KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)

KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)
31. Durian runtuh


__ADS_3

Malam yang terlalu panjang, dan Athena berharap pagi tak terlalu cepat menjemput. Terlelap sekejap berharap hari sudah mulai terang, Athena meraih handphone-nya dan melihat jam. 03.23 masih ada waktu untuk mengadu. Gadis itu bangun sempoyongan, kepalanya terasa berat.


selesai berkeluh kesah kepada sang pencipta dan melanjutkan kewajiban paginya gadis itu sedikit lega dan tertidur.


jam 06.30 Athena baru siuman. Ada rasa berat yang amat sangat. Teringat kata menikah membuatnya makin merasa tidak berdaya.


Menikah. Ga main-main loh, ada keikutsertaan Tuhan dalam ikatan tersebut.


Mending kalau baru tahap dijodohkan. Urusan sesama manusia. Tunangan, niatan ke tahap selanjutnya yaitu menikah.


Nah ini, tanpa proses kenalan, tunangan, tiba-tiba menikah. Beraaaaaaaat.......


Kalau sampai berpisah atau bercerai akan dibenci Tuhan. Bercerai adalah sesuatu yang halal tapi dibenci Tuhan. Serem kan kalau sampai gitu.


Penginnya nikah sekali seumur hidup, dengan orang yang kita cinta dan mencintai kita.


Athena menepuk-nepuk pipinya. "Ayok sadarlah... salah sendiri kemarin nitipin jodoh ke Ayah. Nah kan jadi dinikahkan buru-buru."


Athena termangu, "sudahlah, Ayah pasti sudah memilih yang terbaik...."


Athena siap-siap berangkat. Ingin ijin ga berangkat, pasti Artha akan ribut sepanjang hari.


"Na, kamu kenapa? ketiban durian runtuh?" tanya Artha pagi itu, setibanya di kantor dan bertemu Athena di lobi.


"Bonyok maksudnya?" Athena balik nanya.


"iyess, perasaan semalam pulang dari kafe baik-baik aja deh,"


"Ga bisa tidur...." jawab Athena.


"Kabar buruk darimana? Kampung? Apa gebetan kamu ga ngabarin sama sekali, terus kamu bete gitu?"


Athena teringat Dayu, sejak kemarin Dayu sama sekali ga ngechat, ga nelpon juga. Eh, tapi pagi-pagi udah bilang kalau ada acara...

__ADS_1


"Pagi, Na... " sapa Dayu, tiba-tiba melingkarkan tangannya ke bahu Athena.


Athena segera menepisnya. "ini di kantor, Yu..."


Dayu tertawa.


"Yu, udah lah, jadian aja. Tuh liat muka si Nana. masam gitu gegara kamunya ga nge-chat. Sok atuh, selesaikan masalah rumah tangga kalian. Artha ga kuat kalau suruh jadi penengah... bye." Artha segera beranjak.


"Tha, tungguin...!" Athena mengejar sahabatnya. Meninggalkan Dayu yang terbiasa diperlakukan begitu.


***


***


'*Na, makan siang di luar yuk...' Dayu


'Maaf, Yu. Udah janjian sama Artha*.' Athena send.


Athena memandang layar ponselnya. Menunggu orang yang kata ayah sudah menjadi suaminya menghubunginya.


"Na, kamu kenapa si?!" Artha menghampiri sahabatnya yang sedang pasang muka suram.


"Makan yuk," ajak Athena.


"Oke, makan yg manis-manis ditemenin orang manis emang bikin mood membaik kok."


"hoeeeek.....!!!" Athena akting muntah. Lalu beranjak ke kantin.


"APA!!!!? MENIKAH??!!!!" seru Artha.


Athena menendang kaki Artha di bawah meja. "Sekalian aja pakai, toa. Umumin di mesjid."


Artha menutup mulutnya, sambil tengok kanan-kiri. Ada beberapa pasang mata melihat ke arah mereka.

__ADS_1


"Terus... suami kamu gmn?"


"Aku juga tahu, kata Ayah dia akan menghubungi aku. Tapi sampai detik ini, belum ada yang nelpon, belum ada yang nge chat."


"Ganteng?"


"Ga tahu..."


"Kerjanya apa?"


"Ga tau juga..."


"Orang mana?"


"Ga tau, ga tau, ga tau untuk semua pertanyaan kamu... titik!"


"Si Rara bilang apa?" Artha mengganti pertanyaan.


"Katanya si ganteng, baik, sama keluarga Wellcome bgt gitu..."


Artha manggut-manggut. "Na, adik kamu itu kan K-Pop fans. Standar lumayan tinggi biasanya. Kalau dia bilang ganteng, berarti ganteng. Ukuran ganteng buat dia kan mas-mas cantik nan gemoy itu..."


"Aku ga ada bayangan sama sekali..."


"Ga ada fotonya?"


"Ga ada, si Rara udah berteman sama orang itu. Dan nurut aja pas dia bilang jangan kirim foto, nanti dia aja yang nemuin aku."


"Aku rasa dia orang baik, Na. Adik kamu yang juteknya lebih dari kamu aja begitu...."


"Terpesona kali sama kegantengan orang itu..."


"Na, masih ada waktu sebentar. Keluar yuk. Ngopi. Americano biar cetar..." Ajak Artha melihat sahabatnya putus asa begitu.

__ADS_1


to be continued...


__ADS_2