
Beberapa saat kemudian Dayu kembali bersama seorang satpam yang sedang bertugas. Mereka berusaha membuka pintu depan yang terkunci.
"Kita ga ada kunci serepnya mas," kata pak satpam.
"Kita coba buka pakai obeng dulu pak," ujar Dayu.
Beberapa alat yang tersedia di pos satpam dibawa kerumah dan dicoba satu persatu untuk membuka kunci.
Penampilan Dayu sudah tak serapi sebelumnya, rambutnya berantakan.
"Mas kayaknya pakai kunci ini bisa deh...!" ujar seseorang,
Tanpa menoleh Dayu menerima kunci itu. Dan dengan segera dibukanya pintu. Nah...
Dayu tertegun, lalu berbalik.
Athena berkacak pinggang, "kalian mau ngrampok?!"
Dayu tersipu. "Pak maaf, ini yang punya rumah sudah balik. Maaf sudah merepotkan. Terima kasih kerja samanya, pak."
"Oke mas. Mba, pacarnya jangan dimarahi ya. Dia takut banget mbaknya hilang." ujar pak Satpam. "Mari mba, mas. Saya lanjut jaga."
"Terima kasih pak..." ujar Athena dan Dayu.
Pak Satpam beranjak pergi.
Athena masih pasang muka seram.
__ADS_1
"Na, please... jangan marah ya. Aku tuh cemas banget, kamu ditelpon ga jawab, gerbang ga dikunci, aku tungguin setengah jam kamu ga balik juga. Pikiran udah kemana-mana ini..." ujar Dayu.
Athena menghela nafas, "duduk dulu. Aku tuh pengin beli martabak di depan. Aku juga lihat mobil kamu, pas mau kasih tau ternyata hp ga dibawa. Terus tadi itu ada anak-anak terserempet motor pas banget di depan tukang martabak. jadinya lama deh..."
"Kamu ga papa kan?"
"Aku ga papa, aku nolongin aja. Udah dibawa ke rumah sakit. Aku bikin minum ya..."
Athena beranjak ke dapat dan tak lama kemudian kembali lagi. Membawa dua gelas lemon tea dan sepiring martabak yang dia beli tadi.
"Ini martabak legend..." ujar Dayu.
Athena tertawa, "dodol emang...!"
"Martabak mba, bukan dodol." sahut Dayu sambil mengambil lemon tea dan meminumnya.
"Na," panggil Dayu berbarengan dengan Athena memanggil Dayu.
"Kamu duluan deh..." ujar Dayu.
"Hmmm... aku bingung mau mulai darimana. Tapi aku harus mengatakan padamu," Athena berhenti sejenak. "Yu, aku sudah menikah. Lebih tepatnya ayahku sudah menikahkan aku dengan anak sahabatnya."
Dayu mengerutkan dahinya. "Lalu dimana suamimu?"
"Itulah masalahnya, aku belum pernah bertemu dengannya. Ayah bilang, dia akan menghubungi aku tapi sampai hari ini aku belum menerima telpon maupun pesan darinya."
"Kau yakin dia belum pernah mengajakmu bertemu?"
__ADS_1
"Yakin banget, tidak ada nomer baru yang tidak aku kenal menghubungi aku, memperkenalkan diri sebagai suamiku, apalagi mengajak ketemuan. Aku juga bingung. Aku takut."
"Apa yang kamu takutkan?"
"Aku takut jatuh cinta pada orang lain, Yu. Sementara aku sudah bersuami..."
"Jatuh cinta padaku?" tanya Dayu dengan muka serius.
Athena diam.
Dayu menghela nafas, "hp kamu bunyi tuh. Kayaknya si Artha yang sekarang bingung."
Athena beranjak mengambil ponselnya, benarlah Artha yang menelponnya.
"Iya, Tha... aku habis martabak, ga bawa hp. Iya ini Dayu di rumah. Udah kayak mau ngrampok rumahku, mau bongkar kunci pintu coba." kata Athena sambil melirik Dayu yang mendelik sebel. Gimana ga sebel, ghibah di depan mata.
"Iya, aman kok... bye..." Athena menutup telponnya.
"Buka pesan aku, Na..." ujar Dayu.
Athena mengecek pesan masuk. Wow.... isinya Dayu dan Artha saingan ngechat.
Athena membuka pesan dari Dayu. Pesan yang masuk sampai penuh 1 frame, ga cukup 1 layar. Ada satu pesan video. Athena membukanya.
Deg. Jantungnya berdetak lebih cepat. File video terbuka.
Loh ini kan ayah, batin Athena. Dadanya makin panas. Ini kayak video ijab kabul. Dan yang bersalaman dengan ayah adalah...
__ADS_1
to be continued...