
"Mas, perasaan mamah ya, seingat mamah, tadi sebelum masuk rumah kamu bilang jangan bahas perjodohan, karena kamu sudah ada tambatan hati. Terus kenapa pas udah masuk rumah malah ngotot minta dinikahkan?" tanya mamah dalam perjalanan pulang.
Dayu hanya tertawa, "Nana cantik ga mah?"
"Cantik, tapi baru lihat di foto. Aslinya kita belum tahu."
"Aslinya lebih cantik, mah. Apalagi kalau kelaparan terus makan seafood pedes. Cantik banget...!" ujar Dayu.
"Emang pernah ketemu?" papahnya penasaran juga.
"Tiap hari ketemu pah. di kantor," jawab Dayu.
"Jadi yang kamu bilang tambatan hati, ternyata Nana?"
"Seratus buat mamah...!"
"Pantesan minta langsung akad nikah. Ternyata si embaknya belum ngasih jawaban atas perasaanmu to.... mamah paham sekarang," mamahnya manggut-manggut.
Dayu tertawa.
"Curi start dia, ambil kesempatan...!" ujar papahnya. "turunan mamah deh...!"
"Gimana ceritanya pah?" Dayu bersemangat.
"Noh mamah kamu, naksir papah langsung nembak kakek kamu. Anaknya jadi lebih pinter, langsung minta dinikahkan..."
Mamahnya tertawa, "Habis papah selow motion banget, kelamaan nunggunya. Ntar keburu mamah ketemu yang lain..."
"Pah, Papah inget video yang papah kirim ke aku yang isinya Deasy punya pacar, dan ternyata pacarnya sudah bertunangan...?" tanya Dayu.
"Hm... inget kenapa?"
"Itu kan Nana pah..."
__ADS_1
"Yang ngebanting tu cowok? Wah... keren sekali."
"Mamah kok ga tau?!?" tanya mamahnya.
"Yah... intinya, Deasy pacaran sama tunangan Nana trus ketahuan."
"Kalau gitu kamu musti terima kasih tuh..." celetuk mamah.
"Terima kasih ke siapa?" Dayu heran.
"Dua-duanya, terima kasih sama Deasy udah ngambil tunangan Nana, jadi Nana free. Terima kasih juga sama cowoknya udah selingkuh jadi kamu bisa ketemu Nana tanpa status tunangan orang. Kan semua keuntungan ada sama kamu, mas Krisna..." mamahnya menjelaskan panjang lebar.
Dayu menghela nafas panjang... mengakhiri ceritanya.
"Menurutmu apa aku harus berterima kasih sama Baruna dan Deasy?" tanya Dayu sambil memainkan rambut gadis didepannya yang sudah berstatus sebagai istrinya.
Athena tertawa. "Jadi kamu udah bucin ke aku sejak aku masih imut begitu?"
Dayu mengangguk. "Ga nyangka deh gedenya bakalan begini cantik..."
Dayu melepaskan ciumannya memberi kesempatan Athena bernafas.
"Sekarang kamu tidak boleh takut jatuh cinta padaku. Kamu harus cinta padaku..." ujar Dayu.
"Kau tahu, aku benar-benar bingung dan takut tidak bisa menghindarimu. Aku sudah menikah itu yang kupikirkan."
"Terima kasih Na..."
"Kenapa?"
"Kamu sudah menjaga perasaan kamu untuk suamimu..."
Athena tersenyum, kemudian melingkarkan tangannya ke pinggang Dayu, dan menyandarkan kepalanya. Dalam hati dia bersyukur tiada henti bahwa Dayulah orangnya.
__ADS_1
Dayu mencium puncak kepala istrinya. "Aku punya sesuatu untukmu..."
Athena melepaskan pelukannya. Dayu mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Dan memberikannya ke Athena.
"ini kan gelang couple yang di pasar seni pas kita liburan..." ujar Athena.
"iya, aku masuk ke toko itu. Ibu-ibu pedagang nanya gini. Masnya jomblo ga? kenapa bu? jomblo ga, serius nih? dalam pencarian bu. ganteng begitu jomblo jangan bohong mas... "
Athena ngakak.
"The power of emak-emak banget kan?!? nanya dijawab jujur tapi ga percaya..."
"Terus...?"
"Terus aku nanya, emang kenapa bu? Nih, emba yang tadi lagi putus cinta, asem banget mukanya, kena tikung cewek lain kayaknya. Ini kan gelang couple, yang paling bagus menurut saya, saking sakit hatinya dia cuma ambil satu, satunya nitip disini. Saya ketitipan jodoh orang nih mas. Buat masnya aja. Kalau beneran jomblo, tuh kejar mba yang tadi. jangan main-main, bisa kualat nanti."
"Wah...si ibu, suka deh...!" celetuk Athena.
"Terus aku terima dong, si ibu aja yang ga tahu akunya udah tanpa sadar ngikutin mba yang satu ini sejak turun dari Kora-kora."
"Kamu ngikutin aku..?"
Dayu mengangguk, "aku penasaran banget sama kamu, Na. Sejak lihat di antrian tiket. Pas banget besoknya ketemu lagi lihat sunrise. Trus kita water sport seharian, dan yang paling menyebalkan adalah kamu ga mau kasih nomer handphone kamu."
Athena tertawa, "Baru ketemu, dan aku emang ga suka tuker-tuker nomer handphone kayak gitu..."
"Rasanya kayak orang ditolak, Na..."
Athena merain tangan Dayu dan memasang gelang itu dipergelangan. Lalu meletakkan tangannya, sehingga kedua gelang itu sejajar.
"Aku foto dulu, mau bikin story..." kata Athena. Dayu menurut saja.
"Akhirnya kalian dipertemukan ya..." kata Athena pada kedua gelang tersebut sambil cekrak-cekrek.
__ADS_1
to be continued...