KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)

KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)
24. Titip jodoh.


__ADS_3

Nadira nginep lagi di kamar kakaknya. Sepertinya bocah itu rindu berat, Athena tersenyum memandangi adik semata wayangnya yang baru saja lulus SMA. Athena beranjak ke dapur, ambil minum.


jam 02.00. Athena melihat kamar orang tuanya masih terang. Mereka belum tidur atau....


Gadis itu mendekat, terdengar suara Ayah Ibunya sedang berbincang.


"Anak kita kelihatannya bisa menerima keadaan ya bu," ujar Ayah.


"Dia memang kuat, dia makan dengan baik, tertawa, dan melakukan semuanya dengan baik. Tapi sebagai seorang ibu, aku merasa gadis itu menahan rasa sakitnya. Ada luka yang begitu rapi dia simpan, Yah." jawab ibu.


"Nana memang anak baik. Aku benar-benar ingin mematahkan kedua kaki dan tangan si Baruna. Kenapa ga dihajar sekalian biar bonyok ya?"


"Sabar, Yah. kita doakan saja Nana bertemu orang yang lebih baik. Ga usah mikirin orang itu. Ngabis-ngabisin energi, kayak orang penting aja dipikiin. Udah lewat. titik."


"Iya bu..." sahut Ayah.


Athena beranjak dari kegiatan mengupingnya. Kenapa semua orang ingin aku menghajar Baruna sampai beda bentuk ya? padahal kalau mereka melihatnya paling-paling akan menahan aku untuk tidak melakukan hal-hal seperti itu.


Athena menghela nafas, kejadian ini sepertinya membuat ayah lebih sakit hati daripada aku, batinnya. Aku bukan tipe orang yang mudah jatuh cinta, dan lagi yang aku mau adalah jodoh seumur hidupku. Dunia akhirat. Bukan asal menikah.


Gadis itu merebahkan dirinya di samping adiknya yang sudah pulas. Menarik nafas panjang dan menghembuskan nafasnya perlahan. Sakit memang, saking sakitnya aku memendamnya sampai terlupa. Bahkan air mataku tidak menetes untuk lelaki yang telah berselingkuh dariku.


Akulah yang mencampakkannya. Athena memejamkan matanya berusaha tidur.


Sore hari.


"Ayah, Nana berangkat ya...!" pamit Athena sambil mencium tangan Ayahnya.


"Hati-hati, ingat makan yang baik, istirahat yang cukup, dan jangan pernah lupa berdoa." ujar Ayah.


"Ibu..." Athena memeluk ibunya.


"Hati-hati, bertemulah dengan orang-orang baik. Yang mengingatkanmu jika kamu melakukan kesalahan." pesan ibu.

__ADS_1


Athena mengangguk. Terakhir dia memeluk adiknya.


"O iya ayah lupa..." Ayahnya segera masuk rumah.


"Ayah kenapa bu?" Athena bingung.


"Nih... " Ayahnya menyerahkan sebuah kunci.


"Ini apa?" Athena deg-degan.


"Kunci rumah, sebentar lagi Rara akan kuliah di kota yang sama denganmu. Ayah menyiapkan rumah untuk kalian berdua. Pindahlah..." ujar Ayah.


Athena tersenyum, "Oke, siap captain....!"


Athena berjalan menuju travel yang sedari tadi menunggu mereka, untung abang sopirnya sabar nungguin mereka drama dulu.


"Yah, nitip jodohnya Nana ya. Kalau Ayah bertemu orang baik, dan pantas untuk Nana, in sya Allah, Nana terima." bisik Athena pada ayahnya, sambil berjalan.


Sang Ayah terpaku, ada yang menggenang di pelupuk matanya.


"Siap ya mba," ujar mas driver.


"Iya mas, bismillah..." jawab Athena, ternyata Athena penumpang pertama yang dijemput.


*** *** ***


Dayu POV


"Yu, dari kemarin muka asem banget, ditinggal kawin sama gebetan gitu?" tanya Juna.


"****...!!!" umpat Dayu. Juna ngakak. Sore itu mereka ngumpul di rumah Brian.


"Gimana Yu, perkembangan pdkt lo?" sahut Brian.

__ADS_1


Dayu ga menjawab. Diposisikannya yang tengkurap Dayu malah meletakkan kepalanya.


"Stuck!" seru Juna. "Ga berpengalaman si...."


"Eh kampret, Athena bukan cewek gampangan ya..." Dayu ga terima.


"Iya, setuju. Saking susahnya, wajah tampan baik hati lo ga guna," tambah Juna lagi.


"Makanya Yu, jadi orang kaya ga usah disembunyiin..." ujar Brian.


"Maksud lo?" Dayu nanya balik.


"Ajakin ke rumah, pamerin tuh rumah dan mobil sport lo. Dijamin nyantol tu cewek." saran Brian.


"Di kantor ga usah sok keren dan profesional. Tunjukin perhatian lo, manis - manisin gitu. Ga usah ngamukan." tambah Juna.


"Ga setuju, Jun. Di kantor harus keren dan profesional. Tampan dan berwibawa," sahut Dayu.


"Berarti setuju saran gue?" tanya Brian.


"Saran yang mana?" tanya Dayu.


"Itu, pamerin mobil sport lo. ngapain nongkrong di garasi doang. Yang naik cuma kita. Percuma mobil bagus ga pernah buat bawa cewek cakep. Kasihan, mobil Lo juga pengin unjuk gigi bro..." ujar Brian panjang lebar.


"Mobilnya matic mas, ga pakai gigi," sahut Juna yang detik berikutnya kena lempar bantal.


Dayu menghela nafas. Aku ga pengin dapetin cewek karena melihat kekayaanku, kekayaan keluargaku. Dia merasa frustasi, gimana lagi ya??


Plak!! tiba-tiba Brian memukul jidat Dayu.


spontan Dayu kaget. Brian dan Juna ngakak.


"Nyamuk, Yu." ujar Juna santai.

__ADS_1


"Anjir..." Dayu ngakak juga, kedua temannya pasti melihat dia termenung.


to be continued...


__ADS_2