KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)

KRISNA (JODOH PILIHAN AYAH)
18. Lembur


__ADS_3

Entah keberanian darimana tiba-tiba Dayu mencium bibir Athena. Perasaannya tidak bisa dikendalikan lagi. Tanpa diduga Athena membalas ciuman itu. Jantung Dayu mendadak joging. Untuk beberapa saat mereka tenggelam dalam permainan mereka. Tak peduli orang-orang di sekitarnya.


"Yu, minum dulu nih...!" ujar Athena.


Dayu tergagap kembali ke dunia nyata.


"Malah ngelamun...." Athena tersenyum, manis Sangat manis. lebih manis permen manapun yang sesegera mungkin jadi candu buat Dayu.


Dayu tersenyum, kemudian menyeruput kopinya.


"Cewek itu namanya Deasy, dia calon tunanganku. Anak dari teman papahku. Calon tunangan aja. Belum ada perjanjian apapun, kami bertemu secara kekeluargaan dan merencanakan pertunangan. Tapi kedua orang tua tidak memaksa jika masing-masing mempunyai pilihan lain. Karena saat itu aku dan Deasy sama-sama jomblo. Dan sekarang akupun masih jomblo," ujar Dayu.


Athena malah tertawa, hingga tersedak.


"Kenapa?!" Dayu heran.


"Aku berasa mendengar seseorang memberi pengumuman. Hai girls.... aku jomblo nih,"


"Hey..... kedengarannya begitu ya?!" Dayu pasang muka heran. "Ya.... sepertinya memang begitu. Aku sedang mempromosikan diriku padamu."


Athena tersenyum, tidak menjawab, hanya menghela nafas. Lalu memandang Dayu.


"Aku mengerti, saat ini mungkin sulit buatmu membuka hati. Bagimu semua laki-laki sama saja. Jadi aku akan baik-baik saja jika kamu menolak aku. Kemudian aku akan pdkt lagi, begitu seterusnya...." ujar Dayu.


"Pulang yuk. Ngaco tau ga?!!" ujar Athena. Disambut tawa Dayu.


***


***


***


Hari-hari berlalu, Dayu masih gigih PDKT tetapi sangat profesional. Di luar kantor Dayu adalah pribadi yang menyenangkan, tapi di kantor tetap jadi mas GM yang super cool, galak minta ampun.


Suatu hari Athena mendapat semprotan lumayan keras. Salah bikin laporan marketing. Tidak sesuai data yang terkumpul. Alhasil, lembur. Bikin laporan ulang.


"Na, mas GM segitunya ya sama kamu," ujar Artha.


"Kenapa?" tanya Athena tanpa mengalihkan perhatian dari komputernya.

__ADS_1


"Aku kira dia suka sama kamu. Kelihatan care banget gitu. Kok marahnya horor sih, pakai acara bentak-bentak pula."


"Profesional, Tha. Emang aku salah kok."


"Belain aja terus...." Artha sewot.


Athena tertawa.


"Kamu tuh ya, aku belain malah belain si Dayu. Naksir kan, kamu??"


"Lah emang aku salah kok, terima aja, revisi. kalau aku ga salah ya pasti ngeyel,"


"Separah apa sih kesalahan laporan kamu? Biasanya ga gitu, kamu kan teliti."


"Lagi apes, Tha.. Aku minta tolong anak magang buat ngetik data. Ga aku cek ulang, langsung masuk draft laporan, kirim. Gitu aja,"


"Salah kolom ya?"


"Iyess...." jawab Athena. "Tinggalin aja, Tha. Ga papa kok."


"Beneran nih?!"


"Kalau butuh sesuatu calling-calling ya....!!"


"Iyess... udah sana, hush... hush...!"


"Hey.... lo kira gue ayam gitu?!" Artha segera berlalu.


Athena tersenyum. Lalu kembali menekuni pekerjaannya.


Butuh waktu tiga jam lebih untuk merevisi laporan, karena data-datanya harus terperinci.


Tahu-tahu sudah hampir jam 20.00.


Athena menggeliat, merilekskan tubuhnya.


"Hai... Lembur?" sapa seseorang.


Athena melirik tajam, seolah mengatakan 'kamu yang membuat aku lembur'

__ADS_1


Dayu tertawa, "bukan aku yang membuatmu lembur, Na. Mas GM kamu itu loh..."


"Kamu benar, mas GM memang luar biasa," jawab Athena sambil mengacungkan jempolnya.


Dayu masih tertawa kecil. "Nih, latte kesukaan kamu lengkap dengan croissant-nya. Udah jangan ngambek."


Athena tersenyum menerima kopi plus cemilan favoritnya. "Kok kamu tahu aku belum pulang?"


"Dayu gitu loh...."


Athena mencebikan bibirnya, sambil mengunyah makanannya.


"Udah selesai belum? ada yang bisa aku bantu?" tanya Dayu.


"Udah, tinggal print aja. Mas GM tadi siang sudah menjelaskan secara detail bagaimana cara menulis laporan yang benar. Besok tinggal disetor, trus liat besok. Kena semprot lagi apa ga,"


Dayu mengangguk. "Okey... Aku anterin pulang ya?"


"Ga usah, ntar motorku gmn?"


"Ditinggal aja, besok aku jemput berangkatnya."


"Masnya mau nolong apa mau nyeburin aku ke ranah gosip after lunch yang ga ada habisnya...?!"


"Yang jemput kamu itu si Dayu, bukan mas GM."


"Dimata orang lain apa bedanya bapak Dayu Mahendra?" sanggah Athena.


"Terus gmn? aku kesini buat jemput kamu, Na. Pantang pulang dengan tangan kosong."


"Ya, udah ga usah pulang, nginep aja disini."


"Tega bener..."


Athena tertawa, "ya udah, yuk pulang. Besok berangkatnya aku minta jemput Artha. Fix. Ga ada kamu jemput ke kost."


Dayu tersenyum hepi.


to be continued...

__ADS_1


__ADS_2