KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)

KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)
17. PDKT


__ADS_3

"Dayu...?!" sapa seseorang yang baru saja datang bersama beberapa orang temannya.


"Hai, Deasy.... " Balas Dayu.


"Kamu....!" seru Deasy sambil menunjuk Athena.


Athena memandangnya heran, kok kenal aku?


"Yu, kamu kenal sama preman kampung ini?"


"Aku kesini bersamanya," jawab Dayu tenang.


"Dia itu preman kampung yang ngaku-ngaku tunangan pacar aku. Kamu hati-hati Yu. Lebih baik segera menjauh."


Athena mulai nyambung, "Oh... kamu toh.... "


Athena melempar senyum sinis.


"Jadi kamu tidak tahu siapa aku?!" ujar Deasy.


"Tentu saja, aku bahkan tidak mengingatmu, aku rasa otakku tidak menyediakan tempat untukmu." jawab Athena selow.


"Kau....!!" teriak Deasy sambil mengangkat tangan kanannya hendak menampar gadis di depannya.


"Pergilah, jangan membuat keributan." Dayu menangkap tangan Deasy, dan mencengkeramnya kencang.

__ADS_1


"Dayu...!? Kau membelanya?!!" Deasy terkejut dengan reaksi Dayu. Tidak menyangka sama sekali.


"Pasti, dia bersamaku. Aku harus menjaganya dari siapapun yang akan mengganggunya," jawab Dayu.


"Dia itu berbahaya, Dayu. Dia kasar, main pukul. Kau bisa celaka saat bersamanya," Deasy masih berusaha menjelaskan siapa Athena.


"Cukup. Pergilah!!" Wajah Dayu terlihat serius. Tak urung Deasy merasa segan juga.


"Awas kau...!!!" ancam Deasy pada Athena. Dua orang teman Deasy berusaha mengajak gadis itu menjauh.


Athena menghela nafas sambil membuang muka. Berusaha menyembunyikan raut wajahnya dari Lelaki yang ada di dekatnya.


Dayu menatap Athena sambil tersenyum.


"Na.... " panggil Dayu pelan.


"Aku tahu. Boleh tanya sedikit?"


Athena mengangguk.


"Kamu ga kenal cewek itu?" tanya Dayu. Dia merasa agak aneh. Biasanya cewek - cewek aka mencari informasi sedetail-detailnya tentang selingkuhan pasangannya. Tapi gadis di hadapannya malah terkesan tidak tahu apa-apa.


"Aku beneran ga kenal. Aku bahkan benar-benar lupa siapa cewek itu," jawab Athena. "Aku baru ingat saat dia bilang aku ngaku - ngaku tunangan pacarnya."


Dayu terdiam.

__ADS_1


"Baiklah sekarang atau nanti kau juga pasti akan mendengarnya." Athena berhenti sebentar, membuka lembaran memorinya yang sudah mulai dia tutup.


"Liburan kemarin itu jika sesuai rencana, seharusnya adalah hari pernikahanku. Tapi 2 Minggu sebelumnya aku bertemu tunanganku bersama cewek tadi, aku memang memberi sedikit pelajaran, dan membuat dia memanggilku preman kampung. Dan semuanya berakhir, rencana Tuhan tidak sejalan dengan rencana kami. Aku rasa sakit hatiku begitu dalam. Hingga otakku memerintahkan aku untuk tidak mengingat cewek itu supaya tidak lebih sakit. Mencari informasi tentang merekapun tidak aku lakukan. Aku tidak mau lebih sakit lagi."


Dayu tercekat, mencoba memahami betapa sakit yang dirasakan gadis itu begitu dalam sehingga dia memilih melindungi dirinya sendiri dengan cara melupakan, dan tidak mencari tahu tentang apapun.


Melihat Dayu terdiam, Athena malah tersenyum, "udah lewat kok, malah udah ketemu lagi barusan, hehehehe...."


Dayu masih terbawa suasana. "good job. really good!"


Athena mencibir, "kopinya dingin bang, diminum dulu...."


Athena mendorong sedikit kopi di depan Dayu untuk mempersilahkan dia minum.


"Masih untung loh, dibatalkan masih 2 Minggu, kalau di hari H kan udah pasti aku hajar sampai babak belur. perlu berterima kasih ga ya?" seloroh Athena.


Cup


Entah keberanian darimana tiba-tiba Dayu mencium bibir Athena. Perasaannya tidak bisa dikendalikan lagi. Tanpa diduga Athena membalas ciuman itu. Jantung Dayu mendadak joging.


"Yu, minum dulu nih...!" ujar Athena.


Dayu tergagap kembali ke dunia nyata.


"Malah ngelamun...." Athena tersenyum, manis Sangat manis. lebih manis permen manapun yabg sesegera mungkin jadi candu buat Dayu.

__ADS_1


to be continued...


__ADS_2