
"Na... siapa dia? apa saking sakit hatinya kamu terus kamu mau aja sama sembarangan orang?" Baruna mulai meracau. "Athena yang aku kenal ga begini, Athena yang aku kenal tidak pernah bersama orang asing. Murahan sekali kamu."
Dada Athena bergemuruh.
"Na, kamu pengin dia masuk kemana? Masuk rumah sakit atau masuk kuburan?" tanya Dayu.
Athena menatap Dayu, "kita pergi aja, Yu"
"Hei... jangan senang dulu bro, Gadis itu hanya mencintaiku. Kalaupun dia bersamamu, itu hanya pelampiasan. Di hatinya hanya ada aku... Dia bahkan tidak ingin aku terluka..." seru Baruna lagi.
Bugh.... Bogem mentah mendarat keras di wajah Baruna. Kali ini Dayu ga bisa diam.
"Kalau masih pengin nambah aku siap membuatmu babak belur, gratis...!" Antara emosi dan ingin membenamkan laki-laki dihadapannya ini ke kolam air mancur yang ada di dekat lobi.
Baruna mengusap sudut bibirnya yang berdarah. Sialan...
Athena mendekat. "Udah belum, Yu?"
"Pengin nambah sih, tapi kayaknya lawan ga seimbang. Ga asik." Jawab Dayu.
"Aku lapar, makan dimana kita?" Ujar Athena.
Dayu menggandeng tangan Athena. Saat itu Dayu ingin menjerit. Athena, marah saja lah. Hajar saja lah, atau menangislah sebanyak-banyaknya, ga usah dipendam seperti ini.
Mata gadis itu masih memancarkan rasa sakit yang luar biasa. Mungkin Baruna benar, dulu Athena hanya mencintainya maka dari itu sakit yang dirasakan gadis itu sangat dalam.
__ADS_1
Saat ini Athena benar-benar rapuh. Tidak menyangka akan bertemu Baruna dan rasa sakit itu datang lagi.
Dayu mengajak Athena keluar. Dia bingung antara ngambil mobil di parkiran dan ga tega ninggalin Athena sendirian menunggunya mengambil mobil.
Akhirnya Dayu mengajak Athena jalan kaki di area mall itu.
"Na, jangan dipendam gitu. Teriak lah, nangis kek, hajar tu bajingan sampai bonyok. Jangan menyiksa batin sendiri... " ujar Dayu.
"Boleh kah?"
"Boleh banget...!"
Athena menghela nafas, "berbaliklah, aku pinjam punggungmu."
"Jangan berbalik, Yu. Aku hanya ingin bersandar sebentar," kata Athena seolah paham apa yang ingin dilakukan Dayu.
Dayu diam di tempat, dia merasakan Athena benar-benar menyandarkan kepala di punggungnya. Tidak menangis. Dayu tidak bisa menahan perasaannya lagi. Dia segera berbalik dan memeluk Athena.
Athena tidak melawan atau membalas, tetap diam.
Beberapa saat kemudian, Dayu menggandeng tangan Athena dan mengajaknya ke restoran dekat situ.
"Aku mau lemon tea iced, makanan ikut pesanan kamu aja. Semua menu aku suka." ujar Athena. Moodnya sudah membaik.
Dayu memesan banyak makanan karena ga tahu Athena mau makan apa.
__ADS_1
"Yu, sanggup ngabisin?" tanya Athena.
"Kagak, aku panggil Juna, dan Brian ya. Kamu panggil Artha kesini. Dah lama kita ga makan bareng nih..." jawab Dayu.
Athena tertawa setuju.
Tak sampai 10 menit Artha datang.
"Cepet banget, Tha?" Athena heran.
"Kamu ga papa, Na? tadi mas Fadhil ngabarin aku kalau kamu ketemu mantan kamu. Aku cepet - cepet datang, tapi kamunya ga ada," celoteh Artha. "pas mau WA kamu, pas kamu shareloc."
"Ga papa, kita makan rame-rame ya. Bentar lagi Juna sam Brian datang." jawab Athena.
"Wah... Kalian jadian? makan-makan buat perayaan gitu?"
"Belum, Tha. Doain ya semoga disegerakan, Aamiin," jawab Dayu.
"Penonton kecewa..." sahut Artha.
"Kecewa apanya? Muka hepi gitu liat cumi pedas manis kok komen kecewa...!" kata Athena, disambut tawa Artha.
Tidak berapa lama kemudian Juna dan Brian datang bersamaan. Tanpa rencana mereka berlima seperti sedang reuni.
to be continued...
__ADS_1