
Eh... Monday lagi. Pagi ini Athena membagikan oleh-oleh yang dari ibunya.
"Mudik, Na?" tanya teman satu timnya.
"Yoi, biasa dong emak-emak, takut banget anaknya kekurangan makanan." jawab Athena.
"Emaknya Athena emang gitu, inget ga dulu kita pernah roadshow deket rumahnya Athena. Emaknya nyusul bawa banyak banget makanan. Wah... hepi banget kita." sahut yang lain.
"Hey... aku lewat nih, dapet bagian ga?" seru Artha.
"Habis, Tha....!"
"What?!" seru Artha. Disambut tawa yang lain.
Seseorang memperhatikan mereka sambil tersenyum, she's back.
Ada yang aneh, seharian ini Dayu nampak uring-uringan. Ekspresi wajah dinginnya semakin beku. Ga ada yang tahu kenapa. Bawaannya makin kaku.
"Na, mas GM kenapa ya? Ngambek melulu hari ini. Laporan masuk, oke, program jalan sesuai rencana, tapi senggol bacok," ujar Artha saat makan siang.
"Emang kamu aja yang kena bacok, akupun sama. Laporan marketing minggu kemarin cuma dapet komen 'taruh situ' kayak cewek lagi PMS aja," sahut Athena.
"Kamu ngabarin dia kagak dua hari kemarin?"
"Ngabarin gimana?"
"Apa aja kek. chatting gitu?"
"Kagak."
"Dia WA ga?"
"WA kayaknya, bentar...." Athena lantas membuka handphone-nya. "Ada si, jam 22.41.
Nanyain dah sampai belum,"
"Bales ga?!"
"Ga, aku lupa. Ngobrol sama Rara, terus ketumpuk WA lain."
"Nah, itu dia masalahnya. Bales gih!"
"Sekarang?!"
"Seminggu lagi, biar suasana kantor berasa di neraka. Panas,"
Athena smirk. "Bales apa dong? udah nyampe di kantor juga. Udah say hai, selamat pagi juga tadi."
__ADS_1
"Dih... bego banget si... ampun deh ini bocah satu. Sinih... aku aja yang WA," Artha mengambil paksa handphone Athena dan kemudian menulis sesuatu.
Athena berkerut, bahaya banget ni bocah.
"Nih, gini aja dah hepi kok. Ntar lihat perubahan wajah mas GM kita nan tampan itu."
Athena memeriksa chat yang dikirim Artha tadi.
ting
"Nah, langsung bales kan?"
Athena mencibir.
'hai juga, Na ' balas Dayu.
'maaf ya kemarin ga sempet ngabarin, dirumah sibuk' Athena send.
'gpp Na, yang penting kamu baik - baik saja. Udah makan?' balas Dayu.
'lagi makan siang di kantin bareng Artha. Kamu dah makan?'
'belum, nungguin kamu ngajak makan siang. malah dah ke kantin duluan. Ya udah aku nyusul ya....'
'okay....!'
"pret...!" sahut Artha.
Tak lama kemudian Dayu muncul di kantin, menyapa beberapa karyawan dan duduk bersama mereka.
"Kok Dayu ga kesini?" Artha merasa aneh.
"Biar ga kena gosip mba,"
"Wah... so suit banget," Artha pasang muka imut.
Athena jengah dengan kelakuan sahabatnya, kemudian memilih pergi.
"Na, tungguin...!" ujar Artha sambil mengejar Athena.
***
***
***
Area parkir sore itu.
__ADS_1
"Na, pulang bareng ya...?" ujar Dayu saat Athena datang.
"Kamu nungguin aku?"
"Iya..."
Athena tertawa. Mau tak mau Athena masuk mobilnya Dayu.
"Gimana kemarin mudiknya? Aman?" tanya Dayu.
"Aman, tentram, sejahtera...."
"Terus oleh-oleh buat aku mana?"
"Loh.... ngarep nih?"
Dayu cemberut, "orang lain pada dikasih, aku ga dapet beneran nih?"
"dapet, dapet, nih... " Athena mengeluarkan bungkusan dari tasnya.
Dayu tersenyum, "terima kasih, kita makan dulu ya..."
Athena mengangguk. Dayu memang baik, perhatian, dan entahlah. Yang jelas belum mampu membuat Athena membuka hatinya. Mungkin Athena yang belum mau membuka hatinya.
Dayu menghentikan mobilnya di rumah makan seafood. Seolah ingin mengenang pertemuan pertama mereka.
"Na, aku suka sama kamu. Aku serius. Tolong buka hati kamu ya..." ujar Dayu, setelah mereka selesai makan.
Athena terdiam.
"Aku ga tau, kenapa bisa begini. Sejak pertama ketemu kamu di antrian Kora-kora, aku ga bisa ga perhatiin kamu."
Athena masih diam.
"Kamu tau ga, pas hari pertama kerja dan ketemu kamu, wah... luar biasa, berasa menemukan sesuatu yang hilang."
Mau tak mau Athena tersenyum.
"Aku ga bisa janji apa - apa, Yu. Aku masih belum memikirkan lebih jauh tentang hubungan selanjutnya." jawab Athena.
"Aku ngerti, Na. Kamu butuh waktu, tapi jangan lama-lama ya..." Dayu tersenyum.
Athena menatap Dayu heran, nada suara Dayu berubah selow.
"Aku ga maksa, pelan-pelan aja. Misalkan kamu bertemu orang lain selain aku, aku harap kamu ingat aku. Aku yang lebih duluan ketemu kamu. Terus misalkan kamu ketemu orang yang menurutmu sesuai dengan angan-angan kamu, aku harap kamu ingat aku. Aku bukan hanya ada di angan-angan, aku nyata. real." ujar Dayu panjang lebar.
Athena menatap prihatin, mau ketawa atau nglempar sendok ya??? maksa banget ini...
__ADS_1
to be continued...