
"Maksudnya Tha...?" Tanya Dayu.
"Jadi tadi malam itu......" Artha menjelaskan semua yang kejadian di kafe kemarin malam. Dan juga cerita Meta yang melihat Athena dibopong Baruna.
"Maksud kamu, Athena dibawa Baruna?" tanya Dayu, karena alur cerita Artha lompat-lompat saking cemasnya.
"iya..."
Dayu terdiam sejenak, kemudian mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.
"Deasy, kamu dimana?" tanya Dayu yang ternyata menelpon Deasy.
"Di kantor Papi, kenapa? Tumben nelpon, aku kira udah ga kenal Deasy lagi..." jawab Deasy dari seberang.
"Pacar kamu berangkat kerja ga?" tanya Dayu lagi.
"Nah, lo nelpon gue nanyain orang lain??"
"Urusan lelaki, ada kagak?"
"Ada, nih orangnya disamping aku. Ada apa?"
"Boleh minta nomer telponnya? Ada perlu banget nih....!" Dayu berusaha tenang.
"Aku kasih aja telpon aku ya..."
"Ga deh, bicara nanti aja. Cepetan kirim ya. Thanks...." Dayu buru-buru menutup telponnya sebelum Deasy memberikan handphone-nya ke Baruna.
Dayu resah. menunggu notifikasi pesan dari Deasy.
__ADS_1
Ting!!
Nah. Masuk juga.
Dayu segera membuka pesan dan membalasnya dengan satu kata. Thanks. Untung ga disingkat, tks atau tx.
Kemudian segera video call dengan dua sahabatnya.
"Nape bro...." tanya Brian.
"Gimana Yu?" tanya Juna.
"Aku kirim nomernya Baruna. Brian tolong cari informasi tentang ini orang beserta keluarganya."
"Juna. Lacak dia habis dari mana aja, sejak tadi malam."
"Oke boss....." jawab mereka berdua serempak.
"Sekarang kita hanya bisa menunggu kabar dari mereka. Baruna saat ini sedang masuk kantor. Bekerja seperti biasa." ujar Dayu.
Artha mengangguk, "kasih tahu aku kalau ada kabar dari mereka."
"Oke, balik kerja sana. Berani-beraninya mengganggu meeting...!" ucap Dayu tegas.
"Baik, pak. Maaf sudah menyita waktunya. Terima kasih." Artha membungkuk dan berlalu sambil tersenyum. Dia tahu Dayu bercanda, sempat bercanda gitu loh....
Dayu melanjutkan meeting-nya. Tak berapa lama kemudian banyak pesan masuk yang berarti Brian dan Juna menyampaikan banyak informasi. Cepat-cepat Dayu menyelesaikan meetingnya dan kembali ke ruangannya.
Membuka semua pesan masuk dari Juna dan Brian.
__ADS_1
Brian memberikan banyak informasi tentang Baruna, keluarganya, bisnis keluarga, dan juga koneksi mereka.
Juna memberikan informasi bahwa sejak semalam ponsel Baruna berada di area perumahan Athena, apartemen, dan kantor.
Dayu menarik nafas panjang. Kemungkinan Athena disembunyikan di apartemen. Berikutnya mencari tahu apartemen nomer berapa yang dipakainya.
Dayu melihat jam tangannya, sebentar lagi waktu makan siang. Dayu bergegas keluar. Tujuannya adalah mengikuti Baruna, perkiraannya Baruna akan pergi dari kantor saat makan siang, paling tidak untuk menengok Athena.
Dayu menunggu Baruna di apartemen mewah yang pengamanan lumayan ketat. Dayu hanya bisa melihat Baruna masuk, tapi tidak bisa mengikutinya. Dia tidak punya akses masuk. Tak sampai setengah jam Baruna sudah keluar dan kembali ke kantor. Tidak mampir kemanapun. itu artinya, kemungkinan besar Athena dikurung salah satu apartemen itu.
Dengan segala koneksinya Dayu berhasil memiliki 1 unit apartemen dalam waktu kurang dari 1 jam. Juna dan Brian segera bergabung setelah Dayu mendapatkan apartemen itu. Dengan segera mereka menyusun rencana.
Mendapatkan informasi unit nomor berapa yang ditempati Baruna bukan perkara sulit. Kemudian mereka memasuki apartemen milik Baruna dengan santuy, seolah rumah sendiri.
"Apartemen ini dilengkapi CCTV yang lumayan juga tingkat keamanannya," ujar Juna.
Dayu bergegas memeriksa semua ruangan. Ada satu kamar terkunci.
"Na, kamu di dalam?" panggil Dayu sambil berusaha membuka pintu.
"Na, beri tanda kalau kamu disitu, jatuhkan barang atau apapun yang bisa bikin bunyi..." Ujar Dayu lagi.
"Minggir bro..." seru Brian siap mendobrak pintu. Tidak berhasil.
"Bentar bro, secanggih apapun kunci pasti ada cara untuk membukanya." ujar Juna santuy sambil membuka pouch-nya. Berasa detektif aja nih...
Menggunakan berbagai alat kecil-kecil yang tak dimengerti orang lain, pintu kamar terbuka setelah beberapa saat Juna mengerahkan kemampuannya.
ceklek....!!!
__ADS_1
to be continued...