KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)

KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)
39. Makin kacau


__ADS_3

Athena benar-benar bimbang. Satu sisi ingin berbakti pada orang tuanya dan di sisi lain dia menginginkan Dayu. Jalan satu-satunya minggu depan mudik, harus clear. Harus ketemu siapapun itu lelaki yang sudah berucap akad nikah atau tidak sama sekali. Tidak boleh ditunda lagi atau hidupku makin kacau, batin Athena.


Hari ini Athena masuk kantor seperti biasa. Pengawalan lebih ketat. Artha menjemputnya jam 06.10. Athena yang beru selesai mandi dibikin geleng-geleng kepala.


"Biasa aja kali Tha...!"


"Ini akan jadi kebiasaan kok, Na..." jawab Artha santai.


"Dua hari?!"


"Entahlah, biasanya si gitu... lama-lama 'berangkat sendiri ya, aku ga sempet jempuuuut'...." Artha tertawa.


"Untuk sementara kayaknya si Baruna anteng deh, dan paling tidak dia butuh waktu untuk memikirkan rencana selanjutnya..."


"Ngarep diculik lagi, Na?"


"Diiiih... mana ada!"


"Biar bisa diselametin si Dayu lagi..."


"Hayuk lah.... cap cuz, ngaco lama-lama..." Ujar Athena sambil menarik tangan sahabatnya.


"Taruhan deh si Dayu pasti udah bertengger di lobi, minimal di parkiran nungguin kamu." ujar Artha.


Athena tidak menanggapi, makin panjang lebar ga jelas si Artha nanti.


Tepat seperti dugaan Artha, Dayu sudah pasang muka ganteng di lobi. Menebarkan pesona lelaki idaman, membuat siapa saja yang lewat harus menahan jantungnya supaya tenang dan berdenyut teratur. Athena tepok jidat. Makin bimbang, ganteng begitu wak...


Nah, pakai acara tersenyum pula. Aku harus gimana, bund... batin Athena.


"Pagi, pak...!" Athena menyapa dengan sopan.


Smirk. Dayu membuat ekspresi wajah yang membuat Artha ngakak di tempat. Terbayang dong, betapa ingin ada salam hangat terucap dari gadis pujaan eh, yang keluar salam sapa sopan santun, sesuai standard operasional prosedur customer care, kan bete.


Artha kena getahnya, dapat lirikan maut mas GM. Bukannya takut, Artha makin ga bisa nahan ketawa.

__ADS_1


"Na, aku masuk dulu. Mari pak," Artha mengangguk dan berlalu sambil menahan tawa.


"Saya duluan pak." Athena tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya.


Dayu ingin sekali menarik gadis yang sengaja meledeknya itu kedalam pelukannya. Gemes. Bener-bener ga bisa ditunda lagi. Aku harus mengatakan semuanya. Mau tak mau Dayu melangkah gontai menuju ruangannya. Pagi yang menyebalkan, tapi membuatnya tersenyum. Athena berani mengedipkan matanya. Cantik banget pokoknya, batin Dayu.


Di tempat lain Athena tersenyum sendiri. Entah keberanian darimana tadi dia mengedipkan sebelah matanya pada Dayu. Sempat tertangkap ekspresi surprise sekaligus jengkel di wajah Dayu. Ada sesuatu yang hangat dan nyaman menyusup hatinya.


Athena menghela nafas panjang...


"Kenapa Na, kemarin katanya sakit. Dah baikan?" ujar salah seorang temannya.


"Ga enak badan aja, istirahat sedikit, sembuh..."


"kurang piknik kayaknya..."


"Setuju..." sahut Athena sambil tertawa.


ting! notif pesan masuk berbunyi.


Athena tersenyum. '*Baik, pak...'


'ke ruangan saya, sekarang!!'


'Ada apa pak?'


'SEKARANG*...!!'


Athena tidak menanggapi. Mana ada perintah lewat pesan pribadi. No.


telp di ruangan berdering.


"Na, dipanggil pak Dayu..!" seru Meta.


"Aku?! Ada apa ya?" ujar Athena.

__ADS_1


"Datengin aja, kangen kali kemarin kamu ga masuk. FYI kemarin mas GM kita udah kayak orang ga jelas, meeting ga konsen. Habis itu kabur ga tau kemana. Ada untungnya si... Meetingnya cepet, ga banyak koreksi..." ujar Meta sambil tertawa.


Mau ga mau Athena datang ke ruangan Dayu. Ketuk pintu dan masuk. Dayu yang bersembunyi dibalik pintu langsung saja menarik Athena kedalam pelukannya begitu gadis itu menutup pintu.


"Dayu lepasin..." ujar Athena berontak.


Dayu mempererat pelukannya.


"Yu, ini di kantor..." ujar Athena lirih.


"Berarti kalau diluar boleh?"


"Bukan begitu, lepasin dulu..."


Dayu melonggarkan pelukannya, ditatapnya gadis yang sudah menguasai hatinya itu. Perlahan Dayu mendekatkan wajahnya, tapi tangan Athena lebih cepat menahan bibirnya.


Athena menggelengkan kepalanya sambil menatap Dayu.


Dayu menghela nafas, lalu memeluknya lagi.


"Nanti malam aku kerumah. Please... jangan menghindar lagi." ujar Dayu.


Athena mengangguk. "Aku tunggu..."


Dayu melepaskan pelukannya, "pergilah, aku bisa hilang akal kalau sedekat ini denganmu."


Athena memanyukan bibirnya, "siapa suruh..."


Cup. Dayu menci*m sekilas, membuat Athena membeku. Jantungnya serasa berhenti sesaat.


"Mau lagi?" tanya Dayu.


Tanpa memberi jawaban Athena segera kabur.


Dayu tertawa menang.

__ADS_1


to be continued...


__ADS_2