KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)

KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)
26. Tak semua laki-laki


__ADS_3

Malam itu Baruna duduk menghadap laptopnya, niatnya si mau nyicil pekerjaan kantor. Tapi pikirannya kacau.


"Arrrgghhhhh...." teriak Baruna kesal sambil menutup laptopnya kasar. Lalu beranjak ke tempat tidur.


Merebahkan dirinya sambil menghela nafas. Athena, kenapa dia secepat itu move on??


Tadi sore sepulang dari kantor tanpa sengaja Baruna melihat Athena di parkiran rumah makan seafood, dimana dia baru saja menyelesaikan pertemuan dengan klien.


Baruna memutuskan untuk bertahan, dan melihat serta membuktikan kata-kata Deasy.


Laki-laki yang datang bersama Athena bukan laki-laki biasa. Auranya terasa sekali, aura orang kaya. Dan yang lebih menyakitkan buat Baruna adalah Athena nampak nyaman berada dekat dengan Lelaki itu. Ga bisa dipercaya. Apa saking sakit hatinya gadis itu bertemu siapa saja dan meluapkan emosinya? tidak. Athena bukan gadis seperti itu.


Baruna meraih handphone-nya, mbolak baliknya dan semuanya bersih.


Akun baru, nomer baru, semua tentang Athena sudah deleted by Deasy. Tak ada yang tersisa. Bahkan sosmed Athena sudah diblokir.


Baruna meremas rambutnya. Lalu memutuskan untuk keluar. Cari udara segar. Baru saja hendak membuka pintu mobil handphone-nya berdering.


Deasy calling.


Baruna mengusap wajahnya kasar.


"Halo sayang...!" ujar Baruna manis.


"Sayang dimana?" suara manja Deasy terdengar.


"Di rumah, mau ke club sebentar, ikut?"


"Jemput ya... I love you,"


"Ehm... love you too," Baruna mematikan handphone-nya lalu mendesah.


Sejak buka mata sampai tidur lagi Deasy selalu meneleponnya, mengawasinya, menanyakan semua aktifitasnya. Minta diantar kesana kemari, belanja, makan. Tak ada waktu untuk diri sendiri.


Dan jangan coba berbohong, entahlah, gadis itu mungkin menanamkan pelacak disuatu tempat di tubuh Baruna sehingga semua yang dilakukan Baruna, Deasy tahu.


Dan sekarang mau keluar rumah aja dia nelpon, Baruna bergidik ngeri. Lalu melesat keluar.


***


***


***

__ADS_1


'Tha, besok bantuin aku pindahan ya...' Send. Athena mengirim pesan pada sahabatnya.


'kemana? pindah kost?'


'Rumah baru, diperumahan XXX'


'Dayu beliin rumah, Na?'


'Ngaco..!!! 👊👊👊'


'Trus? itu perumahan bagus loh... lumayan terkenal, berkelas'


'Kelas berapa?'


'dih... ga banget deh...'


'😜... rumah bokap, Tha. Bentar lagi Nadira kuliah di kota ini juga. Biar gampang kalau kangen, nginep di rumah sendiri. Gitu....'


'Kirain dibeliin Dayu, kan Dayu tajir Na.'


"Mas GM ya mesti tajir dong....'


'Bukan gitu... malam Minggu kemarin Bona liat Dayu pakai mobil sport terbaru, Na. Kegantengan naik beribu persen katanya.'


'Kali aja dibeliin gitu, sebagai bentuk ikatan pdkt... tadi kencan kan? sepulang kerja?"


'kok tahu?'


'tahu dong... ngapain aja?'


'makan seafood aja. Trus pulang'


'🤕🤕🤕 frustasi aku...'


'kenapa?'


'kapan jadian Bambang???!'


'wkwkwkwkwk.....'


'ga ada kemajuan banget si...'


'pokoknya besok bantuin pindahan. Ini aku lagi packing. besok pindahin dikit-dikit aja dulu'

__ADS_1


...


....


.....


Artha ga bales pesan. Athena tertawa. Lalu melanjutkan berberes.


lewat tengah malam Athena menghentikan kegiatannya. "Banyak juga... Belum selesai pula. Lanjut besok lagi aja lah..."


Beberapa saat kemudian Athena sudah berbaring nyaman di kasurnya. Pikirannya teringat Dayu.


Bukan ga tau kalau Dayu suka, tapi rasanya masih lelah. Ga tau lelahnya dimana. Masih males dengan semua yang menyangkut pautkan cinta. Bobok saja lah...


Besoknya sepulang kerja Artha membantu Athena mulai memindahkan barang-barangnya. "Na, kasih kabar ke Dayu ga?"


"Kabar apaan?"


"Kamu pindah rumah gitu...?"


"Ya ampun, Tha.... apa semua-muanya harus bilang ke Dayu?"


"Kan kasian kalau di jemput kamu kesini, trus kamunya dah pindah. Bu kos ga tau pula kemana pindahnya. Macam sinetron..."


"Kebanyakan nonton sinetron ikan terbang nih..."


"Apa sih kurangnya Dayu?"


"Ga ada..."


"Berarti diterima dong?"


"Apanya?"


"Cintanya Dayu, Na...!!!" Artha histeris sendiri.


Athena tertawa.


"Na, ga semua laki-laki bersalah padamu..." Artha gemes.


"Setuju, Tha. Tapi lucunya semua laki-laki bilang begitu. Udah kayak slogan gitu..."


Artha terdiam, ga tau mau jawab apa lagi

__ADS_1


to be continued...


__ADS_2