
"Mana handphonemu?" tanya Dayu.
Athena mengeluarkan handphone dari sakunya. "Ada apa?"
Tidak sampai Athena menyelesaikan kalimatnya, handphone-nya berdering. Nomor asing masuk.
Athena menoleh, Dayu malah memperlihatkan layar handphone-nya yang sedang menelepon Athena.
"Kau.... kau memanfaatkan kekuasaanmu lagi untuk memeriksa data pribadiku?" ujar Athena.
Dayu tersenyum jahil. "Kalau minta baik - baik belum tentu dikasih, ya sudah. Aku berusaha mendapatkan nomor handphone-mu apapun caranya."
Athena hanya geleng-geleng kepala sambil berdecak. Lalu membuka pintu mobil dan segera turun.
"Telp aku kalau sudah selesai. Nanti aku jemput," seru Dayu yang tidak digubris sama sekali oleh gadis pujaannya. Dayu tertawa.
"Yess, akan kubuat kau jatuh cinta padaku, Na." gumam Dayu.
Athena tersenyum sambil berjalan memasuki mall. Hatinya sedikit terhibur dengan kelakuan Dayu pagi ini.
Ah.... lelaki, selalu begitu. Berjuang sekuat tenaga ketika ingin mendapatkan sesuatu. Tapi saat udah kena, giliran merasa bosan, ga menarik lagi, ga menantang. Kampret sekali.
Mengunjungi beberapa counter yang menjual produk mereka, follow up program marekting apakah ada peningkatan penjualan, ngumpulin ide - ide dari petugas counter, dan juga keluhan produk dari pelanggan, adalah agenda tugas luar hari ini. Cukup melelahkan, tanpa disadari sudah hampir jam 14.00 pantas saja perutnya minta diisi.
__ADS_1
Athena mencari rumah makan langganannya. Menu kesukaannya, ayam goreng, sayur asem, sambel dadak ala sunda lengkap dengan lalapannya sudah tersaji di hadapannya. Bissmillah….
Setelah menyelesaikan makan siangnya gadis itu segera melanjutkan pekerjaannya. Tinggal satu counter lagi. Gumam Athena.
Matahari sudah hampir tenggelam ketika Athena keluar dari counter terakhir. Langit mulai berwarna ju\=ingga, dan lampu jalan sudah mulai menyala. Gadis itu memandang sekeliling, berjalan menuju halte dan duduk menunggu bis yang lewat depan kantornya. Tak ada niatan menelpon Dayu. Athena memijit betisnya yang terasa pegal, melepaskan sepatunya dan menggerak-gerakan jari kakinya supaya rileks.
“Hm…. sepatuku sudah butut rupanya. Padahal enak banget dipakai,” gumam Athena sambil menatap sepatunya yang tampak sudah kusam.
Tiba - tiba ada seseorang yang berjongkok dan kemudian memakaikan sepatu baru di kedua kaki Athena.
“Dayu…” ujar Athena.
“Nah… cantik. Ayo….” tanpa meminta persetujuan Dayu menggandeng tangan Athena dan membawanya keluar dari halte. Tak lupa dia juga memasukan sepatu butut gadis itu ke paper bag yang tadi berisi sepatu baru.
“Kenapa ga menelponku?” tanya Dayu.
“Ga papa, naik bis juga nyampe, ga ngrepotin pula.”
Dayu menghela nafas. “Makan dulu yuk….”
Athena mengangguk, tidak enak menolaknya. Wajah tampan mas GM-nya tampak tidak menerima penolakan lagi.
Melihat anggukan sang gadis pujaan wajah Dayu langsung sumringah.
__ADS_1
Mereka lantas memasuki kafe yang tata letak dan dekorasinya kekinian. Instagram able bgt.
Ada live music juga.
"Ini bukan tempat makan kayaknya...." gumam Athena.
"Yoi, ini tempat buat nongkrong, ngobrol santai," ujar Dayu.
"Kita mau ngobrol apa?" Tanya Athena lugu.
"Pesan minum sama cemilan dulu," Dayu ingin tertawa tapi dia tahan. Ga mau gadisnya ngambek.
"Latte hangat...." ujar Athena lalu memilih menu cemilan.
Suasana kafe sore itu terasa romantis, live music menghadirkan lagu milik Day6 yang berjudul You Were Beautiful, ngebeat romantis gitu. Cocok buat yang lagi PDKT.
"Dayu...?!" sapa seseorang yang baru saja datang bersama beberapa orang temannya.
"Hai, Deasy.... " Balas Dayu.
"Kamu....!" seru Deasy sambil menunjuk Athena.
Athena memandangnya heran, kok kenal aku?
__ADS_1
to be continued...