayu masuk ke ruang tim marketing. Mungkin selepas makan siang nanti, batin Athena sambil menuju mushola. Kantin pasti ramai kalau jam segini, mending dhuhur dulu. Selesai menunaikan kewajibannya Athena duduk di anak tangga mushola sambil mengenakan sepatunya. Sneaker everywhere, nyaman dipakai.
“Hai…,” sapa seseorang.
Athena mendongak, sesaat pandangan mereka bertemu. “Hai… udah selesai dari HRDnya?”
“Udah, udah ketemu beberapa orang juga tadi,” jawab Dayu.
“O…. udah makan?”
“Belum, kamu?”
“Belum juga, biasanya kalau jam - jam segini kantin ramai, mending sholat dulu.”
”Makan bareng yuk, tungguin ya. Aku sholat dulu.”
Athena mengangguk. Beberapa saat kemudian Dayu keluar mushola.
“Yuk, makan dimana kita?” tanya Dayu.
“Kantin aja ya, kamu cobain dulu masakan kantin. Lumayan loh, harganya juga pas buat kantong karyawan.” jawab Athena.
“Oke….” jawab Dayu. Lantas mereka berdua jalan menuju kantin.
Beberapa orang yang berpapasan nampak mengangguk. Athena agak heran, mungkin karena orang baru. Batinnya.
Sampai di kantin juga orang - orang terilhat mengangguk.
“Mereka kenapa sih?” tanya Athena heran.
__ADS_1
“Biasa ketemu orang baru. Tampan pula,” jawab Dayu santai.
Athena melirik tajam. Dayu tersenyum geli. Kemudian mereka memesan makanan dan mencari tempat duduk kosong.
Sudah banyak karyawan yang selesai makan siang, jadi suasana kantin sudah tidak terlalu ramai.
“Na…. “ panggil Artha.
“Hai, sini…. “ sahut Athena sambil melambaikan tangannya.
Artha mendekat, tiba - tiba raut mukanya berubah.
“Kenapa, Tha? Ini kan Dayu,” ujar Athena memberitahu sahabatnya.
Disisi lain Dayu membuat kode tanpa sepengetahuan Athena, hanya dia dan Artha yang tahu.
“Hai, baru sehari ga ketemu udah lupa ya, Tha?” ujar Dayu.
“Ehm….. ga nyangka aja ketemu di sini. Udah pesen makan belum?” Atha mencoba tenang.
“Udah tinggal nunggu dianter aja.” jawab Artha.
Mereka bertiga makan seperti biasa, hanya Artha yang nampak gelisah, beberapa kali Dayu sempat memberi kode supaya Artha selow. Setelah selesai makan, Artha segera menarik sahabatnya menjauh.
"Kenapa sih Tha?" tanya Athena bingung.
“Na, kamu tahu ga siapa orang yang barusan makan siang bareng kita?” tanya Artha.
“Itu kan Dayu, orang yang ketemu pas liburan kemarin.”
“Betul. Selain itu?”
__ADS_1
“Karyawan baru. Ini hari pertamanya. Tadi pagi aku ketemu dia.”
“Betul. Kamu tahu ga. Itu orang adalah Dayu Mahendra. Bapak GM kita yang baru.”
“APAAA?!?” Athena shock.
“Informasi dari si Ragil yang adeknya dua itu, bapak Dayu Mahendra adalah orang yang sangat teliti, tegas, dan perfeksionis."
Athena terdiam mengingat-ingat sosok Dayu yang dia temui kemarin saat liburan dan Dayu yang ketemu tadi pagi. Rasanya ga deh, sepertinya dia orang yang hangat, dan bersahabat.
"Kamu yakin Tha?"
Artha mengeluarkan hpnya. "Nih, foto bapak Dayu Mahendra."
Athena memperhatikan foto yang ditunjukkan Artha. Memang Dayu.
"Kamu kenal Ragil juga kan? dulu kita ikut tes masuknya bareng-bareng tapi dia pindah ke kantor cabang yang deket rumahnya." ujar Artha.
"Aku ingat,"
"Nah, si bapak GM kita yang baru adalah GM yang sebelumnya ada di kantornya Ragil. Katanya walaupun dia seorang GM tapi kekuasaannya lebih dari sekedar CEO. rumor yang beredar dia itu the real CEO." Artha panjang lebar menjelaskan tentang siapa Dayu berdasarkan informasi yang dia dapatkan dari temannya.
Antara percaya dan tidak percaya. Antara takut dan galau dia bahkan bersikap santai pada atasannya. Tapi siapa yang tahu dia itu GM baru di kantor ini.... gerutu Athena.
"Pantesan orang - orang pada mengangguk hormat saat berpapasan. Nah kamu kenapa ga bilang ke aku, Tha?"
"Ini juga lagi ngebilangin mba...."
"Dari tadi gitu...."
"Aku dah hampir bilang, Na. tapi dapet kode dari bapak GM. ya udah aku gemetar sendirian,"
__ADS_1
Athena menghela nafas panjang.
to be continued...